Di pojok rak ada dua dus sabun cuci piring merek kedua yang sudah tiga bulan tidak bergerak. Di sebelahnya, mi instan habis tiap dua hari. Kalau sabun itu didiskon 30%, untungnya hilang dan pembeli jadi terbiasa menunggu potongan harga. Kalau dibiarkan, modal Anda membeku di sana dan barangnya makin dekat kedaluwarsa.
Strategi bundling produk adalah jalan tengahnya: barang yang lambat laku "menumpang" pada barang yang memang sudah dicari orang. Pembeli merasa dapat paket yang masuk akal, Anda menghabiskan stok tanpa harus banting harga.
Singkatnya: pasangkan satu barang lambat dengan barang laris yang masih berhubungan, beri potongan kecil hanya pada total paket (bukan pada barang larisnya), lalu pastikan laba per paket masih di atas laba kalau barang laris dijual sendiri. Pasang paketnya di dekat kasir dan pantau berapa paket terjual per minggu.
Kenapa strategi bundling produk lebih aman daripada diskon besar
Diskon langsung pada barang lambat punya dua masalah. Pertama, potongannya harus cukup besar agar terlihat, sehingga laba barang itu bisa habis. Kedua, harga normal barang itu jadi terlihat "kemahalan" setelah promo selesai.
Bundling bekerja dengan cara lain. Orang yang datang untuk membeli barang laris sudah berniat mengeluarkan uang. Anda hanya menawarkan tambahan yang terasa wajar. Potongan harganya dibagi ke seluruh paket, jadi persentasenya kecil, tetapi pembeli tetap melihat angka hemat yang nyata. Bagi warung yang omzetnya bergantung pada belanja harian, cara ini juga menaikkan nilai transaksi rata-rata tanpa menambah jumlah pembeli.
Memilih pasangan barang yang masuk akal
Paket yang laku adalah paket yang terasa logis di kepala pembeli. Beberapa pola yang biasanya berhasil:
- Dipakai bersamaan: mi instan + telur, kopi sachet + gula, beras + minyak goreng.
- Satu kebutuhan: sabun cuci piring + spons, deterjen + pewangi pakaian.
- Satu momen: sirup + gula menjelang puasa, buku tulis + pulpen saat tahun ajaran baru.
- Makan dan minum: nasi ayam + es teh di warung makan, roti bakar + kopi susu di kedai.
Hindari memaksakan pasangan yang tidak nyambung, misalnya obat nyamuk dipasangkan dengan susu kental manis. Pembeli akan merasa "dijejali" dan paketnya malah jadi bahan candaan.
Untuk menemukan barang lambat, buka catatan penjualan sebulan terakhir dan cari barang yang stoknya masih banyak tetapi terjualnya sedikit. Panduan mengenali barang tidak laku (dead stock) membahas cara memilahnya lebih rinci.
Cara menghitung harga paket bundling
Patokan utamanya: laba satu paket harus lebih besar daripada laba barang laris yang dijual sendirian. Kalau tidak, Anda sebenarnya membayar pembeli untuk membawa pulang barang lambat.
Contoh (angka ilustrasi) di toko kelontong:
| Barang | Harga modal | Harga jual normal | Laba |
|---|---|---|---|
| Kopi sachet isi 10 (laris) | Rp 13.000 | Rp 15.500 | Rp 2.500 |
| Gula 1 kg merek kedua (lambat) | Rp 16.000 | Rp 18.500 | Rp 2.500 |
| Total kalau dibeli terpisah | Rp 29.000 | Rp 34.000 | Rp 5.000 |
Kalau paket dijual Rp 32.000, pembeli hemat Rp 2.000 dan laba Anda Rp 3.000 per paket. Angka ini masih di atas laba kopi sachet saja (Rp 2.500), dan gula yang tadinya diam ikut keluar. Kalau paket dijual Rp 30.500, laba tinggal Rp 1.500: lebih kecil daripada menjual kopinya sendirian. Itu tanda potongannya terlalu dalam.
Rumus cepat yang bisa ditempel di dekat meja kasir:
- Jumlahkan harga modal semua barang dalam paket.
- Tambahkan laba minimal yang Anda mau, paling tidak sebesar laba barang laris di paket itu.
- Hasilnya adalah harga paket terendah yang boleh dipakai. Bulatkan ke atas ke ribuan terdekat agar mudah diingat.
Catatan: kalau barang lambat sudah mendekati kedaluwarsa, hitungannya berubah. Lebih baik laba tipis daripada barang dibuang. Dalam kasus itu, target Anda adalah "balik modal", bukan untung.
Memajang dan menawarkan paket di warung
Paket yang tidak terlihat tidak akan terjual. Beberapa cara sederhana:
- Ikat atau masukkan barang paket ke satu kantong plastik bening, beri kertas kecil bertuliskan nama paket dan harganya.
- Taruh di meja kasir atau di samping barang laris yang menjadi "lokomotif" paket.
- Beri nama yang mudah disebut: "Paket Ngopi Pagi", "Paket Cuci Bersih". Pembeli lebih gampang bilang "yang paket ngopi" daripada menyebut dua merek.
