Sales dari distributor bertanya, "SKU yang paling laku apa, Bu?" Video tutorial aplikasi kasir menyuruh "isi kolom SKU". Di grup WhatsApp sesama pedagang ada yang bilang toko harus punya SKU supaya rapi. Sementara Anda hanya tahu satu hal: di kemasan ada garis-garis hitam yang bisa dipindai. Apakah itu SKU? Perlukah toko kecil repot membuatnya?
Artikel ini menjelaskan SKU dan barcode dengan bahasa sehari-hari, perbedaannya, kapan masing-masing dibutuhkan, dan apa yang sebenarnya cukup untuk warung atau toko kelontong.
Singkatnya: SKU adalah kode internal yang Anda buat untuk membedakan setiap jenis barang yang dijual, termasuk ukuran dan variannya. Barcode adalah simbol garis yang bisa dibaca mesin, biasanya sudah dicetak pabrik di kemasan. Untuk toko kecil, barcode ditambah nama produk yang konsisten sudah cukup. SKU terpisah baru terasa manfaatnya jika barang Anda punya banyak varian atau dijual di banyak tempat.
Apa itu SKU
SKU singkatan dari stock keeping unit, kira-kira berarti "satuan pencatatan stok". Setiap barang yang perlu dihitung stoknya secara terpisah mendapat satu SKU. Kuncinya ada pada kata "terpisah":
- Teh botol 350 ml dan teh botol 450 ml: dua SKU, karena harga dan stoknya berbeda.
- Kaos polos hitam ukuran M dan ukuran L: dua SKU.
- Sepuluh botol teh 350 ml yang identik: tetap satu SKU, stoknya 10.
SKU dibuat oleh toko sendiri, jadi formatnya bebas. Contoh: MNY-2L untuk minyak goreng 2 liter, atau KAOS-HTM-M untuk kaos hitam ukuran M. Toko A dan toko B bisa punya SKU yang berbeda untuk barang yang sama.
Apa itu barcode
Barcode adalah cara menuliskan sebuah nomor dalam bentuk garis supaya bisa dibaca scanner atau kamera dengan cepat. Barcode di kemasan pabrik biasanya berisi nomor 13 digit yang ditetapkan produsen dan sama di toko mana pun. Itulah kenapa satu bungkus mi instan yang sama bisa dipindai di warung Anda dan di minimarket.
Barcode juga bisa dibuat sendiri untuk barang yang tidak punya kode, misalnya gula yang dibungkus ulang atau keripik titipan. Caranya dibahas di cara membuat barcode sendiri.
Perbedaan SKU dan barcode
| Aspek | SKU | Barcode |
|---|---|---|
| Siapa yang membuat | Toko sendiri | Umumnya produsen, bisa juga toko untuk barang tanpa kode |
| Bentuk | Huruf dan angka yang mudah dibaca manusia | Garis yang dibaca mesin, dengan angka di bawahnya |
| Berlaku di | Hanya di toko Anda | Barcode pabrik: di semua toko |
| Fungsi utama | Membedakan barang di catatan stok dan laporan | Mempercepat input di kasir |
| Contoh | MNY-2L | Nomor 13 digit di kemasan minyak |
Singkatnya, SKU menjawab pertanyaan "barang apa ini di catatan saya?", sedangkan barcode menjawab "bagaimana kasir memasukkan barang ini dengan cepat?". Di banyak toko besar, keduanya dihubungkan: setiap SKU punya satu atau lebih barcode.
Perlukah SKU untuk toko kecil?
Untuk sebagian besar warung, toko sembako, dan kedai, jawabannya: tidak perlu kode SKU terpisah. Fungsi SKU, yaitu membedakan setiap barang dengan jelas, sudah bisa dipenuhi oleh dua hal yang Anda punya:
- Nama produk yang konsisten dan lengkap, misalnya "Minyak Goreng Pouch 2 L" bukan sekadar "Minyak".
- Barcode dari pabrik, atau barcode buatan sendiri untuk barang tanpa kode.
