Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

Bagi Hasil Usaha Patungan: Hitung dari Laba Bersih yang Jelas

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Kedai kopi itu dibuka patungan dengan kakak ipar. Anda yang jaga setiap hari, dia yang menaruh modal lebih besar. Enam bulan berjalan, mulai muncul kalimat yang tidak enak: "Kok bagiannya cuma segini? Kedainya kan ramai." Anda merasa sudah kerja dari pagi sampai malam, dia merasa modalnya tidak kembali-kembali. Tidak ada yang curang, tetapi juga tidak ada yang bisa menunjukkan angka yang disepakati bersama.

Konflik soal uang dalam usaha patungan hampir selalu bermula dari hal yang sama: rumus bagi hasil tidak pernah disepakati dengan jelas, dan laporan yang dipakai tidak dipercaya kedua pihak. Artikel ini membahas cara bagi hasil usaha yang adil, dihitung dari laba bersih, dengan laporan yang bisa dilihat bersama.

Singkatnya: bagi hasil dihitung dari laba bersih, bukan omzet. Bayar dulu semua biaya, termasuk gaji untuk mitra yang bekerja di toko, sisihkan cadangan yang disepakati, baru sisanya dibagi sesuai porsi modal atau persentase yang disepakati. Tuliskan rumusnya dan jenis laporan yang dipakai sebelum ada laba, bukan sesudahnya.

Kenapa bagi hasil harus dari laba bersih

Beberapa usaha patungan membagi dari omzet: "Kamu dapat 10% dari penjualan." Kedengarannya sederhana, tetapi berbahaya. Omzet Rp 30 juta sebulan bisa saja hanya menghasilkan laba Rp 3 juta. Kalau mitra mengambil 10% omzet (Rp 3 juta), seluruh laba habis untuk satu orang, dan usaha tidak punya sisa untuk tambah stok atau membayar mitra lain.

Dengan laba bersih, semua pihak ikut menanggung naik-turunnya usaha. Bulan ramai, bagiannya besar. Bulan sepi, bagiannya kecil atau nol. Ini adil karena semua mitra memang pemilik. Kalau belum yakin cara menghitung laba bersih, baca dulu cara menghitung laba bersih.

Cara bagi hasil usaha: rumus yang perlu disepakati

Ada empat hal yang perlu disepakati dan ditulis:

  1. Porsi kepemilikan. Biasanya mengikuti modal yang disetor. Modal Rp 20 juta dan Rp 10 juta berarti 67% dan 33%. Bisa juga disepakati lain, misalnya 50-50 karena satu pihak menyumbang tenaga dan tempat.
  2. Gaji untuk mitra yang bekerja. Mitra yang menjaga toko setiap hari sebaiknya digaji sebagai biaya usaha, terpisah dari bagi hasil. Tanpa ini, mitra yang bekerja merasa tenaganya tidak dihargai.
  3. Cadangan sebelum dibagi. Misalnya 20% laba bersih ditahan untuk modal dan cadangan alat, baru 80% dibagi.
  4. Waktu dan bentuk laporan. Misalnya setiap tanggal 5, dengan laporan laba rugi bulan sebelumnya yang dikirim ke grup keluarga.

Tambahkan juga aturan untuk keadaan sulit: apa yang terjadi kalau rugi, kalau ada mitra yang ingin keluar, atau kalau perlu tambahan modal.

Contoh perhitungan bagi hasil kedai kopi

Andi dan Budi patungan membuka kedai kopi. Andi menyetor Rp 20 juta, Budi Rp 10 juta. Budi yang menjaga kedai setiap hari dan disepakati digaji Rp 2.500.000 per bulan. Cadangan 20% dari laba bersih. Angka berikut contoh untuk satu bulan:

UraianJumlah
OmzetRp 32.000.000
HPP (biji kopi, susu, gula, cup)Rp 12.800.000
Laba kotorRp 19.200.000
Sewa tempatRp 3.000.000
Gaji 1 baristaRp 2.400.000
Gaji Budi sebagai pengelolaRp 2.500.000
Listrik, air, gas, internetRp 1.300.000
Biaya lain dan penyusutan alatRp 1.000.000
Laba bersihRp 9.000.000
Cadangan 20%Rp 1.800.000
Laba yang dibagiRp 7.200.000
Bagian Andi (67%)Rp 4.824.000
Bagian Budi (33%)Rp 2.376.000

Total yang diterima Budi bulan ini adalah gaji Rp 2.500.000 ditambah bagi hasil Rp 2.376.000, yaitu Rp 4.876.000. Andi menerima Rp 4.824.000 tanpa ikut menjaga kedai. Angkanya hampir seimbang, dan yang lebih penting, kedua pihak bisa melihat dari mana setiap rupiah berasal.

