Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

Kasir Toko Baju Kecil: Stok per Ukuran dan Warna

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Pembeli menunjuk foto di status WhatsApp Anda: "Kak, kemeja flanel kotak-kotak yang hijau, ukuran L masih ada?" Di catatan tertulis stok 3. Anda bongkar rak dan tumpukan plastik di gudang, yang ketemu hanya M dan XL. Ternyata yang tercatat 3 itu gabungan semua ukuran dan warna. Inilah masalah paling umum toko pakaian kecil, dan alasan utama orang mencari aplikasi kasir toko baju: stok per ukuran dan warna yang tidak sesuai dengan isi rak.

Singkatnya: Untuk toko baju, setiap kombinasi ukuran dan warna harus dicatat sebagai varian dengan stok sendiri, diberi foto dan barcode, lalu dijual dengan scan agar varian yang keluar tepat. Varian yang rapi sejak awal mencegah stok "ada di aplikasi tapi tidak ada di rak".

Kenapa Stok Baju Cepat Berantakan

Satu model kaus bisa punya 4 ukuran dan 5 warna, berarti 20 barang berbeda yang harus dihitung. Kalau Anda mencatatnya sebagai "Kaus polos – 40 pcs", Anda tahu jumlah total tapi tidak tahu apa yang sebenarnya tersedia. Penyebab lain yang sering terjadi:

Menyusun Varian Ukuran dan Warna

Prinsipnya sederhana: satu model = satu produk, setiap kombinasi ukuran dan warna = satu varian dengan stok sendiri.

ProdukVarianStokHarga jual
Kemeja Flanel KotakHijau – M2Rp 135.000
Hijau – L0Rp 135.000
Merah – M3Rp 135.000
Merah – XL1Rp 140.000

Dengan susunan ini, pertanyaan "Hijau L ada?" terjawab dalam dua detik: tidak ada. Anda juga bisa langsung menawarkan alternatif, misalnya Merah L atau Hijau M.

Beberapa aturan penamaan yang membantu:

  1. Urutan tetap: warna dulu, lalu ukuran (atau sebaliknya, asal konsisten).
  2. Ejaan warna dibakukan: "Hijau Army", bukan kadang "Army", kadang "Hijau tentara".
  3. Nama model memuat ciri pembeda: "Kemeja Flanel Kotak Lengan Panjang", bukan hanya "Kemeja".

Pembahasan pola penamaan ada di cara memberi nama produk di kasir.

Foto dan Barcode per Varian

Foto membantu kasir yang belum hafal model, terutama untuk barang yang namanya mirip. Barcode lebih penting lagi: tempel label barcode di hangtag setiap potong, sehingga saat dijual cukup di-scan dan varian yang tercatat pasti sama dengan barang di tangan pembeli.

Kebanyakan baju dari konveksi lokal tidak punya barcode. Anda bisa membuatnya sendiri dan mencetaknya di stiker. Perbedaan kode produk dan barcode dijelaskan di pengertian SKU dan barcode. Contoh pola kode sederhana: FLN-HJ-M untuk Flanel Hijau M. Kode yang bisa dibaca manusia memudahkan saat label rusak.

Catatan: Barcode baru bermanfaat jika semua potong benar-benar dilabel. Satu tumpukan tanpa label akan membuat kasir kembali memilih varian dengan tangan, dan kesalahan datang lagi.

Barang di rak depan dan gudang

Toko baju kecil biasanya memajang satu atau dua potong per varian dan menyimpan sisanya di dalam plastik di gudang atau lemari belakang. Catat lokasi simpan setiap model, misalnya "Rak B2" atau "Lemari belakang, kotak 3", supaya siapa pun yang menjaga toko bisa menemukan ukuran yang diminta tanpa membongkar semuanya. Waktu mencari yang lebih singkat berarti pembeli tidak keburu bosan menunggu dan pergi.

Tukar Ukuran dan Retur

Tukar ukuran adalah hal biasa di toko baju. Agar stok tetap benar, catat pertukarannya, jangan hanya menukar barang di rak. Dua cara yang umum:

Buat aturan tukar yang jelas, misalnya maksimal 3 hari dengan struk dan label masih menempel. Panduan lengkapnya ada di retur penjualan dari pembeli.

Opname Berkala dan Barang yang Tidak Laku

Hitung ulang stok per varian minimal sebulan sekali. Untuk toko baju, opname per rak atau per kategori lebih praktis daripada seluruh toko dalam satu hari. Langkahnya dibahas di cara stock opname.

Data varian juga menunjukkan pola yang sering mengejutkan. Contoh: dari 40 kaus polos, ukuran M dan L habis dalam 3 minggu, sementara S dan XXL tersisa 9 potong setelah 2 bulan. Nilai modal yang tertahan di ukuran yang tidak laku:

VarianSisaModal per potongModal tertahan
S (semua warna)5Rp 38.000Rp 190.000
XXL (semua warna)4Rp 42.000Rp 168.000
TotalRp 358.000

Pada pemesanan berikutnya, Anda tahu harus memesan lebih banyak M dan L dan mengurangi S dan XXL. Sisa yang menumpuk bisa dijual sebagai paket atau diskon akhir musim. Lihat mengatasi barang tidak laku.

KasirPOS sebagai Aplikasi Kasir Toko Baju

KasirPOS, aplikasi kasir dan stok untuk iPhone dan iPad, mendukung kebutuhan toko pakaian kecil dengan satu meja kasir:

Jika Anda ingin setiap kombinasi ukuran dan warna punya hitungan stok yang benar-benar terpisah, cara paling pasti adalah membuat setiap kombinasi sebagai produk tersendiri dengan barcode masing-masing, misalnya "Flanel Kotak Hijau M". Semua fitur gratis tanpa langganan dan bekerja tanpa internet. Aplikasi ini tidak terhubung otomatis dengan toko online atau marketplace, jadi stok yang dijual online perlu dicatat sendiri sebagai transaksi.

Simpulan

Toko baju yang stoknya rapi bukan yang punya alat paling canggih, tetapi yang setiap potongnya jelas variannya, berlabel, dan setiap tukar ukuran dicatat. Mulailah dari model terlaris: susun variannya, tempel barcode, dan jual dengan scan selama sebulan. Unduh KasirPOS di App Store untuk mencobanya di toko Anda, dan baca panduan penggunaannya di situs resmi KasirPOS.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara mencatat stok baju per ukuran dan warna?

Buat satu produk untuk setiap model, lalu jadikan setiap kombinasi ukuran dan warna sebagai varian dengan stok sendiri.

Apakah baju dari konveksi perlu diberi barcode?

Sebaiknya ya. Barcode yang ditempel di hangtag membuat varian yang terjual pasti sesuai dengan barang di tangan pembeli.

Bagaimana mencatat tukar ukuran agar stok tidak salah?

Edit transaksi semula untuk mengganti variannya, atau batalkan transaksi jika barang dikembalikan dengan uang kembali. Jangan hanya menukar barang di rak.

Seberapa sering toko baju perlu stock opname?

Minimal sebulan sekali, lebih mudah dilakukan per rak atau per kategori agar tidak mengganggu jam buka.