Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

Sales Datang Lagi: Cara Menentukan Jumlah Order yang Tepat

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Sales datang hari Selasa, membawa daftar promo dan kalimat andalan: "Ambil sepuluh dus aja, Bu, mumpung ada bonus." Anda mengangguk, nota ditandatangani, dan dua minggu kemudian lima dus masih menumpuk di gudang sementara uang laci menipis. Di sisi lain, barang yang benar-benar laris justru kosong sebelum sales berikutnya datang. Kalau pola ini terasa akrab, yang hilang bukan kemampuan menawar, tetapi cara order barang ke sales yang berpatokan pada angka Anda sendiri.

Singkatnya: jumlah order = perkiraan barang terjual sampai kunjungan sales berikutnya (ditambah sedikit cadangan) − sisa stok hari ini. Siapkan angkanya sebelum sales datang, dari catatan penjualan dan hitungan rak, supaya keputusan ada di tangan Anda, bukan di bujukan promo.

Kenapa order ke sales sering meleset

Sales punya target, dan itu wajar. Masalahnya muncul kalau satu-satunya data di meja adalah data dari sales: promo, bonus, "stok terbatas". Pemilik warung yang tidak punya catatan sendiri akhirnya menebak, dan tebakan biasanya dipengaruhi suasana hati atau kondisi rak hari itu. Tiga kesalahan yang paling sering:

Cara order barang ke sales dengan rumus sederhana

Anda hanya butuh tiga angka untuk setiap barang:

  1. Rata-rata terjual per hari. Ambil total penjualan dua sampai empat minggu terakhir, bagi dengan jumlah hari.
  2. Jarak kunjungan sales. Misalnya sales minuman datang tiap 7 hari, sales sabun tiap 14 hari.
  3. Sisa stok sekarang. Hitung di rak dan gudang, atau lihat di aplikasi kasir kalau stoknya rapi.

Lalu:

Order = (rata-rata harian × jarak kunjungan) + cadangan − sisa stok

Cadangan adalah stok pengaman untuk hari yang lebih ramai dari biasanya atau sales yang terlambat datang. Untuk warung kecil, cadangan dua sampai tiga hari penjualan biasanya cukup sebagai titik awal. Konsep ini dibahas lebih dalam di artikel safety stock untuk toko kecil.

Contoh perhitungan untuk sales minuman

Sales minuman datang setiap Selasa (jarak 7 hari). Cadangan diambil 2 hari. Data ini hanya contoh:

BarangTerjual/hariButuh 7+2 hariSisa stokOrder (pcs)Dibulatkan
Teh botol 350 ml87220522 dus (48)
Air mineral 600 ml1210830783 dus (72) + cek lagi
Minuman isotonik21822−4Tidak order
Kopi kaleng1936Setengah dus jika bisa

Perhatikan minuman isotonik: hasilnya minus, artinya stok masih cukup. Kalau sales menawarkan promo isotonik, Anda bisa menolak dengan tenang karena punya alasan berbasis angka. Untuk air mineral, pembulatan ke bawah (72) berarti Anda mungkin kurang 6 botol menjelang akhir minggu; pertimbangkan apakah air mineral termasuk barang yang tidak boleh kosong.

Menghadapi promo dan bonus dari sales

Promo tidak selalu buruk. Yang perlu Anda hitung adalah berapa lama barang ekstra itu akan diam di rak. Contoh: harga modal satu dus Rp 60.000, promonya "beli 10 dus gratis 1". Kebutuhan normal Anda hanya 3 dus per kunjungan mingguan.

Hematnya satu dus, sekitar Rp 60.000. Tapi Rp 420.000 tambahan tertahan di gudang hampir sebulan. Kalau uang itu sebenarnya dibutuhkan untuk beras, gas, atau minyak yang lebih cepat berputar, promo tadi justru merugikan. Ambil promo hanya jika barangnya laris, tidak cepat kedaluwarsa, dan uangnya memang sedang menganggur.

Catatan: waspadai juga tanggal kedaluwarsa. Barang promo kadang barang yang sisa umurnya pendek. Cek tanggal di kemasan sebelum tanda tangan nota.

Mendapatkan data penjualan tanpa aplikasi

Kalau Anda belum memakai aplikasi kasir, tetap bisa. Caranya:

  1. Pilih 15–20 barang yang dipasok sales dan paling sering terjual.
  2. Setiap kali sales datang, catat di buku: tanggal, sisa stok tiap barang, dan jumlah yang dibeli.
  3. Di kunjungan berikutnya, hitung terjual = sisa lalu + dibeli − sisa sekarang.
  4. Bagi dengan jumlah hari di antara kunjungan untuk mendapat rata-rata harian.

Setelah dua sampai tiga kunjungan, angka Anda sudah cukup bisa dipercaya. Cara ini juga membantu menentukan batas bawah stok sebelum kulakan; lihat cara menentukan stok minimum.

Menyiapkan order ke sales dengan KasirPOS

Di aplikasi kasir gratis untuk iPhone dan iPad ini, setiap penjualan otomatis mengurangi stok, sehingga dua dari tiga angka tadi sudah tersedia tanpa menghitung manual:

Setelah barang dari sales diterima, catat sebagai pembelian dari supplier. KasirPOS akan menambah stok dan menghitung ulang harga modal rata-rata, dan jika Anda belum membayar (tempo), pembelian itu tercatat sebagai utang ke supplier. Panduannya ada di mencatat pembelian supplier di KasirPOS, dan untuk mengatur pembayaran tempo, baca utang ke supplier yang jatuh tempo.

Kebiasaan yang membantu: sehari sebelum jadwal sales, buka laporan penjualan per produk, tulis jumlah order di catatan HP, lalu cocokkan dengan rak pagi harinya. Saat sales datang, Anda tinggal membacakan daftar.

Kalau Anda ingin melihat fitur pencatatan stok dan pembelian lainnya, kunjungi situs resmi KasirPOS.

Ringkasnya: Anda yang menentukan angka

Sales membantu Anda mendapatkan barang, tetapi jumlahnya harus datang dari penjualan Anda sendiri. Mulai dari barang yang paling banyak menghabiskan uang kulakan, pakai rumus perkiraan terjual sampai kunjungan berikutnya dikurangi sisa stok, dan jadikan promo sebagai pertimbangan tambahan, bukan alasan utama. Kalau ingin catatan penjualan dan stok itu terkumpul otomatis, unduh KasirPOS di App Store; semua fiturnya gratis dan bekerja tanpa internet.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara menghitung jumlah order barang ke sales?

Kalikan rata-rata terjual per hari dengan jarak hari sampai kunjungan sales berikutnya, tambahkan cadangan beberapa hari, lalu kurangi sisa stok sekarang.

Apakah promo dari sales selalu menguntungkan?

Tidak selalu. Hitung berapa lama barang ekstra baru habis dan apakah uangnya lebih dibutuhkan untuk barang yang lebih cepat laku.

Berapa cadangan stok yang wajar untuk warung?

Sebagai titik awal, cadangan dua sampai tiga hari penjualan sudah cukup untuk banyak warung. Sesuaikan jika sales sering terlambat atau barangnya tidak boleh kosong.

Bagaimana kalau belum punya aplikasi kasir?

Catat sisa stok dan jumlah beli setiap kunjungan sales di buku. Dari dua atau tiga kunjungan, Anda bisa menghitung rata-rata terjual per hari.