Seorang pemilik warung kecil datang memborong 15 bungkus mi instan dan 2 dus air mineral. Kasir Anda, yang baru bekerja dua minggu, menghitung semuanya dengan harga eceran. Pembeli protes karena biasanya dapat harga grosir. Besoknya kebalikannya: pembeli yang hanya ambil 3 bungkus malah diberi harga grosir karena kasir lupa batasnya. Dua-duanya merugikan, satu kehilangan pelanggan, satu kehilangan margin.
Solusinya: aplikasi kasir harga grosir yang bekerja otomatis. Di KasirPOS, Anda mengatur sekali bahwa mi instan 10 bungkus ke atas harganya sekian, dan dus berisi 40 bungkus punya harga serta barcode sendiri. Setelah itu kasir tidak perlu mengingat apa pun; harga mengikuti jumlah.
Singkatnya: atur harga grosir bertingkat berdasarkan jumlah (misalnya 1–4 pcs harga eceran, 5–9 pcs lebih murah, 10+ lebih murah lagi) dan tambahkan satuan dus atau pak dengan harga dan barcode sendiri. KasirPOS memilih harga yang tepat otomatis saat jumlah di keranjang berubah, dan stok tetap dihitung dalam satuan terkecil.
Kenapa kasir sering salah harga grosir
Di toko kelontong, satu barang bisa punya tiga sampai empat harga: eceran, grosir kecil, grosir besar, dan harga per dus. Semuanya biasanya hanya ada di kepala pemilik atau di kertas yang ditempel di dinding. Masalah yang muncul:
- Kasir baru tidak hafal batas jumlah untuk harga grosir.
- Harga dus dihitung manual (40 × harga satuan grosir) dan sering salah kalikan.
- Barcode di dus berbeda dengan barcode di bungkus, sehingga saat dipindai yang keluar malah satu bungkus.
- Pemilik tidak tahu berapa laba yang hilang karena harga grosir diberikan sembarangan.
Contoh struktur harga grosir dan satuan
Berikut contoh pengaturan untuk mi instan goreng (angka ilustrasi, modal Rp 3.000 per bungkus):
| Jumlah / satuan | Harga per bungkus | Laba per bungkus |
|---|---|---|
| 1–4 bungkus (eceran) | Rp 3.500 | Rp 500 |
| 5–9 bungkus | Rp 3.350 | Rp 350 |
| 10 bungkus ke atas | Rp 3.250 | Rp 250 |
| 1 dus isi 40 (Rp 126.000) | Rp 3.150 | Rp 150 |
Perhatikan bahwa laba per bungkus turun, tapi laba per transaksi naik. Pembeli eceran 3 bungkus memberi laba Rp 1.500, sementara pembeli satu dus memberi Rp 6.000 dalam satu kali layan. Itulah alasan harga grosir masuk akal, asalkan batasnya jelas dan selalu di atas modal. Cara menentukan tingkatannya dibahas di harga grosir bertingkat.
Mengatur harga grosir otomatis di aplikasi kasir KasirPOS
- Buka produk yang ingin diberi harga grosir, misalnya mi instan goreng.
- Pastikan harga jual eceran dan harga modal sudah benar.
- Tambahkan tingkatan harga grosir berdasarkan jumlah minimum: 5 pcs = Rp 3.350, 10 pcs = Rp 3.250.
- Simpan, lalu uji di layar kasir. Masukkan 4 bungkus, lalu tekan + sekali. Harga per bungkus harus berubah otomatis begitu jumlah mencapai 5.
Kalau suatu saat Anda ingin memberi harga grosir di luar aturan, misalnya untuk pembeli langganan yang ambil 4 bungkus, harga grosir juga bisa dipilih manual saat transaksi. Hak untuk mengubah harga ini bisa dibatasi per akun kasir, sehingga hanya pemilik atau kasir tertentu yang boleh melakukannya. Kenapa ini penting dijelaskan di risiko kasir mengubah harga.
Menambahkan satuan dus dan pak dengan barcode sendiri
Harga grosir bertingkat mengatur harga berdasarkan jumlah satuan terkecil. Satuan tambahan berbeda: ini untuk barang yang dijual dalam kemasan lebih besar, seperti dus, pak, slop, atau renteng.
- Di produk yang sama, tambahkan satuan baru, misalnya "Dus" berisi 40 bungkus.