Contoh di sebuah toko kelontong dengan 250 jenis barang: jika setiap barang punya nama yang tidak kembar dan barang pabrikan dipindai dengan barcode, laporan penjualan per produk sudah cukup rinci untuk mengetahui bahwa minyak 2 L laku 85 pouch sebulan, sedangkan minyak 1 L hanya 40 pouch. Tidak ada informasi tambahan yang diberikan kode SKU di sini.
Kapan SKU mulai berguna
- Banyak varian ukuran dan warna, seperti toko baju atau sepatu. Satu model kaos dengan 4 warna dan 5 ukuran berarti 20 SKU. Kode seperti
KAOS-HTM-Mlebih cepat dicari dan ditulis dibanding nama panjang. Pembahasan khusus ada di aplikasi kasir untuk toko baju. - Berjualan di beberapa tempat, misalnya toko fisik dan marketplace, sehingga butuh kode yang sama di semua catatan.
- Banyak barang tanpa barcode yang perlu dicetak labelnya; nomor barcode buatan Anda bisa sekaligus berfungsi seperti SKU.
Catatan: masalah yang paling sering terjadi di toko kecil bukan karena tidak punya SKU, melainkan nama produk yang tidak konsisten. "Gula 1kg", "Gula pasir 1 kg", dan "GULA" bisa tercatat sebagai tiga barang berbeda, dan stoknya jadi kacau. Panduannya ada di cara memberi nama produk di kasir.
Kombinasi yang praktis untuk warung dan toko kelontong
- Barang pabrikan: pakai barcode pabrik, tidak perlu kode tambahan.
- Barang curah atau bungkus ulang: buat barcode internal, atau jual per nominal.
- Barang dengan beberapa ukuran: satu produk per ukuran, atau satu produk dengan varian, nama jelas.
- Barang yang dijual per dus dan per biji: satu produk dengan satuan tambahan, bukan dua produk. Lihat satuan dus, pak, dan pcs.
Apa pun pilihannya, buat satu aturan dan patuhi bersama siapa pun yang ikut menjaga toko. Konsistensi lebih penting daripada sistem kode yang canggih.
Barcode, nama, dan varian di KasirPOS
Di aplikasi kasir KasirPOS, setiap produk diidentifikasi dengan nama, barcode, dan variannya. Untuk barang tanpa kode, KasirPOS bisa membuatkan barcode. Pemindaian bisa dilakukan dengan kamera iPhone atau iPad, atau scanner Bluetooth/USB yang mengetik langsung ke kolom pencarian. Satuan tambahan seperti dus atau pak juga bisa punya barcode sendiri.
Jika Anda sudah punya daftar barang lengkap di Excel, ratusan produk bisa diimpor sekaligus dengan template yang tersedia, sehingga nama dan barcode tidak perlu diketik satu per satu. Laporan penjualan per produk dan per kategori kemudian bisa di-export ke Excel.
KasirPOS gratis untuk iPhone dan iPad, tanpa batas jumlah produk, dan bisa dipakai tanpa internet. Aplikasi ini dirancang untuk toko dengan satu meja kasir; jika Anda butuh sinkron stok otomatis ke marketplace, Anda perlu jenis sistem lain yang terhubung ke toko online. Informasi lengkap ada di situs KasirPOS, dan aplikasinya bisa Anda unduh di App Store.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa perbedaan SKU dan barcode?
SKU adalah kode internal buatan toko untuk membedakan setiap jenis barang di catatan stok. Barcode adalah simbol garis yang dibaca mesin, biasanya dicetak pabrik dan sama di semua toko.
Apakah toko kelontong wajib punya SKU?
Tidak wajib. Untuk toko kecil, nama produk yang konsisten ditambah barcode pabrik atau barcode buatan sendiri sudah cukup untuk membedakan barang.
Kapan SKU berguna untuk usaha kecil?
Saat barang punya banyak varian ukuran dan warna, seperti toko baju, atau saat barang dijual di beberapa tempat sekaligus dan butuh kode yang sama.
Apakah satu barang bisa punya lebih dari satu barcode?
Bisa. Misalnya bungkus satuan dan dusnya punya barcode berbeda, keduanya mengarah ke barang yang sama dengan satuan berbeda.