Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

Cara Menghitung Laba Bersih Usaha Kecil dengan Contoh

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Laporan Anda bilang laba kotor bulan ini Rp 9 juta. Tapi kenapa saat bayar tagihan listrik dan gaji karyawan, uangnya terasa tipis, bahkan harus nombok dari tabungan? Jawabannya ada di angka yang jarang dihitung: laba bersih. Panduan cara menghitung laba bersih ini memakai contoh satu bulan di warung makan kecil, lengkap dengan biaya-biaya yang sering terlupa.

Singkatnya: Laba bersih = laba kotor − semua biaya operasional bulan itu (sewa, listrik, gas, gaji, kemasan, transport, iuran, perawatan alat). Biaya tahunan dibagi rata per bulan. Laba bersih adalah angka yang boleh diambil pemilik; mengambil lebih dari itu berarti memakan modal.

Kenapa laba kotor besar tapi uang tetap kurang

Laba kotor hanya mengurangi modal bahan atau barang. Semua biaya lain untuk menjalankan usaha belum dihitung. Di usaha kuliner, biaya-biaya ini bisa memakan separuh lebih laba kotor. Yang membuat pemilik kaget biasanya bukan satu biaya besar, tapi kumpulan biaya kecil yang dibayar di waktu berbeda-beda: gas hari ini, galon besok, sabun cuci minggu depan.

Daftar biaya operasional yang wajib dihitung

Sebelum menghitung, kumpulkan semua biaya bulan itu. Gunakan daftar ini sebagai pengingat:

Penjelasan tiap jenis biaya ada di artikel biaya operasional usaha. Yang terpenting: jangan masukkan belanja bahan baku atau barang dagangan ke sini, karena itu sudah dihitung di HPP.

Contoh cara menghitung laba bersih bulanan

Contoh rekaan Warung Makan Mbak Rini, bulan November:

BarisJumlah
OmzetRp 27.000.000
HPP bahan makanan− Rp 15.120.000
Laba kotorRp 11.880.000
Sewa kios (Rp 18.000.000 per tahun ÷ 12)− Rp 1.500.000
Gaji 1 karyawan− Rp 2.200.000
Cadangan THR (1 bulan gaji ÷ 12, dibulatkan)− Rp 185.000
Listrik dan air− Rp 600.000
Gas elpiji− Rp 540.000
Kemasan take away− Rp 850.000
Bensin ke pasar− Rp 300.000
Kuota dan pulsa− Rp 100.000
Penyusutan kulkas dan kompor (Rp 6.000.000 ÷ 48 bulan)− Rp 125.000
Total biaya operasionalRp 6.400.000
Laba bersihRp 5.480.000

Dari laba kotor hampir Rp 12 juta, yang tersisa sebagai laba bersih Rp 5,48 juta. Lebih dari separuh laba kotor habis untuk biaya. Kalau Mbak Rini mengambil Rp 8 juta untuk keperluan rumah karena "labanya Rp 12 juta", ia sebenarnya mengambil Rp 2,5 juta lebih dari modal kerja.

Biaya tahunan dibagi per bulan

Perhatikan sewa dan penyusutan. Sewa tahunan dibayar sekaligus, tapi dihitung Rp 1,5 juta per bulan. Kalau dihitung penuh di bulan pembayaran, bulan itu terlihat rugi besar dan sebelas bulan lainnya terlihat terlalu untung. Membagi rata membuat setiap bulan bisa dibandingkan dengan adil.

Laba bersih dan gaji pemilik

Ada satu biaya yang sering tidak muncul: tenaga Anda sendiri. Mbak Rini memasak dan melayani setiap hari, tapi tidak menggaji dirinya. Akibatnya laba bersih Rp 5,48 juta itu sebenarnya campuran antara "upah kerja" dan "hasil usaha".

