Supplier bilang "HPP-nya dihitung dulu, Bu", buku pelatihan UMKM menulis rumus panjang dengan istilah persediaan dan retur pembelian, dan Anda hanya ingin tahu satu hal: sebenarnya modal barang yang sudah laku itu berapa? Panduan cara menghitung HPP ini memakai bahasa toko, bukan bahasa kantor akuntan.
HPP (harga pokok penjualan) adalah total modal dari barang yang sudah terjual dalam satu periode. Bukan total belanja, bukan nilai barang di rak, tapi khusus barang yang sudah keluar ke tangan pembeli.
Singkatnya: Untuk toko kecil, HPP = stok awal + pembelian − stok akhir (semua dalam rupiah harga modal). Ongkos angkut kulakan ikut dihitung sebagai modal. Angka ini hanya akurat kalau setiap pembelian dicatat lengkap, jadi HPP yang benar dimulai dari kebiasaan mencatat belanja ke supplier.
HPP bukan total belanja bulan ini
Kesalahan paling umum: menganggap HPP sama dengan uang yang dikeluarkan untuk kulakan bulan ini. Padahal belanja bulan ini belum tentu habis terjual, dan sebagian barang yang laku bulan ini mungkin dibeli bulan lalu.
Contoh: Anda belanja minyak goreng Rp 4.000.000 di akhir bulan karena ada harga bagus. Kalau dihitung sebagai HPP bulan itu, laba bulan itu terlihat anjlok, lalu bulan berikutnya terlihat sangat untung. Kedua angka itu menyesatkan.
Rumus cara menghitung HPP versi toko kecil
Rumus yang dipakai buku akuntansi sebenarnya bisa disederhanakan menjadi satu baris:
HPP = Nilai stok awal + Pembelian bersih − Nilai stok akhir
- Nilai stok awal: nilai semua barang di toko pada awal bulan, dihitung dengan harga modal (bukan harga jual).
- Pembelian bersih: total belanja barang dagangan selama bulan itu, ditambah ongkos angkut atau ongkir kulakan, dikurangi barang yang diretur ke supplier dan potongan dari supplier.
- Nilai stok akhir: nilai barang yang tersisa di akhir bulan, juga dengan harga modal. Angka ini didapat dari stock opname atau hitung fisik.
Logikanya sederhana: semua barang yang "tersedia untuk dijual" adalah stok awal ditambah yang dibeli. Kalau di akhir bulan sisanya sekian, berarti selisihnya sudah keluar, entah terjual, rusak, atau hilang.
Contoh perhitungan HPP toko kelontong
Contoh rekaan Toko Pak Darto untuk bulan Oktober:
| Komponen | Jumlah |
|---|---|
| Nilai stok awal 1 Oktober | Rp 18.000.000 |
| Pembelian barang selama Oktober | Rp 26.500.000 |
| Ongkos angkut kulakan | Rp 400.000 |
| Retur ke supplier (biskuit penyok) | − Rp 150.000 |
| Barang tersedia untuk dijual | Rp 44.750.000 |
| Nilai stok akhir 31 Oktober | − Rp 17.250.000 |
| HPP Oktober | Rp 27.500.000 |
Kalau omzet Oktober Rp 32.000.000, laba kotornya Rp 4.500.000. Perhatikan bahwa HPP (Rp 27,5 juta) berbeda dari total belanja (Rp 26,5 juta). Itu wajar: stok di rak berkurang Rp 750.000 dibanding awal bulan, ditambah ongkos angkut Rp 400.000, dikurangi retur Rp 150.000, sehingga selisihnya tepat Rp 1.000.000.
Catatan: Barang rusak, kedaluwarsa, atau hilang ikut "masuk" ke HPP lewat rumus ini, karena barangnya tidak ada lagi di stok akhir. Kalau ingin tahu berapa kerugian dari barang rusak, catat barang rusak terpisah sebelum menghitung.
HPP per barang: saat harga modal berubah-ubah
Rumus di atas memberi HPP total sebulan. Tapi untuk menentukan harga jual, Anda butuh modal per barang. Masalahnya, harga kulakan sering berubah. Gula pasir minggu lalu Rp 16.000 per kg, minggu ini Rp 17.000.
Cara yang paling praktis untuk toko kecil adalah harga modal rata-rata. Contoh:
- Sisa di rak: 20 kg gula modal Rp 16.000 = Rp 320.000
- Kulakan baru: 30 kg modal Rp 17.000 = Rp 510.000
- Total: 50 kg senilai Rp 830.000, jadi modal rata-rata Rp 16.600 per kg
Setiap kilogram gula yang terjual setelah itu dihitung HPP-nya Rp 16.600 sampai ada kulakan berikutnya. Metode ini dibahas lebih rinci di harga pokok rata-rata (moving average).
