Pembeli mengambil tujuh bungkus kopi sachet renceng dan bertanya, "Kalau ambil banyak, harganya bisa lebih murah, kan?" Kasir menoleh ke Anda. Anda bilang "ambil 10 baru murah", padahal kemarin karyawan Anda memberi harga murah untuk 5 bungkus. Pembeli lain melihatnya dan ikut minta harga yang sama. Tanpa aturan tertulis, harga grosir jadi tergantung siapa yang jaga dan seberapa pintar pembeli menawar.
Menyusun harga grosir dan eceran secara bertingkat, misalnya beli 1, beli 3, dan beli 12 dengan harga berbeda, membuat semua orang di toko memakai patokan yang sama. Artikel ini membahas cara menyusunnya supaya pembeli senang dan toko tetap untung.
Singkatnya: tentukan 2–3 tingkat jumlah yang masuk akal (misalnya 1, 3, dan 12 atau satu dus), lalu turunkan harga per satuan sedikit di tiap tingkat. Hitung dari tingkat termurah dulu: harga paling murah pun harus tetap memberi untung yang layak. Tulis aturannya, dan biarkan sistem kasir yang menerapkannya otomatis.
Kenapa harga grosir dan eceran perlu dibuat bertingkat
Banyak warung dan toko sembako melayani dua jenis pembeli sekaligus: ibu rumah tangga yang membeli satu-dua barang, dan pedagang kecil, warung lain, atau penjual makanan yang membeli dalam jumlah banyak. Kalau hanya ada satu harga, Anda punya dua pilihan buruk: harga eceran yang membuat pembeli besar pindah ke grosir lain, atau harga murah yang membuat untung dari pembeli eceran ikut hilang.
Harga bertingkat menjembatani keduanya:
- Pembeli eceran membayar harga normal, yang memang mengandung ongkos melayani transaksi kecil.
- Pembeli banyak mendapat potongan yang jelas, sehingga punya alasan untuk tetap belanja di toko Anda.
- Kasir tidak perlu menghitung atau menebak, sehingga antrean tidak tersendat.
Mulai dari tingkat termurah, bukan dari harga eceran
Kesalahan paling umum adalah menetapkan harga eceran dulu, lalu memotong-motong untuk tingkat grosir sampai tanpa sadar tingkat terbawah hampir sama dengan modal. Urutan yang lebih aman adalah sebaliknya:
- Hitung modal per satuan, termasuk ongkos angkut.
- Tentukan untung minimal yang masih Anda terima untuk pembelian paling banyak. Misalnya 4% untuk sembako.
- Tetapkan harga tingkat termurah dari untung minimal itu.
- Naikkan bertahap untuk tingkat menengah dan eceran.
Contoh: minyak goreng 1 liter
Misalkan (angka ilustrasi) modal minyak goreng kemasan 1 liter Rp 16.800 per botol, dan satu dus berisi 12 botol.
| Tingkat | Jumlah beli | Harga per botol | Untung per botol | Margin |
|---|---|---|---|---|
| Eceran | 1–2 botol | Rp 18.500 | Rp 1.700 | 9,2% |
| Grosir kecil | 3–11 botol | Rp 18.000 | Rp 1.200 | 6,7% |
| Grosir dus | 12 botol ke atas | Rp 17.500 | Rp 700 | 4,0% |
Satu dus berarti Rp 210.000 dengan untung Rp 8.400. Untung per botolnya kecil, tapi uang Rp 210.000 itu masuk sekaligus dalam satu transaksi, dan stok Anda berputar lebih cepat. Bandingkan dengan menunggu 12 pembeli eceran datang satu per satu.
Contoh: kopi sachet renceng
| Tingkat | Jumlah beli | Harga per sachet | Modal per sachet | Untung |
|---|---|---|---|---|
| Eceran | 1–4 sachet | Rp 1.500 | Rp 1.150 | Rp 350 |
| Setengah renceng | 5–9 sachet | Rp 1.400 | Rp 1.150 | Rp 250 |
| 1 renceng | 10 sachet | Rp 1.300 | Rp 1.150 | Rp 150 |
Harga satu renceng menjadi Rp 13.000, angka bulat yang mudah diingat pembeli dan kasir.
Catatan: jangan membuat terlalu banyak tingkat. Tiga tingkat biasanya cukup. Lima atau enam tingkat justru membingungkan pembeli dan sulit diawasi.
Aturan yang perlu ditulis sejak awal
Harga bertingkat sering memicu pertanyaan di meja kasir. Putuskan jawabannya sekali, lalu sampaikan ke semua yang menjaga toko:
- Apakah boleh campur? Misalnya 3 botol minyak merek A dan 2 merek B, apakah dihitung 5? Kebanyakan toko menetapkan harga grosir per jenis barang, tidak campur.
