Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

Analisis ABC Stok: Fokus ke Barang yang Menghasilkan Omzet

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Di toko Anda mungkin ada 300 jenis barang, dan semuanya diperlakukan sama: dicek seadanya, dipesan kalau ingat, dihitung kalau sempat. Akibatnya beras dan minyak goreng yang jadi andalan malah sering kosong di hari ramai, sementara korek api dan kecap sachet aman-aman saja menumpuk di rak. Tenaga dan modal Anda habis ke barang yang tidak terlalu berpengaruh pada omzet.

Analisis ABC persediaan adalah cara sederhana untuk memilah barang mana yang harus dijaga ketat dan mana yang boleh dipantau santai. Anda tidak perlu jadi akuntan. Cukup data penjualan satu bulan dan kalkulator, atau Excel.

Singkatnya: urutkan barang dari omzet terbesar ke terkecil, lalu hitung persentase kumulatifnya. Barang yang menyumbang sekitar 75–80% omzet masuk kelompok A, 15–20% berikutnya kelompok B, sisanya kelompok C. Awasi ketat kelompok A (jangan sampai kosong, hitung sering), dan longgarkan kelompok C.

Apa itu analisis ABC persediaan

Idenya berangkat dari pola yang hampir selalu muncul di toko mana pun: sebagian kecil barang menyumbang sebagian besar uang yang masuk. Di warung sembako, biasanya beras, minyak goreng, gula, telur, dan gas yang memegang porsi terbesar. Ratusan barang lain seperti bumbu sachet, sabun batang, atau peniti menyumbang sedikit-sedikit.

Analisis ABC tidak menyuruh Anda berhenti menjual barang kecil. Tujuannya hanya membagi perhatian secara adil:

Cara mengelompokkan barang A, B, C dari laporan penjualan

Ambil data penjualan per produk selama satu bulan penuh. Kalau Anda masih mencatat di buku, jumlahkan penjualan tiap barang dari halaman harian. Lalu ikuti langkah ini:

  1. Tulis setiap barang beserta omzetnya dalam sebulan (jumlah terjual × harga jual).
  2. Urutkan dari omzet terbesar ke terkecil.
  3. Hitung persentase omzet tiap barang terhadap total omzet.
  4. Jumlahkan persentase itu dari atas ke bawah (persentase kumulatif).
  5. Tarik garis: sampai kira-kira 75–80% kumulatif masuk A, sampai sekitar 95% masuk B, sisanya C.

Batas 80% dan 95% bukan aturan baku. Anggap sebagai patokan awal, lalu sesuaikan dengan kondisi toko Anda.

Contoh analisis ABC di warung sembako

Berikut contoh karangan untuk sebuah warung dengan 10 barang (di dunia nyata daftarnya jauh lebih panjang, tapi caranya sama). Total omzet sebulan Rp 29.000.000.

BarangOmzet sebulan% omzet% kumulatifKelompok
Beras 5 kgRp 9.600.00033,1%33,1%A
Minyak goreng 2 LRp 5.400.00018,6%51,7%A
Gula pasir 1 kgRp 3.900.00013,4%65,2%A
Telur ayamRp 3.300.00011,4%76,6%A
Gas 3 kgRp 2.640.0009,1%85,7%B
Mi instanRp 1.800.0006,2%91,9%B
Kopi sachetRp 1.050.0003,6%95,5%B
Sabun cuci piringRp 780.0002,7%98,2%C
Kecap sachetRp 420.0001,4%99,6%C
Korek apiRp 110.0000,4%100%C

Hasilnya: empat barang saja sudah memegang lebih dari tiga perempat omzet. Kalau minggu lalu Anda menghabiskan waktu yang sama untuk menghitung korek api dan beras, sekarang Anda tahu mana yang lebih layak diprioritaskan.

Perlakuan berbeda untuk tiap kelompok

Kelompok A: awasi ketat

Kelompok B: pantau rutin

Kelompok C: longgarkan

Variasi: ABC berdasarkan laba, bukan omzet

Omzet besar belum tentu untung besar. Beras dan minyak goreng sering laku keras tapi marginnya tipis, mungkin hanya Rp 2.000–3.000 per kemasan. Sebaliknya, kopi sachet atau camilan bisa punya margin persentase lebih tinggi.

Setelah Anda terbiasa dengan ABC berdasarkan omzet, coba buat versi kedua berdasarkan laba kotor per barang (omzet dikurangi harga modal). Barang yang masuk A di kedua daftar adalah barang paling berharga di toko Anda. Pembahasan lebih dalam ada di artikel produk paling menguntungkan.

Catatan: ulangi analisis setiap satu sampai tiga bulan. Musim ikut mengubah urutan. Menjelang Lebaran, sirup dan biskuit kaleng bisa naik dari C ke A, lalu turun lagi setelahnya.

Membuat analisis ABC lebih cepat dengan KasirPOS

Bagian paling melelahkan dari analisis ABC bukan menghitung persentasenya, melainkan mengumpulkan angka omzet per barang dari catatan harian. Kalau setiap penjualan sudah tercatat di kasir, langkah itu hilang.

Di aplikasi kasir KasirPOS, laporan penjualan bisa dilihat per produk dan per kategori, lengkap dengan daftar barang terlaris. Pemilik juga bisa melihat margin per produk di laporan laba rugi, sehingga versi ABC berdasarkan laba bisa disusun tanpa menghitung manual. Alurnya kira-kira begini:

  1. Buka laporan penjualan per produk untuk rentang satu bulan.
  2. Export ke Excel (.xlsx).
  3. Di Excel, urutkan kolom omzet dari besar ke kecil, tambahkan kolom persentase dan kumulatif.
  4. Tandai A, B, C, lalu catat daftar barang A untuk dihitung lebih sering.

Untuk barang kelompok A, manfaatkan pengingat harian stok menipis supaya Anda diberi tahu sebelum barang benar-benar kosong. Stok opname dan riwayat stok juga tersedia untuk mencocokkan hitungan fisik dengan catatan.

KasirPOS berjalan di iPhone dan iPad, bisa dipakai tanpa internet, dan semua fiturnya gratis, termasuk export Excel. Aplikasi ini cocok untuk toko dengan satu meja kasir. Kalau Anda butuh memantau beberapa cabang dari jarak jauh atau memakai perangkat Android, Anda perlu jenis aplikasi lain yang punya dashboard online. Detail fitur ada di situs resmi KasirPOS, dan aplikasinya bisa Anda unduh di App Store.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa yang dimaksud analisis ABC persediaan?

Analisis ABC adalah cara mengelompokkan barang berdasarkan sumbangannya pada omzet. Kelompok A menyumbang porsi terbesar, kelompok B menengah, dan kelompok C kecil.

Berapa batas persentase untuk kelompok A, B, dan C?

Patokan umum adalah sekitar 75–80% omzet kumulatif untuk A, sampai sekitar 95% untuk B, dan sisanya C. Batas ini boleh disesuaikan dengan kondisi toko.

Seberapa sering analisis ABC perlu diulang?

Idealnya setiap satu sampai tiga bulan, karena urutan barang bisa berubah mengikuti musim seperti Lebaran atau tahun ajaran baru.

Apakah analisis ABC bisa dibuat di Excel?

Bisa. Masukkan omzet per barang, urutkan dari terbesar, lalu tambahkan kolom persentase dan persentase kumulatif untuk menandai kelompok A, B, dan C.