Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

Rencana Keuangan Bulanan Toko dalam 30 Menit

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Awal bulan uang terasa longgar: kulakan banyak, bayar ini-itu, sesekali beli peralatan baru. Menjelang tanggal 25, laci menipis, tagihan listrik datang, dan sales grosir menunggu pembayaran. Anda tidak boros, tapi uang usaha dipakai mengikuti kebutuhan yang datang, tanpa rencana.

Membuat anggaran bulanan usaha adalah cara sederhana untuk memutus pola itu. Bukan anggaran ala perusahaan dengan puluhan pos, melainkan satu halaman yang menjawab: bulan ini uang usaha akan dipakai untuk apa saja, dan berapa batasnya. Anda cukup butuh data bulan lalu dan sekitar 30 menit.

Singkatnya: ambil omzet, belanja stok, dan biaya bulan lalu sebagai dasar. Tetapkan perkiraan omzet bulan ini, lalu bagi ke empat pos: kulakan, biaya operasional, gaji pemilik, dan tabungan usaha. Pantau seminggu sekali. Anggaran sederhana ini mencegah kas kosong di akhir bulan.

Menit 1–10: Kumpulkan data bulan lalu

Anggaran yang baik berangkat dari kenyataan, bukan harapan. Ambil angka bulan lalu dari catatan kasir, nota, dan mutasi rekening:

Contoh warung makan kecil bulan lalu: omzet Rp 24.000.000, bahan baku Rp 11.800.000, operasional Rp 3.400.000, gaji satu karyawan Rp 1.800.000, pengambilan pribadi tidak tercatat. Laba bersihnya sekitar Rp 7.000.000. Kalau angka bulan lalu belum ada, mulai dengan catatan dua minggu terakhir lalu kalikan dua sebagai perkiraan awal.

Menit 11–15: Perkirakan omzet bulan ini

Jangan langsung memakai angka bulan lalu. Sesuaikan dengan kalender bulan ini: jumlah hari buka, ada tanggal merah atau tidak, musim hujan, Ramadan, atau libur sekolah. Untuk amannya, pakai perkiraan yang sedikit lebih rendah, misalnya 95% dari bulan lalu bila tidak ada faktor khusus.

Lanjutan contoh: bulan ini ada dua hari libur nasional di mana warung tetap buka tapi lebih sepi. Perkiraan omzet: Rp 23.000.000.

Menit 16–25: Bagi ke empat pos anggaran bulanan usaha

Inilah inti anggaran. Bagi perkiraan omzet ke empat pos:

PosDasar perhitunganAnggaran
Kulakan bahansekitar 49% omzet, sesuai bulan laluRp 11.300.000
Biaya operasionalangka bulan lalu, dikurangi target hematRp 3.200.000
Gaji karyawantetapRp 1.800.000
Gaji pemilikjumlah tetap yang Anda tentukanRp 4.500.000
Tabungan usahasisaRp 2.200.000
TotalRp 23.000.000

Kenapa ada pos "gaji pemilik"?

Karena tanpa pos ini, pengambilan pribadi terjadi sedikit-sedikit dari laci dan tidak terkendali. Dengan angka tetap, misalnya Rp 4,5 juta dibagi menjadi dua kali sebulan, Anda tahu persis berapa yang boleh dibawa pulang. Alasan dan caranya dibahas lengkap di gaji pemilik usaha.

Kenapa tabungan usaha ditulis di awal?

Kalau tabungan hanya diisi "kalau ada sisa", hampir pasti tidak pernah terisi. Tulis angkanya di awal dan pindahkan setiap minggu, misalnya Rp 550.000 per Senin. Tabungan ini dipakai untuk peralatan rusak, kenaikan harga bahan, atau bulan yang sepi. Untuk tahu target totalnya, lihat dana darurat usaha kecil.

Kulakan disesuaikan dengan omzet

Kulakan adalah pos terbesar dan paling mudah bocor, misalnya karena tergiur promo sales untuk barang yang belum perlu. Patokan sederhana: kulakan mengikuti penjualan. Kalau minggu pertama omzet lebih rendah dari rencana, kurangi kulakan minggu berikutnya. Untuk toko sembako, cara menyusunnya lebih rinci ada di anggaran belanja stok bulanan.

