Warung buka dari jam enam pagi sampai jam sepuluh malam, tujuh hari seminggu. Laporan bulanan menunjukkan "untung Rp 4 juta", dan Anda merasa usaha berjalan baik. Tapi coba tanya diri sendiri: kalau besok Anda harus membayar orang lain untuk menjaga warung selama itu, berapa yang tersisa? Banyak pemilik tidak pernah menetapkan gaji pemilik usaha, sehingga tenaga mereka sendiri tidak pernah masuk hitungan.
Akibatnya, angka laba terlihat sehat padahal sebagian besar sebenarnya adalah upah kerja Anda. Artikel ini membahas cara menetapkan gaji tetap untuk diri sendiri, berapa yang wajar, dan bagaimana mencatatnya supaya laporan usaha jujur.
Singkatnya: tetapkan gaji tetap untuk diri sendiri setara upah orang yang mengerjakan tugas Anda, catat sebagai biaya operasional setiap bulan, lalu lihat laba bersih setelah gaji itu. Sisa laba setelah gaji adalah keuntungan usaha yang sebenarnya; kalau hasilnya nol atau minus, usaha belum layak secara ekonomi walaupun laci terasa penuh.
Kenapa pemilik perlu digaji, bukan sekadar ambil uang
Kebanyakan pemilik warung mengambil uang dari laci saat butuh: bayar sekolah anak, belanja dapur, beli bensin. Cara ini disebut prive, yaitu pengambilan uang usaha untuk keperluan pribadi. Prive tidak salah, tapi kalau jumlahnya tidak tentu, Anda tidak bisa membedakan dua hal penting:
- Imbalan kerja: upah karena Anda menjaga toko, kulakan, dan melayani pembeli.
- Imbalan modal: keuntungan karena Anda menanamkan uang di usaha ini.
Kalau keduanya tercampur, warung yang sebenarnya hanya "membayar Anda sebagai penjaga" terlihat seperti bisnis yang menguntungkan. Penjelasan lebih lengkap tentang pengambilan pribadi ada di artikel prive pemilik usaha dan cara mencatatnya.
Berapa gaji pemilik usaha yang pantas?
Tidak ada angka baku, tapi ada tiga patokan sederhana yang bisa Anda pakai bersama-sama:
- Harga pengganti. Berapa Anda harus membayar orang untuk mengerjakan tugas yang sama? Misalnya penjaga warung penuh waktu di daerah Anda dibayar sekitar Rp 2.500.000 per bulan. Itu batas bawah gaji yang wajar untuk diri sendiri.
- Kemampuan usaha. Gaji tidak boleh lebih besar dari laba bersih rata-rata tiga sampai enam bulan terakhir sebelum gaji. Kalau laba rata-rata Rp 3.200.000, jangan menetapkan gaji Rp 4.000.000.
- Kebutuhan pokok rumah tangga. Hitung kebutuhan bulanan yang memang harus ditutup dari warung. Kalau angkanya jauh di atas kemampuan usaha, itu tanda Anda perlu menambah penghasilan, bukan menguras modal.
Ambil angka yang paling realistis di antara ketiganya. Banyak pemilik memulai dari harga pengganti, lalu menaikkannya pelan-pelan ketika penjualan tumbuh.
Contoh hitungan: warung sembako Bu Rina
Berikut contoh rekaan untuk satu bulan. Angka ini hanya ilustrasi, bukan patokan.
| Pos | Jumlah |
|---|---|
| Omzet penjualan | Rp 36.000.000 |
| Harga pokok barang terjual | Rp 30.600.000 |
| Laba kotor | Rp 5.400.000 |
| Listrik, plastik, gas, iuran, ongkos kulakan | Rp 1.150.000 |
| Laba bersih sebelum gaji pemilik | Rp 4.250.000 |
| Gaji pemilik (harga pengganti) | Rp 2.500.000 |
| Laba usaha setelah gaji | Rp 1.750.000 |
Tanpa gaji, Bu Rina mengira usahanya untung Rp 4,25 juta. Setelah gaji dicatat, ia tahu bahwa warung memberi Rp 2,5 juta untuk kerjanya dan Rp 1,75 juta sebagai keuntungan atas modal. Dengan modal stok dan peralatan sekitar Rp 35 juta, keuntungan itu setara kira-kira 5% per bulan, cukup sehat untuk usaha kecil.
Bandingkan dengan Pak Doni yang punya laba sebelum gaji Rp 2.300.000. Setelah dikurangi gaji wajar Rp 2.500.000, laba usahanya minus Rp 200.000. Artinya warungnya belum mampu membayar tenaganya secara layak. Ini bukan alasan panik, tapi alasan untuk meninjau harga jual, biaya, atau jam buka. Cara menghitung laba di setiap tahap dijelaskan di panduan menghitung laba bersih.
Cara menerapkan gaji tetap untuk diri sendiri
- Tentukan angka dan tanggal. Misalnya Rp 2.500.000 dibayarkan setiap tanggal 1, atau Rp 625.000 setiap Senin kalau Anda lebih nyaman mingguan.
