Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

Debit dan Kredit untuk Pemilik Warung, Tanpa Istilah Ribet

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Anda membuka buku akuntansi atau video tutorial pembukuan, dan langsung bertemu kalimat seperti "kas bertambah dicatat di debit, pendapatan dicatat di kredit". Lalu bingung: bukankah "kredit" itu artinya utang atau cicilan? Bukankah "debit" itu kartu ATM? Karena istilahnya membingungkan, mencatat keuangan warung pun terasa menakutkan dan akhirnya tidak dilakukan sama sekali. Artikel ini menjelaskan debit dan kredit adalah apa, memakai contoh uang laci warung, tanpa istilah yang tidak perlu.

Singkatnya: debit dan kredit hanyalah nama dua kolom, kiri dan kanan, dalam pembukuan berpasangan. Untuk uang (kas dan bank), debit berarti uang bertambah dan kredit berarti uang berkurang. Setiap transaksi selalu dicatat di dua tempat dengan jumlah sama. Pemilik warung tidak wajib membuat jurnal; memahami uang masuk, uang keluar, dan dari kantong mana sudah cukup untuk tahu untung rugi.

Debit dan kredit adalah nama kolom, bukan baik dan buruk

Dalam akuntansi, setiap catatan punya dua sisi: debit (sisi kiri) dan kredit (sisi kanan). Istilah ini tidak berarti "untung" atau "rugi", juga tidak berarti "kartu debit" atau "kredit motor". Keduanya hanya penanda arah.

Untuk pemilik warung, satu aturan ini sudah menjelaskan sebagian besar kebingungan:

Jenis catatanBertambah dicatat diBerkurang dicatat di
Uang laci, rekening bank, stok, kasbon pelanggan (yang Anda miliki)DebitKredit
Utang ke supplier, modal pemilik (yang Anda tanggung)KreditDebit
Penjualan dan pemasukanKredit-
Biaya dan pengeluaranDebit-

Tidak perlu dihafal. Cukup pahami bahwa setiap kejadian punya dua sisi: uang datang dari suatu tempat dan pergi ke tempat lain.

Contoh dengan uang laci: satu kejadian, dua catatan

Pembukuan berpasangan (double entry) artinya setiap transaksi dicatat dua kali dengan jumlah yang sama, satu di debit dan satu di kredit. Berikut contoh rekaan satu hari di warung:

KejadianDebitKreditBahasa sehari-hari
Jual sembako tunai Rp 85.000Kas laci Rp 85.000Penjualan Rp 85.000Uang laci bertambah karena ada penjualan
Bu Ani ambil barang Rp 40.000, bayar nantiPiutang Bu Ani Rp 40.000Penjualan Rp 40.000Ada penjualan, tapi uangnya masih di Bu Ani
Beli telur dari supplier tunai Rp 300.000Persediaan Rp 300.000Kas laci Rp 300.000Uang laci berubah jadi stok telur
Bayar token listrik Rp 100.000Beban listrik Rp 100.000Kas laci Rp 100.000Uang laci keluar untuk biaya
Setor uang laci ke bank Rp 500.000Bank Rp 500.000Kas laci Rp 500.000Uang pindah kantong, tidak ada untung rugi
Ambil galon dari agen, bayar minggu depan Rp 180.000Persediaan Rp 180.000Utang supplier Rp 180.000Stok bertambah, utang ke agen juga bertambah

Perhatikan kolom terakhir. Semua yang dilakukan jurnal akuntansi sebenarnya bisa diucapkan dengan bahasa sehari-hari. Contoh setoran bank juga menunjukkan kenapa setoran bukan pengeluaran; penjelasan lengkapnya ada di setor uang laci ke bank bukan pengeluaran.

Kenapa di rekening koran bank artinya terasa terbalik?

Ini sumber kebingungan yang sangat umum. Di mutasi rekening, uang masuk ke rekening Anda sering ditandai "kredit" (CR), dan uang keluar ditandai "debit" (DB). Padahal tadi dikatakan uang bertambah dicatat di debit.