Catatan: untuk usaha patungan dengan nilai besar, sebaiknya kesepakatan dituangkan dalam perjanjian tertulis, dan bila perlu dibantu notaris. Artikel ini menjelaskan cara menghitung, bukan nasihat hukum.

Laporan bersama yang dipercaya kedua pihak

Rumus yang bagus tidak berguna kalau angka yang dimasukkan diragukan. Mitra yang tidak setiap hari di toko wajar bertanya: omzetnya benar segini? Biayanya benar segitu? Beberapa kebiasaan yang membantu:

Menyiapkan laporan bagi hasil dengan KasirPOS

Aplikasi kasir KasirPOS mencatat setiap penjualan beserta harga modalnya, sehingga omzet, laba kotor, dan laba bersih bisa dilihat per bulan di laporan laba rugi. Biaya seperti sewa, gaji, dan listrik dicatat sebagai pengeluaran operasional. Penjualan juga bisa dipilah per sumber pesanan (misalnya GoFood, GrabFood, WhatsApp) dan per metode bayar.

Untuk dikirim ke mitra, laporan bisa diekspor ke Excel atau PDF A4, atau dibagikan sebagai kartu rekap. Jika kedua mitra sama-sama menjaga toko, masing-masing bisa punya akun kasir dengan PIN sendiri, dan nama kasir tercatat di setiap transaksi. Hak akses seperti melihat harga modal atau membatalkan transaksi bisa diatur per akun. Panduannya ada di mengatur hak akses kasir.

Ada batasan yang perlu Anda ketahui: KasirPOS menyimpan data di perangkat, tidak ada dashboard online. Mitra yang tidak berada di toko tidak bisa memantau dari jauh secara langsung. Kalau kebutuhan utamanya memang memantau dari rumah atau kota lain kapan saja, pilihan yang lebih cocok adalah aplikasi kasir berbasis cloud dengan dashboard online. Untuk banyak usaha patungan keluarga, laporan PDF yang dikirim rutin setiap bulan sudah cukup. Semua fitur laporan KasirPOS gratis; Anda bisa unduh KasirPOS di App Store untuk iPhone dan iPad.

Sepakati sebelum ada laba

Membicarakan rumus saat uang belum ada terasa canggung, tetapi jauh lebih mudah daripada saat laba sudah terkumpul dan masing-masing punya angka sendiri di kepala. Duduk bersama, tulis empat poin tadi di satu halaman, tanda tangani berdua, dan simpan salinannya. Lalu setiap bulan, cukup buka laporan, hitung dengan rumus yang sama, dan transfer. Hubungan keluarga tetap terjaga karena yang dibicarakan adalah angka, bukan perasaan. Lanjutkan dengan membaca laporan laba rugi sederhana dan cara mengatur laba usaha kecil.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagi hasil usaha sebaiknya dihitung dari omzet atau laba?

Dari laba bersih. Jika dari omzet, bagian mitra bisa melebihi laba yang sebenarnya dan usaha kehabisan modal.

Bagaimana membagi hasil antara pemodal dan mitra yang bekerja?

Mitra yang bekerja di toko sebaiknya diberi gaji sebagai biaya usaha, lalu sisa laba bersih dibagi sesuai porsi kepemilikan yang disepakati.

Apa yang terjadi jika usaha patungan rugi?

Tidak ada bagi hasil untuk bulan itu. Aturan menutup kerugian, misalnya memakai cadangan atau tambahan modal, sebaiknya disepakati sejak awal.

Apakah perjanjian bagi hasil perlu tertulis?

Sebaiknya ya, walaupun dengan keluarga. Tuliskan porsi, gaji pengelola, cadangan, dan jadwal laporan, dan untuk nilai besar pertimbangkan bantuan notaris.