- Pisahkan rekening. Transfer gaji ke rekening pribadi atau dompet rumah tangga. Uang usaha tetap di laci dan rekening usaha. Baca juga cara memisahkan uang pribadi dan uang usaha.
- Berhenti mengambil di luar jadwal. Kalau terpaksa mengambil sebelum gajian, catat sebagai kasbon pemilik dan potong dari gaji berikutnya.
- Catat sebagai biaya. Masukkan gaji pemilik sebagai pengeluaran operasional bulanan, sama seperti listrik atau sewa.
- Tinjau setiap tiga bulan. Kalau laba setelah gaji konsisten positif, gaji boleh dinaikkan sedikit. Kalau terus minus, cari penyebabnya sebelum menambah stok atau membuka produk baru.
Catatan: cara di atas adalah praktik manajemen untuk memahami usaha sendiri. Untuk perlakuan pajak atau pembukuan formal, misalnya saat usaha sudah berbadan hukum, tanyakan ke konsultan atau cek informasi resmi di situs Direktorat Jenderal Pajak.
Membaca hasilnya: usaha layak atau tidak?
Setelah tiga bulan mencatat gaji, Anda akan berada di salah satu dari tiga keadaan berikut:
- Laba setelah gaji positif dan stabil. Usaha membayar kerja dan modal Anda. Sisa laba bisa diputar untuk tambah stok, dana darurat usaha, atau dibagi sebagai keuntungan pemilik.
- Laba setelah gaji mendekati nol. Usaha sebenarnya adalah "pekerjaan" yang Anda ciptakan sendiri. Tidak buruk, tapi jangan berharap modal berkembang tanpa perbaikan margin.
- Laba setelah gaji minus terus. Anda menyubsidi warung dengan tenaga gratis. Periksa harga jual, barang yang tidak laku, dan biaya kecil yang bocor.
Gaji pemilik juga berguna saat Anda ingin mempekerjakan orang. Kalau usaha sudah terbiasa membayar Rp 2,5 juta untuk Anda, mengganti sebagian jam kerja dengan karyawan tidak akan membuat laporan tiba-tiba kacau.
Mencatat gaji pemilik dengan KasirPOS
Hitungan di atas bisa dikerjakan dengan buku tulis atau Excel, asalkan rutin. Kalau Anda sudah memakai aplikasi kasir KasirPOS di iPhone atau iPad, sebagian besar angka sudah tersedia tanpa dihitung manual:
- Laporan omzet, laba kotor, dan laba bersih harian, mingguan, atau bulanan dihitung dari transaksi dan harga modal.
- Gaji pemilik bisa dicatat sebagai pengeluaran lain, sehingga ikut mengurangi laba bersih di laporan laba rugi bersama biaya operasional lain.
- Kalau gaji dibayar dari laci atau rekening bank tertentu, fitur dompet memisahkan saldo laci, QRIS, dan bank, sehingga Anda tahu dari kantong mana uang gaji keluar.
- Laporan bisa diekspor ke Excel atau PDF untuk dibandingkan antarbulan.
Semua fitur itu gratis, tanpa langganan, dan bekerja tanpa internet. KasirPOS hanya tersedia untuk iPhone dan iPad dan cocok untuk usaha dengan satu meja kasir. Lihat fitur lengkap KasirPOS atau unduh KasirPOS di App Store untuk mencobanya. Untuk memahami susunan laporan yang memuat gaji Anda, lanjutkan ke contoh laporan laba rugi sederhana.
Intinya, gaji pemilik bukan kemewahan. Ia adalah alat ukur. Begitu tenaga Anda punya harga, laba usaha berhenti berbohong, dan keputusan tentang harga, stok, dan jam buka menjadi jauh lebih mudah diambil.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah pemilik usaha kecil perlu menggaji dirinya sendiri?
Perlu, terutama untuk mengukur kelayakan usaha. Tanpa gaji, tenaga Anda tidak masuk hitungan sehingga laba terlihat lebih besar dari keuntungan usaha yang sebenarnya.
Berapa gaji pemilik warung yang wajar?
Patokan sederhana adalah upah orang lain untuk mengerjakan tugas yang sama di daerah Anda, selama tidak melebihi rata-rata laba bersih sebelum gaji. Tinjau angkanya setiap tiga bulan.
Apa bedanya gaji pemilik dan prive?
Gaji pemilik adalah jumlah tetap yang dibayar terjadwal sebagai imbalan kerja dan dicatat sebagai biaya. Prive adalah pengambilan uang usaha untuk keperluan pribadi yang jumlah dan waktunya tidak tentu.
Bagaimana jika laba setelah gaji pemilik minus?
Artinya usaha belum mampu membayar tenaga Anda secara layak. Periksa harga jual, biaya operasional, dan barang yang tidak laku sebelum menambah modal atau stok.