Cara yang lebih jujur: tentukan gaji tetap untuk diri sendiri, misalnya Rp 3.500.000, dan catat sebagai biaya. Sisanya, Rp 1.980.000, adalah laba usaha yang bisa ditabung untuk cadangan atau pengembangan. Konsep ini dibahas di gaji pemilik usaha. Kalau Anda belum siap menggaji diri, uang yang diambil dicatat sebagai prive pemilik, dan jumlahnya tidak boleh melebihi laba bersih.

Catatan: Laba bersih di sini adalah laba sebelum pajak. Kewajiban pajak UMKM punya aturannya sendiri; cek ketentuan terbaru di situs resmi Direktorat Jenderal Pajak (pajak.go.id) atau tanyakan ke kantor pajak setempat.

Langkah menghitung laba bersih tiap bulan

  1. Pada tanggal yang sama setiap bulan, ambil total omzet dan HPP.
  2. Kumpulkan semua nota dan catatan biaya operasional bulan itu.
  3. Tambahkan bagian bulanan dari biaya tahunan (sewa, cadangan THR, penyusutan).
  4. Kurangi laba kotor dengan total biaya.
  5. Bandingkan dengan bulan lalu. Kalau laba bersih turun padahal omzet naik, cari biaya yang membengkak.

Hasilnya bisa dirangkum dalam satu halaman. Format lengkapnya ada di laporan laba rugi sederhana.

Kalau laba bersih ternyata terlalu kecil

Laba bersih kecil punya dua kemungkinan penyebab: laba kotor yang tipis, atau biaya yang terlalu besar. Lihat dulu persentase biaya terhadap omzet. Pada contoh Mbak Rini, biaya operasional Rp 6,4 juta dari omzet Rp 27 juta, sekitar 24%. Kalau bulan depan angka ini naik menjadi 30% padahal omzet sama, cari biaya mana yang membengkak.

Beberapa biaya yang paling mudah ditekan di usaha kuliner:

Melihat laba bersih langsung di aplikasi

Bagian tersulit dari menghitung laba bersih bukan rumusnya, tapi mengumpulkan semua biaya yang tercecer. Nota gas terselip, bensin tidak pernah dicatat, kemasan dibeli pakai uang laci tanpa catatan.

Di aplikasi kasir KasirPOS, Anda bisa mencatat pengeluaran lain seperti gas, listrik, dan gaji langsung di HP saat membayarnya. Laporan lalu menghitung omzet, laba kotor, dan laba bersih secara harian, mingguan, maupun bulanan dengan grafik, plus laporan laba rugi yang memuat biaya operasional dan margin per produk. Untuk warung makan, fitur resep dan bahan baku membuat HPP per porsi dihitung dari harga bahan, jadi laba kotornya lebih akurat. Laporan bisa diekspor ke Excel atau PDF A4 untuk arsip bulanan.

KasirPOS gratis sepenuhnya, tanpa langganan dan iklan, berjalan tanpa internet di iPhone dan iPad. Data tersimpan di perangkat Anda sendiri, tanpa akun dan tanpa server pengembang. Silakan unduh KasirPOS di App Store dan coba catat semua biaya selama satu bulan penuh. Angka laba bersih di akhir bulan mungkin mengejutkan, tapi justru dari sanalah keputusan yang lebih baik dimulai. Penjelasan fitur lengkapnya tersedia di situs aplikasi kasir gratis KasirPOS.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana rumus laba bersih usaha kecil?

Laba bersih sama dengan laba kotor dikurangi seluruh biaya operasional pada periode yang sama, seperti sewa, listrik, gaji, kemasan, dan transport.

Apakah belanja bahan baku termasuk biaya operasional?

Tidak. Bahan baku atau barang dagangan sudah dihitung dalam HPP, jadi jangan dihitung dua kali sebagai biaya operasional.

Bagaimana menghitung sewa tahunan dalam laba bersih bulanan?

Bagi biaya sewa setahun dengan 12, lalu masukkan hasilnya sebagai biaya setiap bulan.

Berapa uang yang boleh diambil pemilik dari usaha?

Paling banyak sebesar laba bersih. Lebih aman lagi kalau sebagian laba bersih disisihkan untuk cadangan usaha.