- Tawarkan dengan satu kalimat saat pembeli mengambil barang laris: "Sekalian gulanya, Bu? Kalau paket jadi Rp 32 ribu."
Batasi waktunya, misalnya dua minggu atau sampai stok barang lambat habis. Paket yang dipasang selamanya lama-lama dianggap harga normal.
Mencatat penjualan paket supaya stok tetap benar
Kesalahan yang sering terjadi: paket dicatat sebagai satu barang baru, lalu stok kopi dan gulanya tidak berkurang. Sebulan kemudian stok di catatan dan di rak tidak cocok. Kalau masih memakai buku, tulis tiap barang dalam paket di baris masing-masing, lalu catat potongannya sebagai satu baris terpisah.
Di aplikasi kasir KasirPOS, cara yang paling aman adalah memasukkan kedua barang ke keranjang seperti biasa, lalu memberi diskon per transaksi atau diskon per item sebesar selisihnya. Dengan begitu:
- Stok kopi sachet dan gula masing-masing berkurang sesuai jumlah yang terjual.
- Harga modal tetap terhitung per barang, sehingga laba kotor di laporan tetap akurat.
- Estimasi laba di keranjang (hanya terlihat oleh pemilik) langsung menunjukkan apakah paket masih untung sebelum Anda menekan bayar.
KasirPOS tidak punya menu khusus "paket bundling" yang otomatis memecah satu produk menjadi beberapa barang, jadi cara keranjang plus diskon ini yang dianjurkan untuk barang dagangan. Kalau kasir Anda karyawan, Anda bisa menentukan lewat hak akses apakah akun kasir itu boleh memberi diskon.
Mengukur apakah bundling berhasil
Setelah dua minggu, bandingkan tiga angka:
| Yang dicek | Sebelum paket | Selama paket |
|---|---|---|
| Gula merek kedua terjual per minggu | 2 bungkus | 11 bungkus |
| Kopi sachet isi 10 terjual per minggu | 14 renteng | 15 renteng |
| Laba kotor dari dua barang ini per minggu | Rp 40.000 | Rp 43.000 |
Laba selama paket dihitung dari 11 paket × Rp 3.000 = Rp 33.000 ditambah 4 renteng kopi yang dibeli tanpa paket × Rp 2.500 = Rp 10.000. Angka di atas hanya contoh, tetapi polanya yang penting: barang lambat bergerak, barang laris tidak turun, dan laba total naik. Kalau barang laris malah turun karena pembeli menunggu paket, hentikan paketnya atau ganti pasangan.
Laporan penjualan per produk dan laporan laba di fitur laporan KasirPOS bisa dipakai untuk perbandingan ini tanpa menjumlah manual. Karena semua tercatat di iPhone atau iPad Anda sendiri, Anda tidak perlu internet untuk membukanya. Kalau ingin mencoba, unduh KasirPOS di App Store; semua fiturnya gratis.
Bundling bukan satu-satunya cara menghabiskan stok. Untuk kedai dan warung makan, konsep serupa dibahas di menu paket hemat kedai, sedangkan cara menghitung potongan agar tidak rugi ada di cara menghitung diskon agar tetap untung.
Kesalahan bundling yang sering terjadi
- Menaruh dua barang lambat dalam satu paket. Kalau tidak ada barang yang dicari, paketnya ikut diam di rak.
- Isi paket terlalu banyak. Paket berisi lima barang dengan harga Rp 75.000 terasa seperti belanja bulanan yang dipaksakan. Dua atau tiga barang sudah cukup.
- Lupa mengecek stok barang laris. Kalau kopi sachet habis lebih dulu, paket berhenti di tengah jalan. Hitung dulu berapa paket yang bisa dibuat dari stok barang laris yang ada.
- Tidak menyebut hematnya. Tulis "Hemat Rp 2.000" di label. Pembeli jarang menghitung sendiri.
Kesimpulannya, bundling efektif untuk menghabiskan stok tanpa diskon besar, asalkan pasangannya logis, laba per paket dihitung di depan, dan hasilnya diukur dengan angka, bukan perasaan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu strategi bundling produk?
Bundling adalah menjual dua barang atau lebih sebagai satu paket dengan harga sedikit lebih murah daripada dibeli terpisah. Tujuannya biasanya menghabiskan barang lambat dengan menumpang pada barang yang laris.
Bagaimana cara menentukan harga paket bundling?
Jumlahkan harga modal semua barang di paket, lalu tambahkan laba minimal yang paling tidak sama dengan laba barang laris di paket itu. Hasilnya adalah harga paket terendah yang aman.
Barang apa yang cocok dijadikan paket di warung?
Barang yang dipakai bersamaan atau untuk satu kebutuhan, seperti mi instan dengan telur, kopi dengan gula, atau deterjen dengan pewangi pakaian.
Bagaimana mencatat paket bundling agar stok tidak selisih?
Catat setiap barang di paket pada barisnya sendiri lalu beri potongan terpisah. Dengan begitu stok masing-masing barang tetap berkurang dengan benar.