Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

Anggaran Belanja Stok Bulanan: Batasi Uang Kulakan

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Rak penuh, gudang sesak, tapi minggu ini Anda kebingungan membayar listrik dan tagihan sales yang jatuh tempo. Rasanya aneh: jualan lancar, pembeli ramai, kenapa uang selalu kurang? Sering kali jawabannya ada di kebiasaan kulakan yang tidak punya batas. Setiap ada uang di laci, barang dibeli lagi. Tanpa anggaran belanja stok, uang yang seharusnya jadi kas berpindah diam-diam ke rak.

Singkatnya: tetapkan plafon belanja stok bulanan dari perkiraan modal barang yang akan terjual bulan depan, ditambah atau dikurangi selisih antara stok yang Anda inginkan dan stok yang sudah ada. Bagi plafon itu per minggu, catat setiap belanja, dan berhenti kulakan barang non-prioritas begitu plafonnya habis.

Kenapa kas bisa habis di rak

Kulakan terasa seperti investasi yang aman: "toh barangnya nanti laku juga". Masalahnya, barang yang laku dalam tiga bulan tetap menahan uang Anda selama tiga bulan. Beberapa pola yang membuat kas tersedot:

Hasilnya adalah kondisi kelebihan stok yang dibahas di kelebihan stok (overstock): barang menumpuk, sebagian mendekati kedaluwarsa, sementara uang untuk kebutuhan lain tidak ada.

Rumus menghitung anggaran belanja stok

Logikanya sederhana: Anda perlu membeli kembali barang yang akan terjual, lalu menyesuaikan stok ke tingkat yang Anda inginkan.

Anggaran belanja = perkiraan modal barang terjual bulan depan + (stok akhir yang diinginkan − stok saat ini)

Semua angka memakai harga modal, bukan harga jual.

  1. Perkiraan modal barang terjual. Ambil omzet rata-rata tiga bulan terakhir, lalu kalikan dengan persentase modal (100% − margin rata-rata). Kalau margin rata-rata warung Anda 15%, modal barang terjual sekitar 85% dari omzet.
  2. Stok akhir yang diinginkan. Berapa hari penjualan yang ingin Anda simpan di rak dan gudang? Misalnya 10 hari.
  3. Stok saat ini. Nilai persediaan hari ini dengan harga modal. Cara menghitungnya ada di cara menghitung nilai persediaan toko.

Contoh perhitungan

Sebuah toko kelontong (angka contoh):

KomponenAngka
Omzet rata-rata 3 bulan terakhirRp 36.000.000/bulan
Margin rata-rata15%
Perkiraan modal barang terjual (85%)Rp 30.600.000
Modal terjual per hari (÷ 30)Rp 1.020.000
Stok yang diinginkan (10 hari)Rp 10.200.000
Stok saat ini (hasil hitung)Rp 14.500.000
Penyesuaian stok (10,2 jt − 14,5 jt)− Rp 4.300.000
Anggaran belanja bulan depanRp 26.300.000

Karena stok saat ini sudah berlebih Rp 4,3 juta, anggaran belanja bulan depan lebih kecil daripada modal barang yang akan terjual. Artinya, toko ini "makan stok" dulu satu bulan, dan Rp 4,3 juta itu kembali menjadi kas. Kalau stoknya justru kurang, penyesuaiannya positif dan anggaran naik.

Catatan: menjelang Lebaran atau musim ramai lain, perkiraan penjualan tentu perlu dinaikkan. Pakai data bulan yang sama tahun lalu kalau ada, dan siapkan kasnya beberapa minggu sebelumnya.

Membagi plafon per minggu dan per prioritas

Anggaran bulanan terlalu besar untuk diingat. Pecah menjadi plafon mingguan dan kelompok prioritas. Dari contoh di atas, Rp 26.300.000 dibagi 4 minggu menjadi sekitar Rp 6.575.000 per minggu:

KelompokContoh barangPorsi plafon mingguan (dibulatkan)
Wajib adaBeras, minyak, gula, telur, gas, rokok larisRp 4.600.000 (70%)
PelengkapSabun, sampo, bumbu, minumanRp 1.650.000 (25%)
Coba-cobaBarang baru, varian baruRp 325.000 (5%)

Aturan mainnya: barang wajib selalu dibeli dalam batas kebutuhan; barang pelengkap dibeli kalau plafon masih ada; barang coba-coba hanya dari porsi kecilnya sendiri, dan tidak boleh mengambil jatah barang wajib.

Menjalankan anggaran tanpa ribet

Kalau plafon terlanjur terlampaui

Terkadang plafon jebol, misalnya karena harga beras naik mendadak atau ada pesanan besar dari pelanggan. Jangan langsung menyerah pada anggaran. Catat penyebabnya, lalu kurangi plafon minggu berikutnya sebesar kelebihannya, kecuali kelebihan itu memang untuk pesanan yang sudah dibayar. Kalau plafon jebol terus tiga bulan berturut-turut, bisa jadi anggarannya yang terlalu ketat: hitung ulang dengan omzet dan margin terbaru.

Memantau anggaran belanja stok dengan KasirPOS

Rumus di atas butuh tiga data: omzet, margin, dan belanja yang sudah keluar. Di aplikasi kasir KasirPOS, data itu terkumpul dari pencatatan harian:

Daftar fitur selengkapnya ada di situs resmi KasirPOS. Aplikasi ini tidak membuat anggaran otomatis untuk Anda; keputusan plafon tetap di tangan pemilik. Yang dibantunya adalah menyediakan angka yang jujur. Semua fiturnya gratis untuk iPhone dan iPad; unduh KasirPOS di App Store untuk mulai mencatat.

Plafon belanja bukan berarti pelit pada toko sendiri. Plafon memastikan uang hasil jualan tetap bisa dipakai untuk membayar tagihan, menggaji diri sendiri, dan menghadapi bulan sepi, bukan sekadar berpindah dari laci ke rak.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara menghitung anggaran belanja stok bulanan?

Perkirakan modal barang yang akan terjual bulan depan, lalu tambahkan selisih antara stok akhir yang diinginkan dan stok saat ini, semuanya dengan harga modal.

Kenapa uang warung habis padahal jualan ramai?

Salah satu penyebab umum adalah kulakan tanpa batas, sehingga uang hasil jualan berubah menjadi stok berlebih di rak dan gudang.

Berapa banyak stok yang sebaiknya disimpan warung?

Tidak ada angka baku. Tentukan dalam hitungan hari penjualan, misalnya cukup untuk 7 sampai 14 hari, lalu sesuaikan dengan jarak kulakan dan kondisi kas.

Apa yang dilakukan jika anggaran belanja stok sudah habis?

Prioritaskan barang wajib yang paling laris dan tunda barang pelengkap atau barang baru sampai plafon minggu berikutnya.