Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

Laporan Laba Rugi Sederhana untuk Usaha Kecil

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Setiap kali ada yang bertanya "usahanya untung berapa sebulan?", Anda menjawab dengan kira-kira. Bukan karena malas, tapi karena tidak pernah ada satu lembar yang merangkum semuanya. Padahal laporan laba rugi sederhana untuk warung atau kedai tidak perlu lebih dari satu halaman, dan bisa dibuat dalam setengah jam setiap akhir bulan.

Singkatnya: Laporan laba rugi menyusun angka dari atas ke bawah: penjualan, dikurangi HPP menjadi laba kotor, dikurangi biaya operasional menjadi laba usaha, ditambah atau dikurangi pemasukan dan pengeluaran lain menjadi laba bersih. Satu halaman per bulan, dibandingkan dengan bulan lalu, sudah cukup untuk mengambil keputusan.

Untuk apa laporan laba rugi bagi warung?

Laporan laba rugi menjawab satu pertanyaan: dalam periode tertentu, usaha ini menghasilkan uang atau tidak, dan dari mana hasilnya. Bukan untuk pajak atau bank dulu, tapi untuk Anda sendiri. Dengan satu halaman ini Anda bisa melihat:

Susunan laporan laba rugi sederhana

Ikuti urutan baris ini dari atas ke bawah. Setiap baris tebal adalah hasil pengurangan dari baris di atasnya.

  1. Penjualan (omzet): total penjualan bulan itu.
  2. Potongan penjualan: diskon dan retur dari pembeli, kalau dicatat terpisah.
  3. Penjualan bersih = 1 − 2.
  4. HPP: modal barang atau bahan yang terjual.
  5. Laba kotor = 3 − 4.
  6. Biaya operasional: dirinci per jenis (gaji, sewa, listrik, kemasan, dll.).
  7. Laba usaha = 5 − 6.
  8. Pemasukan lain: uang yang bukan dari jualan utama, misalnya komisi titip jual atau sewa etalase.
  9. Pengeluaran lain: biaya di luar operasional rutin, misalnya bunga pinjaman.
  10. Laba bersih = 7 + 8 − 9.

Pemisahan pemasukan lain penting supaya Anda tidak tertipu: kalau bulan ini laba bersih naik hanya karena ada komisi sekali jalan, usaha utamanya sebenarnya tidak membaik. Lihat juga pemasukan lain-lain usaha.

Contoh laporan laba rugi warung kopi

Contoh rekaan Warkop Mas Bayu, bulan Oktober, dibandingkan September:

BarisSeptemberOktober
PenjualanRp 14.200.000Rp 15.600.000
Potongan dan diskonRp 200.000Rp 600.000
Penjualan bersihRp 14.000.000Rp 15.000.000
HPP (kopi, gula, susu, mi, telur, gorengan)Rp 6.300.000Rp 7.050.000
Laba kotorRp 7.700.000Rp 7.950.000
Gaji karyawan malamRp 1.800.000Rp 1.800.000
Sewa tempatRp 1.000.000Rp 1.000.000
Listrik dan airRp 500.000Rp 520.000
GasRp 270.000Rp 300.000
Gelas plastik, sedotan, tisuRp 380.000Rp 690.000
Wi-Fi untuk pelangganRp 300.000Rp 300.000
Laba usahaRp 3.450.000Rp 3.340.000
Pemasukan lain (titip jual kue)Rp 150.000Rp 150.000
Laba bersihRp 3.600.000Rp 3.490.000

Cara membaca laporan dalam lima menit

Penjualan Oktober naik Rp 1,4 juta, tapi laba bersih justru turun Rp 110.000. Tanpa laporan, Mas Bayu akan mengira Oktober bulan yang lebih baik. Dari tabel, dua penyebab langsung terlihat:

Dua temuan itu langsung bisa ditindaklanjuti: evaluasi promo, dan tambahkan biaya kemasan ke harga take away. Inilah gunanya laporan laba rugi: bukan sekadar mencatat, tapi menunjukkan di mana harus bertindak.

Catatan: Uang yang diambil pemilik untuk keperluan pribadi tidak masuk laporan laba rugi. Itu dicatat terpisah sebagai prive. Sebaliknya, kalau Anda menggaji diri secara tetap, gaji itu boleh masuk biaya operasional.

Kebiasaan bulanan agar laporan selalu siap

  1. Tentukan tanggal tutup buku, misalnya tanggal 1 setiap bulan. Panduan lengkapnya ada di tutup buku akhir bulan.
  2. Catat setiap biaya saat terjadi, jangan menunggu akhir bulan. Nota yang ditunda biasanya hilang.
  3. Pakai nama biaya yang sama setiap bulan supaya bisa dibandingkan. Daftar jenis biaya ada di biaya operasional usaha.
  4. Selalu tampilkan dua kolom: bulan ini dan bulan lalu.
  5. Tulis satu kalimat kesimpulan di bawah laporan, misalnya "Kemasan naik, harga take away perlu disesuaikan".

Laporan laba rugi adalah salah satu dari tiga laporan dasar usaha kecil. Dua lainnya, arus kas dan catatan utang-piutang, dibahas di laporan keuangan UMKM yang benar-benar perlu.

Kesalahan yang sering muncul saat menyusun laba rugi

Laporan laba rugi otomatis dari kasir

Membuat laporan laba rugi dengan Excel bisa dilakukan, asal penjualan, HPP, dan biaya tercatat rapi. Yang paling memakan waktu biasanya menghitung HPP dan mengumpulkan diskon yang diberikan selama sebulan.

Kalau penjualan sudah dicatat di aplikasi kasir KasirPOS, laporan laba rugi tersusun sendiri: omzet, laba kotor, biaya operasional, laba bersih, dan margin per produk, lengkap dengan grafik harian, mingguan, dan bulanan. Pengeluaran dan pemasukan lain dicatat terpisah, dan penjualan bisa dilihat menurut jenis pesanan (dine-in, take away, delivery), sehingga temuan seperti di warkop Mas Bayu lebih cepat terlihat. Laporan bisa diekspor ke PDF A4 untuk dicetak atau ke Excel kalau ingin diolah lagi.

KasirPOS gratis tanpa langganan, berjalan offline di iPhone dan iPad, dan cocok untuk usaha dengan satu meja kasir. Silakan unduh KasirPOS di App Store, gunakan selama satu bulan, lalu bandingkan laporan laba ruginya dengan perkiraan Anda selama ini. Daftar fiturnya bisa dibaca di halaman fitur lengkap KasirPOS.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa isi laporan laba rugi sederhana?

Penjualan, HPP, laba kotor, biaya operasional, laba usaha, pemasukan dan pengeluaran lain, lalu laba bersih. Semua untuk satu periode, biasanya satu bulan.

Seberapa sering laporan laba rugi perlu dibuat?

Untuk warung dan kedai, satu kali sebulan sudah cukup. Bandingkan selalu dengan bulan sebelumnya agar perubahan terlihat.

Apakah uang yang diambil pemilik masuk laporan laba rugi?

Tidak, pengambilan pribadi dicatat sebagai prive di luar laporan laba rugi. Gaji tetap untuk pemilik boleh dicatat sebagai biaya operasional.

Bisakah membuat laporan laba rugi tanpa akuntan?

Bisa. Selama penjualan, modal barang, dan biaya tercatat, susunan satu halaman sudah cukup untuk mengambil keputusan usaha.