Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

Retur Barang ke Supplier: Cara Mencatat agar Stok Tetap Benar

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Tiga botol minuman pecah di dalam dus, enam sabun kemasannya robek, dan Anda menaruhnya di pojok gudang sambil menunggu sales datang. Minggu depan sales membawa barang pengganti, semuanya beres. Atau begitu kelihatannya. Saat stock opname akhir bulan, angka di catatan dan di rak tidak cocok, dan Anda tidak ingat lagi kenapa.

Kejadian seperti ini sering terjadi karena retur barang ke supplier diperlakukan sebagai urusan lisan dengan sales, bukan sebagai pergerakan stok yang harus dicatat. Artikel ini membahas alur retur yang rapi, bukti yang perlu dipegang, dan cara mencatatnya supaya stok tetap benar.

Singkatnya: pisahkan barang yang akan diretur, catat jumlah dan alasannya, minta bukti retur yang diparaf sales, lalu kurangi stok saat barang keluar dari toko. Setelah itu catat penyelesaiannya: diganti barang, dipotong dari tagihan, atau dikembalikan uangnya. Prinsipnya: setiap barang yang keluar tanpa dijual harus tercatat.

Kapan barang bisa diretur ke supplier

Setiap supplier punya aturan sendiri, jadi tanyakan sejak awal kerja sama. Alasan retur yang umumnya diterima:

Yang biasanya sulit diretur: barang rusak karena penyimpanan di toko, misalnya terkena air hujan atau digigit tikus. Barang seperti itu termasuk kerugian toko dan dicatat sebagai barang rusak. Caranya ada di panduan mencatat barang rusak.

Alur retur barang ke supplier, langkah demi langkah

  1. Pisahkan barangnya. Taruh di kardus atau rak khusus bertuliskan "RETUR", jangan dicampur dengan stok jual supaya tidak terjual atau terhitung saat opname.
  2. Foto barang dan labelnya. Foto bagian rusak, tanggal kedaluwarsa, dan nota pembelian asal.
  3. Tulis daftar retur. Nama barang, jumlah, harga beli per satuan, nomor nota asal, dan alasan.
  4. Hubungi supplier atau sales lewat WhatsApp dengan foto dan daftar tadi, supaya ada jejak tertulis.
  5. Serahkan barang dengan bukti retur. Minta sales menandatangani atau memaraf daftar retur Anda, atau minta nota retur dari pihak supplier. Simpan satu salinan.
  6. Kurangi stok di hari barang dibawa sales, bukan saat penggantinya datang.
  7. Catat penyelesaiannya ketika sudah jelas: tukar barang, potong tagihan, atau uang kembali.

Contoh retur dan tiga cara penyelesaiannya

Contoh karangan: sebuah warung menerima kiriman minuman dan sabun. Ternyata ada barang rusak.

BarangJumlah returHarga beliNilai returAlasan
Minuman botol kaca3 botolRp 4.500Rp 13.500Pecah di dalam dus
Sabun mandi batang6 pcsRp 9.000Rp 54.000Kemasan robek
TotalRp 67.500

Ada tiga kemungkinan penyelesaian, dan masing-masing dicatat berbeda:

PenyelesaianDampak ke stokDampak ke uang
Diganti barang baruStok berkurang saat retur, lalu bertambah lagi saat pengganti datangTidak ada perubahan
Dipotong dari tagihanStok berkurangUtang ke supplier turun Rp 67.500
Uang dikembalikanStok berkurangUang masuk Rp 67.500, catat ke laci atau rekening yang menerimanya

Kesalahan paling umum adalah menunggu pengganti datang, lalu tidak mencatat apa pun karena "toh jumlahnya sama". Masalahnya, selama seminggu menunggu itu, stok di catatan lebih besar dari stok yang bisa dijual. Kalau di tengah jalan Anda opname, atau sales ternyata mengganti hanya sebagian, selisihnya tidak bisa dijelaskan lagi. Ini salah satu penyebab stok tidak sesuai yang paling sering.

Bukti retur yang sebaiknya Anda pegang

Bukti ini penting terutama untuk pembelian tempo. Kalau retur dipotong dari tagihan, pastikan potongan itu muncul saat Anda melunasi. Cara memantau tagihan supplier dibahas di utang ke supplier yang jatuh tempo.

Catatan: jika seluruh kiriman ditolak di tempat sebelum diterima, tidak perlu retur. Cukup jangan catat pembeliannya, atau catat hanya barang yang benar-benar diterima. Panduan pencatatan saat barang datang ada di cara mencatat pembelian barang dagang.

Sepakati aturan retur sejak awal kerja sama

Retur paling sering jadi sengketa karena aturannya tidak pernah dibicarakan. Saat mulai mengambil barang dari agen atau sales baru, tanyakan beberapa hal ini dan simpan jawabannya di chat:

Contoh: jika agen hanya menerima laporan rusak maksimal 2 hari setelah barang datang, Anda tahu bahwa pengecekan dus harus dilakukan hari itu juga, bukan saat barang mulai dipajang seminggu kemudian. Barang yang terlambat dilaporkan biasanya berubah dari "retur" menjadi kerugian toko.

Menjaga stok tetap benar saat retur dengan KasirPOS

Di KasirPOS, setiap stok masuk dan keluar dicatat di riwayat stok, termasuk pembelian, penjualan, stok opname, dan retur. Dengan begitu rumus stok awal + masuk − keluar = stok akhir tetap bisa ditelusuri, dan Anda bisa melihat kapan dan kenapa stok sebuah barang berubah.

Beberapa hal yang membantu saat retur:

KasirPOS gratis untuk iPhone dan iPad, berjalan tanpa internet, dan cocok untuk toko dengan satu meja kasir. Jika ada pertanyaan soal cara mencatat kasus retur tertentu, gunakan tombol Chat Admin di menu Lainnya atau lihat halaman bantuan KasirPOS. Aplikasinya bisa Anda unduh di App Store.

Pertanyaan yang sering diajukan

Kapan stok dikurangi saat retur barang ke supplier?

Kurangi stok di hari barang dibawa sales atau dikirim balik ke supplier, bukan saat barang pengganti datang. Saat pengganti datang, catat sebagai barang masuk.

Apa bukti retur yang perlu disimpan?

Simpan daftar retur yang diparaf sales atau nota retur dari supplier, foto barang rusak, nomor nota pembelian asal, dan chat berisi kesepakatan penyelesaian.

Bagaimana jika retur dipotong dari tagihan?

Kurangi stok, lalu kurangi jumlah utang ke supplier sebesar nilai retur. Pastikan potongan itu benar-benar muncul saat Anda melunasi tagihan.

Apakah barang rusak karena penyimpanan bisa diretur?

Umumnya tidak, tergantung kebijakan supplier. Barang yang rusak di toko biasanya dicatat sebagai kerugian barang rusak.