- Isi harga khusus satuan itu, misalnya Rp 126.000.
- Scan barcode yang tercetak di kardus. Kalau tidak ada, buat barcode dari aplikasi dan tempel stikernya di kardus.
Saat kasir memindai barcode dus, yang masuk ke keranjang adalah 1 dus dengan harga dus, dan stok berkurang 40 bungkus. Stok tetap satu angka dalam satuan terkecil, jadi tidak ada lagi "stok dus" dan "stok bungkus" yang tercatat terpisah dan saling tidak cocok. Penjelasan konsepnya ada di satuan dus, pak, dan pcs.
Contoh lain yang umum di warung:
- Air mineral 600 ml: per botol Rp 4.000, per dus isi 24 Rp 82.000.
- Kopi sachet: per sachet Rp 1.500, per renteng isi 10 Rp 13.500.
- Sabun cuci sachet: per sachet Rp 1.000, per pak isi 6 Rp 5.500.
Satu hal yang perlu dijaga: harga per satuan di dalam dus sebaiknya tidak lebih mahal daripada harga grosir bertingkat untuk jumlah yang sama. Kalau 40 bungkus eceran grosir (40 × Rp 3.250 = Rp 130.000) ternyata lebih murah daripada harga dus, pembeli yang jeli akan memilih bungkusan dan Anda repot menghitung satu per satu. Susun harganya berjenjang: semakin besar kemasan, semakin murah per bungkus.
Harga grosir khusus untuk pelanggan tertentu
Ada pembeli yang layak mendapat harga grosir meski jumlah belanjanya tidak selalu besar, misalnya pemilik warung kecil yang kulakan di toko Anda setiap dua hari. Di KasirPOS, pelanggan bisa diberi harga grosir khusus. Saat namanya dipilih di transaksi, harga yang berlaku menyesuaikan. Strategi menentukan siapa yang pantas mendapat harga ini dibahas di harga khusus untuk reseller.
Pantau dampaknya ke laba
Harga grosir yang terlalu murah bisa membuat omzet naik tapi laba jalan di tempat. Karena itu:
- Selalu isi harga modal, agar estimasi laba di keranjang (hanya terlihat oleh pemilik) dan laporan laba per produk tetap benar.
- Cek laporan margin per produk tiap bulan. Barang yang marginnya mendekati nol saat grosir perlu dinaikkan batas minimumnya atau harganya.
- Saat harga beli dari agen naik, perbarui harga eceran dan semua tingkatan grosir sekaligus.
Catatan: kalau Anda membagikan katalog harga ke WhatsApp, KasirPOS bisa menampilkan harga grosir di katalog itu juga. Pastikan angkanya sudah benar sebelum dikirim ke banyak pelanggan.
Coba atur harga grosir di KasirPOS
Harga grosir otomatis, satuan tambahan, barcode, dan harga khusus pelanggan semuanya gratis di aplikasi kasir KasirPOS, tanpa langganan dan tanpa batas produk. Aplikasinya berjalan offline di iPhone dan iPad, cocok untuk toko dengan satu meja kasir. Unduh KasirPOS di App Store dan pelajari fitur grosir dan stok KasirPOS lebih lanjut.
Atur sekali, lalu biarkan harga mengikuti jumlah. Kasir baru pun tidak akan salah memberi harga grosir lagi.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana cara membuat harga grosir otomatis di aplikasi kasir?
Atur tingkatan harga berdasarkan jumlah minimum di produk, misalnya 5 pcs dan 10 pcs. Aplikasi akan memakai harga yang sesuai begitu jumlah di keranjang mencapai batas itu.
Apa bedanya harga grosir dan satuan dus?
Harga grosir berlaku untuk pembelian banyak dalam satuan terkecil, sedangkan satuan dus adalah kemasan besar dengan harga dan barcode sendiri. Keduanya memotong stok dalam satuan terkecil.
Bisakah satu barang punya barcode dus dan barcode satuan?
Bisa. Di KasirPOS, satuan tambahan seperti dus atau pak bisa diberi barcode sendiri, sehingga memindai kardus langsung memasukkan satu dus ke keranjang.
Bisakah memberi harga grosir untuk pelanggan tertentu saja?
Bisa. KasirPOS mendukung harga grosir khusus per pelanggan yang berlaku saat pelanggan itu dipilih dalam transaksi.