Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

Satuan Dus, Pak, dan Pcs: Jual Grosir-Eceran Tanpa Bingung

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Anda kulakan mi instan 5 dus, menulis "stok mi: 5". Siangnya ada yang beli 3 bungkus, sorenya tetangga borong 1 dus untuk hajatan. Malam harinya catatan menunjukkan stok mi tinggal 1, padahal di gudang masih ada 3 dus lebih. Atau sebaliknya, catatan bilang masih banyak, ternyata rak kosong. Masalahnya sama: barang dibeli dalam satu satuan, dijual dalam satuan lain, dan tidak ada aturan konversi yang tetap.

Artikel ini membahas cara mengatur satuan barang dus, pak, dan pcs supaya Anda bisa melayani pembeli eceran dan grosir sekaligus tanpa membuat stok kacau.

Singkatnya: tentukan satu satuan dasar untuk setiap barang, yaitu satuan terkecil yang Anda jual (biasanya pcs atau bungkus). Satuan lebih besar seperti pak dan dus hanyalah kelipatan tetap dari satuan dasar, dengan harga sendiri. Stok selalu dihitung dalam satuan terkecil.

Satuan barang dus dan pcs: mulai dari satuan dasar

Satuan dasar adalah satuan terkecil yang benar-benar Anda jual. Untuk mi instan, satuan dasarnya bungkus. Untuk air mineral, botol. Untuk rokok yang dijual per batang, batang, bukan bungkus.

Begitu satuan dasar ditetapkan, semua catatan stok memakai satuan itu:

Sisa 157 bungkus bisa Anda terjemahkan ke dalam bahasa gudang: 3 dus dan 37 bungkus lepasan. Tidak ada lagi angka "stok 1" yang membingungkan.

Buat tabel konversi untuk barang yang dijual dalam beberapa satuan

Konversi harus tetap dan tertulis. Kalau satu merek mengganti isi dus dari 40 menjadi 30, buat catatan baru. Contoh tabel konversi (angka karangan):

BarangSatuan dasarSatuan besarIsi
Mi instan gorengbungkusikat / dus5 / 40
Air mineral 600 mlbotoldus24
Kopi sachetsachetrenceng10
Sabun batangpcspak4

Simpan tabel ini di dekat meja kasir atau di aplikasi, terutama jika ada orang lain yang ikut menjaga toko.

Menentukan harga eceran dan grosir per satuan

Setiap satuan punya harga jualnya sendiri. Biasanya makin besar satuan, makin murah harga per satuan dasarnya, karena pembeli grosir membantu barang Anda berputar lebih cepat. Contoh hitungan mi instan, dengan harga beli Rp 112.000 per dus (Rp 2.800 per bungkus):

SatuanHarga jualHarga per bungkusUntung per bungkus
1 bungkusRp 3.500Rp 3.500Rp 700
1 ikat (5)Rp 16.500Rp 3.300Rp 500
1 dus (40)Rp 125.000Rp 3.125Rp 325

Untung per bungkus memang lebih tipis di penjualan dus, tapi satu transaksi dus menghasilkan Rp 13.000 dan menghabiskan 40 bungkus sekaligus. Yang penting, setiap harga satuan besar tetap di atas harga modal. Untuk menyusun harga bertingkat dengan lebih sistematis, baca strategi harga grosir bertingkat.

Contoh kedua, air mineral 600 ml dibeli Rp 48.000 per dus isi 24 (Rp 2.000 per botol). Dijual Rp 3.000 per botol atau Rp 60.000 per dus. Pembeli dus menghemat Rp 12.000, dan Anda tetap untung Rp 12.000 per dus.

Beda satuan besar dan harga grosir per jumlah

Ada dua cara memberi harga grosir, dan keduanya boleh dipakai bersamaan:

Kesalahan umum saat menjual dus dan eceran

Catatan: untuk barang curah seperti beras, gula, atau minyak yang dijual per kilo atau per liter, satuan dasarnya kg atau liter. Pembeli yang minta "beras Rp 10.000" bisa dilayani dengan penjualan per nominal. Lihat jual per nominal di KasirPOS.

Saat dus dibongkar untuk eceran

Jika stok dihitung dalam satuan dasar, membongkar dus tidak perlu dicatat sama sekali. Stok mi tetap 157 bungkus, baik masih di dalam dus maupun sudah berjajar di rak. Inilah keuntungan terbesar satuan dasar: tidak ada "pindah stok" antara gudang dan etalase.

Yang perlu diperhatikan hanya ketersediaan dus utuh. Kalau pembeli grosir datang minta 2 dus, sementara semua dus sudah dibongkar, Anda bisa kehilangan penjualan besar. Kebiasaan sederhana yang membantu:

Mengatur satuan dus, pak, dan pcs di KasirPOS

Di aplikasi kasir KasirPOS, satu produk bisa diberi satuan tambahan seperti dus atau pak, masing-masing dengan harga dan barcode sendiri, sehingga Anda tidak perlu membuat produk kembar untuk versi dus. Setelah mengatur satuan tambahan, coba satu transaksi penjualan dus, cek riwayat stok untuk memastikan pengurangannya sesuai isi dus yang Anda harapkan, lalu batalkan transaksi percobaan itu. Stoknya akan kembali seperti semula.

Selain itu:

  1. Harga grosir bisa berlaku otomatis berdasarkan jumlah beli, atau dipilih manual oleh kasir.
  2. Pelanggan tertentu, misalnya pemilik warung kecil yang kulakan di toko Anda, bisa diberi harga grosir khusus.
  3. Barcode dus dan barcode pcs bisa dipindai dengan kamera iPhone atau iPad, atau dengan scanner Bluetooth/USB.
  4. Ratusan produk beserta harganya bisa diimpor dari file Excel/CSV dengan template yang tersedia.

Penjelasan rinci pengaturannya ada di harga grosir dan satuan di KasirPOS. Semua fitur gratis tanpa batas jumlah produk, bisa dipakai tanpa internet, khusus iPhone dan iPad. Info lengkap di situs KasirPOS, atau unduh KasirPOS di App Store.

Pertanyaan yang sering diajukan

Stok sebaiknya dihitung dalam dus atau pcs?

Dalam satuan terkecil yang Anda jual, biasanya pcs atau bungkus. Satuan besar seperti dus dan pak hanyalah kelipatan tetap dari satuan dasar.

Bagaimana mencatat pembelian per dus jika dijual per biji?

Kalikan jumlah dus dengan isinya. Membeli 5 dus mi isi 40 berarti stok bertambah 200 bungkus, dan harga modal per bungkus adalah harga dus dibagi 40.

Apakah perlu membuat produk terpisah untuk versi dus?

Sebaiknya tidak. Produk terpisah membuat stok dus dan eceran tidak terhubung. Lebih baik satu produk dengan satuan tambahan yang punya harga dan barcode sendiri.

Berapa selisih harga dus dan eceran yang wajar?

Tidak ada angka baku. Yang penting harga per satuan dasar di satuan besar tetap di atas harga modal, dan selisihnya cukup menarik bagi pembeli grosir.