Menit 26–30: Siapkan cara memantau mingguan

Anggaran tidak berguna kalau baru dilihat lagi di akhir bulan. Bagi menjadi empat minggu dan cek setiap Minggu malam:

MingguOmzet rencanaOmzet nyataKulakan rencanaKulakan nyata
1Rp 5.750.000Rp 6.100.000Rp 2.825.000Rp 3.400.000
2Rp 5.750.000Rp 5.300.000Rp 2.825.000Rp 2.300.000
3Rp 5.750.000Rp 2.825.000
4Rp 5.750.000Rp 2.825.000

Di minggu pertama kulakan melebihi rencana Rp 575.000 karena borong beras saat harga turun. Tidak masalah, asalkan minggu kedua dikurangi, dan itulah yang terjadi. Tanpa tabel ini, kelebihan kecil di beberapa minggu bisa menumpuk menjadi kas kosong di tanggal 25.

Kalau omzet meleset jauh dari rencana

Kadang omzet bulan berjalan jauh di bawah perkiraan, misalnya karena hujan terus-menerus atau ada pesaing baru. Jangan langsung memotong semua pos sama rata. Urutan penyesuaian yang lebih aman:

  1. Kurangi kulakan mengikuti penjualan nyata, karena stok yang tidak terjual hanya mengikat uang.
  2. Tunda biaya yang bisa ditunda, seperti membeli peralatan baru atau mengecat ulang.
  3. Kurangi sementara setoran tabungan usaha, tetapi jangan dihentikan sama sekali.
  4. Terakhir, sesuaikan gaji pemilik bila memang terpaksa.

Misalnya omzet bulan ini hanya akan mencapai Rp 19 juta, bukan Rp 23 juta. Kulakan turun menjadi sekitar Rp 9,3 juta, pembelian blender baru ditunda, dan tabungan dikurangi dari Rp 2,2 juta menjadi Rp 800.000. Kas tetap aman sampai akhir bulan tanpa harus berutang.

Kesalahan umum saat membuat anggaran

Mengisi dan memantau anggaran dengan KasirPOS

KasirPOS tidak punya fitur anggaran khusus, tetapi data yang Anda butuhkan untuk membuat dan memantau anggaran tersedia di dalamnya. Di aplikasi kasir gratis KasirPOS:

  1. Laporan omzet dan laba bulanan memberi angka dasar bulan lalu.
  2. Pembelian dari supplier tercatat, sehingga total kulakan per minggu mudah dilihat.
  3. Pengeluaran lain seperti listrik, gas, dan plastik dicatat sebagai biaya operasional dan muncul di laporan laba rugi.
  4. Dompet terpisah untuk laci, QRIS, dan rekening membantu memindahkan tabungan usaha sebagai transfer dana, bukan pengeluaran.
  5. Laporan bisa diekspor ke Excel untuk ditempel ke tabel anggaran Anda.

Aplikasinya gratis tanpa langganan untuk iPhone dan iPad. Unduh KasirPOS di App Store atau pelajari fitur laporan dan dompet KasirPOS.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja pos dalam anggaran bulanan toko kecil?

Cukup empat sampai enam pos, misalnya kulakan, biaya operasional, gaji karyawan, gaji pemilik, dan tabungan usaha.

Dari mana dasar membuat anggaran bulanan usaha?

Gunakan data bulan lalu: omzet, belanja stok, dan biaya operasional. Sesuaikan dengan kalender bulan ini, seperti hari libur atau musim.

Berapa persen omzet yang boleh dipakai untuk kulakan?

Tidak ada angka baku. Gunakan perbandingan kulakan terhadap omzet di bulan-bulan sebelumnya, lalu sesuaikan dengan penjualan nyata setiap minggu.

Seberapa sering anggaran perlu dicek?

Sebaiknya seminggu sekali, agar kelebihan belanja bisa dikoreksi di minggu berikutnya sebelum kas habis di akhir bulan.