- Bagaimana kalau beli satu dus? Apakah dus dijual sebagai satuan sendiri dengan harga dus, atau dihitung 12 botol dengan harga tingkat tertinggi? Hasilnya sebaiknya sama.
- Apakah pelanggan langganan mendapat harga grosir walau beli sedikit? Jika iya, itu masuk kategori harga khusus pelanggan. Bahas di harga khusus pelanggan langganan dan reseller.
- Kapan harga tingkat diperbarui? Setiap modal naik, ketiga tingkat ikut dihitung ulang, bukan hanya harga eceran.
Menjual dalam satuan dus, pak, dan biji
Harga bertingkat berkaitan erat dengan satuan. Banyak toko menjual barang yang sama dalam beberapa bentuk: per biji, per pak isi 10, dan per dus isi 40. Masing-masing bisa punya harga dan barcode sendiri. Yang penting, stok tetap dihitung dalam satu satuan dasar agar tidak selisih. Penjelasan lengkapnya ada di mengatur satuan dus, pak, dan pcs.
Menerapkan harga grosir otomatis di KasirPOS
Menghafal tabel harga untuk puluhan barang tidak realistis, apalagi untuk karyawan baru. Di aplikasi kasir KasirPOS, harga grosir bisa diatur berdasarkan jumlah, lalu diterapkan otomatis saat jumlah di keranjang mencapai tingkat tertentu. Harga grosir juga bisa dipilih manual oleh kasir bila diperlukan.
- Buka produk, lalu tambahkan tingkat harga grosir sesuai jumlah minimal, misalnya 3 botol dan 12 botol.
- Kalau barang juga dijual per dus atau per pak, tambahkan satuan tambahan dengan harga dan barcode sendiri.
- Saat kasir menekan tombol + di keranjang hingga mencapai 3, harga per botol otomatis turun ke tingkat berikutnya.
- Pemilik bisa melihat estimasi untung di keranjang untuk memastikan tingkat termurah masih menguntungkan.
Dengan cara ini, kasir yang baru bekerja seminggu dan Anda sendiri akan memberi harga yang persis sama. Pembeli yang membandingkan dari hari ke hari juga melihat harga yang konsisten. Panduan langkah demi langkahnya ada di harga grosir dan satuan di KasirPOS.
Jika Anda juga mengirim daftar harga ke pelanggan lewat WhatsApp, katalog harga per kategori di KasirPOS bisa diatur agar ikut menampilkan harga grosir. Pembeli besar jadi tahu sejak awal berapa yang harus dibeli untuk mendapat harga lebih murah.
Evaluasi harga bertingkat setiap bulan
Setelah sebulan berjalan, lihat laporan penjualan dan tanyakan beberapa hal:
- Apakah ada barang yang hampir semua penjualannya jatuh di tingkat termurah? Mungkin ambang jumlahnya terlalu rendah.
- Apakah margin per produk turun drastis setelah harga grosir dipakai? Mungkin selisih antar-tingkat terlalu besar.
- Apakah pembeli besar bertambah? Jika ya, harga bertingkat Anda sedang bekerja.
Harga grosir bertingkat yang baik itu sederhana, tertulis, dan tetap untung di tingkat paling murah. Siapkan tabelnya hari ini untuk sepuluh barang yang paling sering dibeli banyak, lalu terapkan otomatis dengan KasirPOS yang bisa diunduh gratis di App Store. Fitur lain seperti satuan dus, katalog WhatsApp, dan harga khusus pelanggan dijelaskan di situs aplikasi kasir KasirPOS.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa tingkat harga grosir yang ideal untuk warung?
Dua sampai tiga tingkat biasanya cukup, misalnya eceran, beli beberapa, dan satu dus. Terlalu banyak tingkat membuat pembeli dan kasir bingung.
Bagaimana cara menentukan harga grosir agar tidak rugi?
Mulai dari tingkat termurah. Tentukan untung minimal yang masih Anda terima untuk pembelian terbanyak, lalu naikkan harga bertahap untuk tingkat menengah dan eceran.
Apakah harga grosir boleh untuk barang campur merek?
Itu keputusan toko. Kebanyakan toko menghitung harga grosir per jenis barang, tidak campur, tetapi aturan apa pun sebaiknya ditulis dan dipakai semua kasir.
Apakah aplikasi kasir bisa menerapkan harga grosir otomatis?
Bisa. KasirPOS misalnya dapat menurunkan harga per satuan otomatis saat jumlah di keranjang mencapai tingkat grosir yang sudah diatur.