Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

Mencatat Pembelian Supplier di KasirPOS: Stok dan Harga Modal

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Tiga bulan lalu Anda memasukkan harga modal minyak goreng 2 liter Rp 32.000. Sejak itu harganya sudah naik dua kali di grosir, tetapi di aplikasi kasir angkanya tidak pernah diganti. Akibatnya laporan bilang untung minyak Rp 6.000 per botol, padahal untuk barang yang baru datang kenyataannya tinggal Rp 2.000. Masalah seperti ini muncul karena barang masuk tidak pernah dicatat sebagai pembelian. Panduan ini menjelaskan cara memakai aplikasi kasir untuk pembelian supplier di KasirPOS, sehingga stok dan harga modal ikut terbarui setiap kali Anda kulakan.

Singkatnya: setiap barang datang dari supplier, catat sebagai pembelian, bukan sekadar menambah stok. KasirPOS akan menambah stok, menghitung ulang harga modal rata-rata (moving average) secara otomatis, mencatat supplier, dan menandai pembelian yang belum lunas. Laba di laporan pun mengikuti harga beli terbaru.

Kenapa harga modal di aplikasi sering "basi"

Banyak pemilik toko menambah stok dengan cara cepat: buka produk, ubah angka stok dari 12 menjadi 36, selesai. Cara ini membuat stok benar, tetapi ada tiga hal yang hilang:

Dengan mencatat pembelian, satu kali input memperbarui ketiganya sekaligus.

Bagaimana harga modal rata-rata dihitung

KasirPOS memakai metode rata-rata bergerak (moving average). Setiap ada pembelian, harga modal dihitung ulang dari stok lama dan stok baru. Contoh minyak goreng 2 liter:

Keterangan (contoh)JumlahHarga per botolNilai
Sisa stok lama8 botolRp 32.000Rp 256.000
Pembelian baru24 botolRp 36.000Rp 864.000
Total32 botolRp 1.120.000
Harga modal rata-rata baruRp 35.000

Rp 1.120.000 dibagi 32 botol menghasilkan Rp 35.000. Kalau harga jual Anda Rp 38.000, laba per botol sekarang Rp 3.000, bukan Rp 6.000 seperti yang terlihat bila harga modal masih Rp 32.000. Angka inilah yang perlu Anda lihat sebelum memutuskan apakah harga jual harus naik. Penjelasan metodenya ada di artikel harga pokok rata-rata moving average.

Langkah mencatat pembelian supplier

  1. Daftarkan supplier sekali saja. Misalnya "Toko Grosir Sumber Rejeki" atau "Sales minyak Pak Darto", agar setiap pembelian berikutnya tinggal memilih nama.
  2. Buat pembelian baru dari bagian pembelian di aplikasi, lalu pilih suppliernya.
  3. Masukkan barang yang datang beserta jumlah dan harga beli per satuan sesuai nota.
  4. Periksa total dengan nota fisik. Kalau nota bilang Rp 1.452.000 dan aplikasi bilang Rp 1.425.000, berarti ada salah ketik.
  5. Tentukan status bayar: lunas, atau belum lunas bila sales memberi tempo.
  6. Simpan. Stok bertambah, harga modal rata-rata dihitung ulang, dan pengeluaran tercatat.

Simpan juga nota fisiknya di map per bulan. Catatan di aplikasi dan kertas nota saling menguatkan bila suatu saat ada selisih. Prinsip umum pencatatan barang masuk dibahas di artikel cara mencatat pembelian barang dagang.

Pembelian belum lunas: jangan sampai lupa tempo

Banyak sales grosir memberi tempo satu atau dua minggu. Masalahnya, catatan tempo sering hanya di kepala atau di nota yang terselip. Di KasirPOS, pembelian yang belum lunas tetap tercatat beserta suppliernya, sehingga Anda bisa melihat daftar kewajiban kapan saja.

Supplier (contoh)Tanggal beliTotalStatus
Sales rokok3 NovRp 2.400.000Belum lunas
Agen beras4 NovRp 1.650.000Lunas
Distributor minuman6 NovRp 980.000Belum lunas

Dengan daftar seperti ini, Anda tahu total yang harus disiapkan minggu depan adalah Rp 3.380.000. Saat pembayaran dilakukan, catat dari dompet yang sesuai, misalnya dari laci atau rekening bank. Tips mengatur tempo ada di artikel utang ke supplier jatuh tempo.

Kalau pembelian batal atau salah input

Kadang barang sudah dicatat, lalu ternyata sales salah kirim dan barangnya dibawa pulang lagi. Di KasirPOS, menghapus pembelian yang batal akan mengembalikan stok dan pengeluarannya, jadi Anda tidak perlu mengoreksi angka satu per satu. Untuk barang yang dikembalikan sebagian, misalnya 2 dus mi yang penyok, baca panduan retur barang ke supplier.

Catatan: untuk kedai dan warung makan yang memakai resep, pembelian bahan baku seperti kopi bubuk, susu, atau gula juga memperbarui harga modal bahan. Biaya per gelas atau per porsi ikut menyesuaikan dengan harga bahan terbaru.

Kalau masih mencatat di buku

Prinsip yang sama bisa dijalankan secara manual. Siapkan satu buku pembelian dengan kolom tanggal, supplier, nama barang, jumlah, harga satuan, total, dan status bayar. Setiap kali harga satuan berbeda dari pembelian sebelumnya, hitung ulang harga modal dengan rumus rata-rata seperti contoh minyak di atas, lalu tulis di kartu stok barang itu.

Masalahnya, untuk toko dengan 300 jenis barang dan kulakan dua kali seminggu, hitungan ini cepat menumpuk. Biasanya yang terjadi adalah pemilik berhenti menghitung ulang, dan harga modal kembali basi. Di sinilah aplikasi membantu: rumus yang sama dijalankan otomatis setiap kali pembelian disimpan, tanpa Anda membuka kalkulator. Bila bahan baku kedai Anda naik dan Anda perlu menyesuaikan harga menu, lihat juga panduan memperbarui HPP menu saat harga bahan naik.

Kebiasaan kecil yang membuat data pembelian berguna

Pencatatan pembelian, supplier, dan harga modal rata-rata tersedia gratis di KasirPOS untuk iPhone dan iPad, tanpa batas jumlah produk. Lihat fitur lengkap aplikasi kasir KasirPOS dan unduh KasirPOS di App Store. Setelah kulakan dicatat dengan benar, harga modal tidak lagi tertinggal dari harga grosir; aplikasi menghitungnya ulang setiap kali barang datang, dan informasi tambahan selalu bisa Anda cari di halaman bantuan KasirPOS.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya mencatat pembelian dengan langsung menambah stok?

Menambah stok hanya mengubah jumlah barang. Mencatat pembelian juga memperbarui harga modal rata-rata, mencatat uang keluar, dan menyimpan riwayat supplier.

Bagaimana KasirPOS menghitung harga modal setelah pembelian?

Dengan rata-rata bergerak: nilai stok lama ditambah nilai pembelian baru, lalu dibagi jumlah stok total. Contohnya 8 botol Rp 32.000 dan 24 botol Rp 36.000 menghasilkan modal rata-rata Rp 35.000.

Bisakah mencatat pembelian yang belum dibayar ke supplier?

Bisa. Tandai pembelian sebagai belum lunas, lalu catat pembayarannya saat jatuh tempo dari dompet yang dipakai.

Apa yang terjadi jika pembelian yang batal dihapus?

Stok dan pengeluaran dari pembelian itu dikembalikan, sehingga Anda tidak perlu mengoreksinya secara manual.