Anda membuka buku akuntansi atau video tutorial pembukuan, dan langsung bertemu kalimat seperti "kas bertambah dicatat di debit, pendapatan dicatat di kredit". Lalu bingung: bukankah "kredit" itu artinya utang atau cicilan? Bukankah "debit" itu kartu ATM? Karena istilahnya membingungkan, mencatat keuangan warung pun terasa menakutkan dan akhirnya tidak dilakukan sama sekali. Artikel ini menjelaskan debit dan kredit adalah apa, memakai contoh uang laci warung, tanpa istilah yang tidak perlu.
Singkatnya: debit dan kredit hanyalah nama dua kolom, kiri dan kanan, dalam pembukuan berpasangan. Untuk uang (kas dan bank), debit berarti uang bertambah dan kredit berarti uang berkurang. Setiap transaksi selalu dicatat di dua tempat dengan jumlah sama. Pemilik warung tidak wajib membuat jurnal; memahami uang masuk, uang keluar, dan dari kantong mana sudah cukup untuk tahu untung rugi.
Debit dan kredit adalah nama kolom, bukan baik dan buruk
Dalam akuntansi, setiap catatan punya dua sisi: debit (sisi kiri) dan kredit (sisi kanan). Istilah ini tidak berarti "untung" atau "rugi", juga tidak berarti "kartu debit" atau "kredit motor". Keduanya hanya penanda arah.
Untuk pemilik warung, satu aturan ini sudah menjelaskan sebagian besar kebingungan:
| Jenis catatan | Bertambah dicatat di | Berkurang dicatat di |
|---|---|---|
| Uang laci, rekening bank, stok, kasbon pelanggan (yang Anda miliki) | Debit | Kredit |
| Utang ke supplier, modal pemilik (yang Anda tanggung) | Kredit | Debit |
| Penjualan dan pemasukan | Kredit | - |
| Biaya dan pengeluaran | Debit | - |
Tidak perlu dihafal. Cukup pahami bahwa setiap kejadian punya dua sisi: uang datang dari suatu tempat dan pergi ke tempat lain.
Contoh dengan uang laci: satu kejadian, dua catatan
Pembukuan berpasangan (double entry) artinya setiap transaksi dicatat dua kali dengan jumlah yang sama, satu di debit dan satu di kredit. Berikut contoh rekaan satu hari di warung:
| Kejadian | Debit | Kredit | Bahasa sehari-hari |
|---|---|---|---|
| Jual sembako tunai Rp 85.000 | Kas laci Rp 85.000 | Penjualan Rp 85.000 | Uang laci bertambah karena ada penjualan |
| Bu Ani ambil barang Rp 40.000, bayar nanti | Piutang Bu Ani Rp 40.000 | Penjualan Rp 40.000 | Ada penjualan, tapi uangnya masih di Bu Ani |
| Beli telur dari supplier tunai Rp 300.000 | Persediaan Rp 300.000 | Kas laci Rp 300.000 | Uang laci berubah jadi stok telur |
| Bayar token listrik Rp 100.000 | Beban listrik Rp 100.000 | Kas laci Rp 100.000 | Uang laci keluar untuk biaya |
| Setor uang laci ke bank Rp 500.000 | Bank Rp 500.000 | Kas laci Rp 500.000 | Uang pindah kantong, tidak ada untung rugi |
| Ambil galon dari agen, bayar minggu depan Rp 180.000 | Persediaan Rp 180.000 | Utang supplier Rp 180.000 | Stok bertambah, utang ke agen juga bertambah |
Perhatikan kolom terakhir. Semua yang dilakukan jurnal akuntansi sebenarnya bisa diucapkan dengan bahasa sehari-hari. Contoh setoran bank juga menunjukkan kenapa setoran bukan pengeluaran; penjelasan lengkapnya ada di setor uang laci ke bank bukan pengeluaran.
Kenapa di rekening koran bank artinya terasa terbalik?
Ini sumber kebingungan yang sangat umum. Di mutasi rekening, uang masuk ke rekening Anda sering ditandai "kredit" (CR), dan uang keluar ditandai "debit" (DB). Padahal tadi dikatakan uang bertambah dicatat di debit.
Jawabannya: mutasi rekening dibuat dari sudut pandang bank. Bagi bank, saldo tabungan Anda adalah utang bank kepada Anda. Saat Anda menyetor, utang bank bertambah, jadi bank mencatatnya di kredit. Di buku warung Anda sendiri, setoran yang sama dicatat sebagai debit Bank, karena uang milik Anda bertambah. Keduanya benar, hanya dilihat dari pihak yang berbeda.
