Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

Barang Tidak Laku di Warung: Cara Mengenali dan Menghabiskannya

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Di rak paling atas ada enam botol sirup rasa melon yang dibeli karena ditawari sales "lagi promo, Bu". Sudah tiga bulan, belum satu pun terjual. Di sebelahnya, sampo sachet merek baru, satu renteng masih utuh. Kalau dijumlah, barang-barang seperti ini bisa menahan ratusan ribu sampai jutaan rupiah modal yang seharusnya bisa dipakai untuk kulakan beras dan minyak.

Barang tidak laku di warung jarang terasa sebagai masalah, karena tidak ada yang hilang. Uangnya hanya diam. Artikel ini membahas cara menemukan barang yang mati (dead stock), cara menghabiskannya, dan cara supaya tidak terulang.

Singkatnya: anggap barang yang tidak terjual sama sekali dalam 60 hari sebagai barang tidak laku. Temukan lewat laporan penjualan per produk, lalu habiskan dengan pemajangan ulang, paket, harga khusus, atau retur. Aturan terpentingnya: jangan kulakan ulang barang yang tidak muncul di laporan penjualan.

Apa itu dead stock dan kenapa merugikan?

Dead stock adalah barang yang ada di toko tapi tidak bergerak dalam waktu lama. Untuk warung yang menjual kebutuhan harian, patokan 60 hari cukup masuk akal: barang kebutuhan sehari-hari yang tidak laku dua bulan kemungkinan besar memang tidak dicari pembeli Anda.

Kerugiannya ada tiga:

Cara menemukan barang tidak laku

Cara manual

Kalau penjualan Anda belum tercatat per barang, gunakan trik penanda: tempel stiker titik kecil di semua barang di satu rak pada tanggal tertentu. Dua bulan kemudian, barang yang stikernya masih lengkap adalah kandidat barang tidak laku. Cara ini kasar, tapi bisa dimulai hari ini tanpa alat apa pun.

Dari laporan penjualan per produk

Kalau setiap transaksi sudah tercatat per barang, caranya jauh lebih cepat: buka laporan penjualan per produk untuk 60 hari terakhir, lalu bandingkan dengan daftar barang yang masih ada stoknya. Barang yang punya stok tapi tidak muncul di laporan penjualan adalah dead stock Anda.

Contoh hasil penelusuran di sebuah warung (angka contoh):

BarangStokTerjual 60 hariModal per itemModal tertahan
Sirup melon 460 ml60Rp 16.500Rp 99.000
Sampo sachet merek baru120Rp 900Rp 10.800
Kecap 600 ml81Rp 21.000Rp 168.000
Cairan pembersih lantai 1 L50Rp 18.000Rp 90.000
Lampu LED 12 watt70Rp 19.000Rp 133.000
TotalRp 500.800

Setengah juta rupiah itu cukup untuk kulakan sekitar enam karung beras 5 kg yang laku dalam seminggu. Kecap 600 ml masuk daftar walau terjual satu, karena dengan laju itu stoknya baru habis berbulan-bulan lagi. Untuk ukuran yang lebih teliti, lihat sell-through rate.

Kenapa barang bisa tidak laku?

Sebelum menghabiskannya, cari tahu penyebabnya agar tidak terulang:

Taktik menghabiskan barang tidak laku

  1. Pindahkan ke tempat yang terlihat. Dekat kasir atau di depan pintu. Kadang barang hanya belum pernah dilihat.
  2. Buat paket dengan barang laris. Misalnya "beli minyak 2 L dapat harga khusus cairan pembersih lantai". Barang laris menarik barang mati ikut keluar. Idenya dibahas di strategi bundling produk.
  3. Harga balik modal. Untuk barang yang benar-benar mati, menjual di harga modal lebih baik daripada membiarkannya rusak. Uangnya kembali dan bisa diputar.
  4. Retur atau tukar ke sales. Beberapa sales mau menukar barang yang tidak laku dengan barang lain dari distributor yang sama. Tanyakan.
  5. Tawarkan ke pelanggan tetap. Kirim pesan singkat ke pelanggan yang sering belanja banyak, misalnya ibu yang punya warung makan atau pengurus pengajian.
  6. Pakai sendiri sebagai pilihan terakhir. Lampu dan cairan pembersih bisa dipakai untuk toko, tapi tetap catat keluar dari stok.

Catatan: menjual di bawah modal memang terasa rugi. Tapi modal yang sudah keluar tidak akan kembali dengan menunggu. Yang bisa Anda pilih hanya: dapat sebagian uang sekarang, atau kemungkinan tidak dapat apa-apa nanti.

Aturan emas: jangan kulakan ulang

Barang yang tidak muncul di laporan penjualan 60 hari terakhir tidak boleh masuk daftar kulakan berikutnya, berapa pun diskon yang ditawarkan sales. Tempel aturan ini di dekat tempat Anda biasa menulis daftar belanja. Kalau ingin mencoba barang baru, beli dalam jumlah paling kecil, misalnya satu renteng atau tiga botol, dan nilai dalam sebulan.

Cara memilah barang mana yang layak mendapat perhatian dan modal paling banyak dibahas di analisis ABC persediaan, dan cara menghitung berapa yang dipesan ada di menentukan jumlah order ke sales.

Menemukan dead stock dengan KasirPOS

Bagian tersulit dari semua ini adalah datanya: tahu barang mana yang terjual dan mana yang tidak. Di aplikasi kasir gratis KasirPOS, setiap transaksi tercatat per produk, dan laporan penjualan per produk serta barang terlaris bisa dilihat harian, mingguan, atau bulanan. Laporan juga bisa diekspor ke Excel, sehingga Anda bisa mencocokkannya dengan daftar stok dan menandai barang yang tidak muncul sama sekali.

Langkah singkatnya:

  1. Ekspor laporan penjualan per produk untuk dua bulan terakhir.
  2. Bandingkan dengan daftar produk yang masih punya stok.
  3. Tandai yang tidak terjual atau terjual sangat sedikit.
  4. Untuk harga paket atau harga balik modal, gunakan diskon per item di kasir.

KasirPOS gratis tanpa batas produk, berjalan offline di iPhone dan iPad, tanpa akun. Lihat fitur laporan KasirPOS atau unduh KasirPOS di App Store.

Barang tidak laku bukan aib; setiap pemilik warung pernah salah kulakan. Yang membedakan adalah seberapa cepat Anda menyadarinya dan memutar kembali uangnya ke barang yang memang dicari pembeli.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa lama barang disebut tidak laku?

Untuk warung kebutuhan harian, barang yang tidak terjual sama sekali dalam 60 hari bisa dianggap barang tidak laku atau dead stock.

Bagaimana cara cepat menghabiskan barang tidak laku?

Pindahkan ke tempat yang terlihat, buat paket dengan barang laris, jual di harga modal, atau minta tukar ke sales bila memungkinkan.

Apakah boleh menjual barang di bawah harga modal?

Boleh, untuk barang yang benar-benar mati. Mendapat sebagian uang sekarang lebih baik daripada barang rusak dan tidak menghasilkan apa-apa.

Bagaimana mencegah barang tidak laku terulang?

Jangan kulakan ulang barang yang tidak muncul di laporan penjualan, dan coba barang baru dalam jumlah kecil dulu.