HPP yang benar dimulai dari catatan pembelian
Perhatikan bahwa baik rumus total maupun modal rata-rata sama-sama bergantung pada satu hal: catatan pembelian yang lengkap. Kalau ada nota kulakan yang hilang atau belanja ke pasar yang tidak dicatat, HPP jadi salah dan laba ikut salah.
Kebiasaan yang membantu:
- Simpan setiap nota supplier di satu map atau foto di HP, beri tanggal.
- Catat pembelian di hari yang sama, termasuk jumlah, harga per satuan, dan ongkos angkut.
- Kalau beli per dus tapi jual per bungkus, hitung modal per bungkus saat mencatat (misal 1 dus mi isi 40 bungkus Rp 112.000 berarti Rp 2.800 per bungkus).
- Lakukan hitung stok fisik minimal sebulan sekali. Panduannya ada di cara stock opname warung.
Untuk format catatan yang rapi, baca juga cara mencatat pembelian barang dagang.
Kesalahan yang membuat HPP meleset
- Menilai stok akhir dengan harga jual. Stok di rak harus dinilai dengan harga modal. Kalau memakai harga jual, stok akhir terlihat lebih besar, HPP jadi terlalu kecil, dan laba tampak lebih tinggi dari kenyataan.
- Mencampur belanja dapur dengan kulakan. Beras untuk makan keluarga yang ikut dibeli di grosir bukan barang dagangan. Pisahkan di nota atau catatan sejak awal.
- Lupa barang titipan. Kue atau keripik titipan tetangga bukan milik Anda, jadi tidak masuk stok awal maupun stok akhir. Yang dihitung hanya bagian yang Anda bayarkan ke penitip saat barangnya laku.
- Menghitung stok asal-asalan. Stok akhir yang ditebak membuat HPP ikut ditebak. Lebih baik hitung bertahap per rak daripada menebak seluruh toko.
Menghitung HPP otomatis dengan aplikasi kasir
Menghitung HPP manual tetap bisa dengan buku atau Excel, tapi melelahkan kalau barang Anda ratusan jenis. Setiap kulakan, Anda harus memperbarui modal rata-rata satu per satu.
KasirPOS, aplikasi kasir dan stok gratis untuk iPhone dan iPad, mengerjakan bagian yang melelahkan itu. Saat Anda mencatat pembelian dari supplier, aplikasi menghitung ulang harga modal rata-rata secara otomatis. Setiap penjualan lalu memakai modal itu, sehingga laporan laba kotor dan margin per produk langsung tersedia. Supplier dan pembelian yang belum lunas juga tercatat, dan kalau pembelian dibatalkan lalu dihapus, stok serta pengeluarannya ikut dikembalikan.
Stok pun tercatat setiap masuk dan keluar (penjualan, pembelian, opname, retur), dengan stok opname dan riwayat stok untuk membandingkan catatan dengan isi rak. Satuan tambahan seperti dus atau pak bisa punya harga dan barcode sendiri.
Semua fitur itu gratis tanpa langganan dan bisa dipakai tanpa internet. Kalau ingin mencoba, unduh KasirPOS di App Store dan mulai dengan mencatat satu nota kulakan terakhir Anda. Panduan pemakaian ada di halaman bantuan KasirPOS.
Dengan HPP yang benar, langkah berikutnya adalah membaca laba kotor: apakah harga jual Anda sudah cukup menutup modal dan biaya. Lanjutkan ke panduan cara menghitung laba kotor.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa rumus HPP untuk toko kecil?
HPP = nilai stok awal + pembelian bersih − nilai stok akhir, semuanya dihitung dengan harga modal. Pembelian bersih sudah termasuk ongkos angkut dan dikurangi retur ke supplier.
Apakah HPP sama dengan total belanja kulakan?
Tidak. HPP hanya modal dari barang yang sudah terjual, sedangkan belanja bulan ini bisa saja masih tersimpan di rak.
Bagaimana menghitung HPP kalau harga kulakan berubah?
Pakai harga modal rata-rata: jumlahkan nilai sisa stok dan nilai kulakan baru, lalu bagi dengan total jumlah barang.
Apakah ongkos kirim kulakan masuk HPP?
Ya, ongkos angkut untuk membawa barang dagangan ke toko termasuk modal barang dan ikut dihitung dalam pembelian.