Perlukah pemilik warung membuat jurnal debit-kredit?
Untuk menjalankan warung sehari-hari, umumnya tidak wajib. Yang Anda butuhkan adalah jawaban atas pertanyaan praktis: berapa penjualan, berapa biaya, berapa laba, berapa kasbon yang belum kembali, dan uang ada di laci atau di bank. Empat catatan sederhana sudah cukup untuk itu; lihat pembukuan sederhana untuk warung.
Pemahaman debit-kredit mulai berguna ketika:
- Anda menyusun neraca sederhana untuk melihat nilai seluruh harta dan utang usaha. Contohnya ada di neraca sederhana UMKM.
- Bank atau koperasi meminta laporan keuangan untuk pengajuan pinjaman. Baca laporan keuangan untuk pengajuan KUR.
- Usaha sudah cukup besar sehingga Anda bekerja sama dengan pembukuan profesional atau konsultan.
Catatan: artikel ini menjelaskan konsep dasar, bukan panduan menyusun laporan keuangan resmi atau laporan pajak. Untuk kewajiban pajak, cek ketentuan terbaru di situs Direktorat Jenderal Pajak atau tanyakan ke petugas pajak.
Tiga kebiasaan yang menggantikan jurnal
Kalau Anda ingin manfaat pembukuan berpasangan tanpa menulis jurnal, cukup jalankan tiga kebiasaan ini:
- Setiap uang keluar, tulis untuk apa dan dari mana. "Rp 100.000 token listrik, dari laci" sudah berisi sisi debit (beban listrik) dan kredit (kas laci).
- Bedakan pindah kantong dari biaya. Setor ke bank, tarik tunai untuk laci, dan memindahkan saldo QRIS ke rekening bukan biaya.
- Catat penjualan yang belum dibayar. Kasbon adalah penjualan yang uangnya belum masuk, jadi harus tercatat atas nama orangnya. Perbedaannya dengan utang Anda sendiri dijelaskan di perbedaan utang dan piutang.
KasirPOS mengurus sisi teknisnya
Aplikasi kasir KasirPOS tidak meminta Anda memahami debit dan kredit. Anda cukup melakukan hal yang memang sudah biasa dilakukan: menjual, mencatat pembelian dari supplier, mencatat pengeluaran, dan mencatat kasbon. Di belakang layar, setiap kejadian memengaruhi tempat yang benar:
- Penjualan tunai menambah saldo dompet laci; pembayaran QRIS atau transfer menambah dompet yang Anda pilih.
- Pembelian stok menambah persediaan dan menghitung ulang harga modal rata-rata.
- Pembeli yang membayar kurang tercatat di Buku Utang.
- Setoran ke bank dicatat sebagai transfer antar dompet, sehingga laba tidak berubah.
Hasilnya, laporan laba rugi dan laporan arus kas tersedia tanpa jurnal manual. KasirPOS bukan aplikasi akuntansi atau pelaporan pajak, tapi cukup untuk pemilik warung yang ingin tahu untung rugi dengan jelas. Semua fitur gratis dan berjalan offline di iPhone dan iPad. Pelajari fitur lengkap KasirPOS atau unduh KasirPOS di App Store.
Jadi, jangan biarkan dua kata asing menghentikan Anda mencatat. Uang masuk, uang keluar, dan dari kantong mana: itulah inti debit-kredit dalam bahasa warung.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa arti debit dan kredit dalam pembukuan?
Debit dan kredit adalah dua sisi pencatatan, kiri dan kanan. Untuk kas dan rekening bank, debit berarti uang bertambah dan kredit berarti uang berkurang.
Kenapa di mutasi bank uang masuk disebut kredit?
Mutasi rekening dibuat dari sudut pandang bank. Bagi bank, saldo Anda adalah utang bank kepada Anda, sehingga setoran dicatat bank di sisi kredit.
Apakah pemilik warung wajib membuat jurnal debit-kredit?
Untuk mengetahui untung rugi, umumnya tidak wajib. Catatan penjualan, pembelian, pengeluaran, dan utang yang rutin sudah cukup untuk usaha kecil.
Kasbon pelanggan dicatat di debit atau kredit?
Kasbon pelanggan adalah piutang, yaitu harta usaha, sehingga bertambahnya dicatat di debit dan pasangannya adalah penjualan di kredit.