Jawabannya: mutasi rekening dibuat dari sudut pandang bank. Bagi bank, saldo tabungan Anda adalah utang bank kepada Anda. Saat Anda menyetor, utang bank bertambah, jadi bank mencatatnya di kredit. Di buku warung Anda sendiri, setoran yang sama dicatat sebagai debit Bank, karena uang milik Anda bertambah. Keduanya benar, hanya dilihat dari pihak yang berbeda.

Perlukah pemilik warung membuat jurnal debit-kredit?

Untuk menjalankan warung sehari-hari, umumnya tidak wajib. Yang Anda butuhkan adalah jawaban atas pertanyaan praktis: berapa penjualan, berapa biaya, berapa laba, berapa kasbon yang belum kembali, dan uang ada di laci atau di bank. Empat catatan sederhana sudah cukup untuk itu; lihat pembukuan sederhana untuk warung.

Pemahaman debit-kredit mulai berguna ketika:

Catatan: artikel ini menjelaskan konsep dasar, bukan panduan menyusun laporan keuangan resmi atau laporan pajak. Untuk kewajiban pajak, cek ketentuan terbaru di situs Direktorat Jenderal Pajak atau tanyakan ke petugas pajak.

Tiga kebiasaan yang menggantikan jurnal

Kalau Anda ingin manfaat pembukuan berpasangan tanpa menulis jurnal, cukup jalankan tiga kebiasaan ini:

  1. Setiap uang keluar, tulis untuk apa dan dari mana. "Rp 100.000 token listrik, dari laci" sudah berisi sisi debit (beban listrik) dan kredit (kas laci).
  2. Bedakan pindah kantong dari biaya. Setor ke bank, tarik tunai untuk laci, dan memindahkan saldo QRIS ke rekening bukan biaya.
  3. Catat penjualan yang belum dibayar. Kasbon adalah penjualan yang uangnya belum masuk, jadi harus tercatat atas nama orangnya. Perbedaannya dengan utang Anda sendiri dijelaskan di perbedaan utang dan piutang.

KasirPOS mengurus sisi teknisnya

Aplikasi kasir KasirPOS tidak meminta Anda memahami debit dan kredit. Anda cukup melakukan hal yang memang sudah biasa dilakukan: menjual, mencatat pembelian dari supplier, mencatat pengeluaran, dan mencatat kasbon. Di belakang layar, setiap kejadian memengaruhi tempat yang benar:

Hasilnya, laporan laba rugi dan laporan arus kas tersedia tanpa jurnal manual. KasirPOS bukan aplikasi akuntansi atau pelaporan pajak, tapi cukup untuk pemilik warung yang ingin tahu untung rugi dengan jelas. Semua fitur gratis dan berjalan offline di iPhone dan iPad. Pelajari fitur lengkap KasirPOS atau unduh KasirPOS di App Store.

Jadi, jangan biarkan dua kata asing menghentikan Anda mencatat. Uang masuk, uang keluar, dan dari kantong mana: itulah inti debit-kredit dalam bahasa warung.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa arti debit dan kredit dalam pembukuan?

Debit dan kredit adalah dua sisi pencatatan, kiri dan kanan. Untuk kas dan rekening bank, debit berarti uang bertambah dan kredit berarti uang berkurang.

Kenapa di mutasi bank uang masuk disebut kredit?

Mutasi rekening dibuat dari sudut pandang bank. Bagi bank, saldo Anda adalah utang bank kepada Anda, sehingga setoran dicatat bank di sisi kredit.

Apakah pemilik warung wajib membuat jurnal debit-kredit?

Untuk mengetahui untung rugi, umumnya tidak wajib. Catatan penjualan, pembelian, pengeluaran, dan utang yang rutin sudah cukup untuk usaha kecil.

Kasbon pelanggan dicatat di debit atau kredit?

Kasbon pelanggan adalah piutang, yaitu harta usaha, sehingga bertambahnya dicatat di debit dan pasangannya adalah penjualan di kredit.