Sebotol kecap pecah saat ditata, beberapa butir telur retak di dasar tray, roti di etalase lewat tanggal. Reaksi spontan kebanyakan pemilik warung: bersihkan, buang, lanjut melayani. Tidak ada yang mencatat. Sebulan kemudian, laporan bilang untung Rp 6 juta, tapi uang yang benar-benar terkumpul jauh lebih sedikit, dan stok di catatan selalu lebih banyak dari yang ada di rak.
Mencatat barang rusak memang terasa sepele, tapi barang pecah, basi, dan kedaluwarsa adalah biaya nyata. Kalau tidak dicatat, biaya itu tetap ada, hanya saja tidak terlihat dan bersembunyi di balik selisih stok.
Singkatnya: setiap barang yang dibuang harus dikurangi dari stok dan dicatat nilainya dengan harga modal. Gunakan satu buku atau tabel sederhana: tanggal, barang, jumlah, harga modal, penyebab. Rekap tiap bulan supaya Anda tahu berapa rupiah yang hilang dan dari mana sumbernya, lalu cegah penyebab terbesarnya.
Dampak barang rusak yang tidak dicatat
Stok di catatan lebih besar dari stok fisik
Catatan bilang ada 30 butir telur, padahal 4 sudah pecah dan dibuang. Anda tidak segera kulakan karena merasa stok masih cukup, lalu kehabisan saat pembeli datang. Selisih seperti ini juga membuat hasil opname terlihat mencurigakan, seolah ada yang mengambil barang. Penelusuran selisih jenis lain dibahas di barang hilang di toko.
Laba terlihat lebih besar dari kenyataan
Laba kotor dihitung dari barang yang terjual. Barang yang dibuang tidak pernah terjual, jadi kerugiannya tidak masuk perhitungan. Akibatnya laporan terlihat sehat, padahal uangnya tidak ada. Ini salah satu alasan "omzet besar tapi untung tipis" sering tidak bisa dijelaskan pemilik toko.
Contoh rekap barang rusak satu bulan
Contoh karangan untuk sebuah warung sembako dengan sedikit jajanan dan roti:
| Barang | Jumlah | Harga modal | Nilai | Penyebab |
|---|---|---|---|---|
| Telur ayam | 1,5 kg | Rp 28.000/kg | Rp 42.000 | Retak saat diangkut dan ditata |
| Roti bungkus | 8 pcs | Rp 4.500 | Rp 36.000 | Lewat tanggal |
| Kecap botol kaca | 2 botol | Rp 12.000 | Rp 24.000 | Jatuh dari rak |
| Susu kotak | 6 pcs | Rp 5.000 | Rp 30.000 | Kemasan menggembung |
| Tepung terigu 1 kg | 3 bungkus | Rp 11.000 | Rp 33.000 | Bocor digigit tikus |
| Sayur ikat | 7 ikat | Rp 3.000 | Rp 21.000 | Layu |
| Total | Rp 186.000 |
Rp 186.000 sebulan mungkin terasa kecil. Tapi jika laba kotor bulan itu Rp 6.000.000, sebenarnya yang tersisa Rp 5.814.000 sebelum biaya lain. Dalam setahun, angka yang sama menjadi Rp 2.232.000, setara modal kulakan beberapa karung beras.
Yang lebih berguna dari total adalah penyebabnya. Dari tabel itu terlihat masalah tikus di gudang, rak botol yang tidak aman, dan roti yang dipesan terlalu banyak. Ketiganya bisa diperbaiki.
Cara mencatat barang rusak tanpa ribet
- Jangan langsung buang. Taruh dulu di wadah "RUSAK" sampai dicatat, kecuali barang yang berbau atau berbahaya.
- Cek apakah bisa diretur. Barang cacat dari pabrik atau rusak saat pengiriman kadang bisa dikembalikan. Lihat retur barang ke supplier.
- Tulis di buku barang rusak: tanggal, nama barang, jumlah, harga modal per satuan, dan penyebab singkat.
- Kurangi stok di kartu stok atau aplikasi pada hari yang sama.
- Rekap di akhir bulan: jumlahkan nilai, kelompokkan per penyebab.
- Masukkan ke perhitungan laba sebagai biaya, supaya laba bersih mencerminkan kenyataan.
Catatan: gunakan harga modal, bukan harga jual. Barang rusak merugikan Anda sebesar uang yang dikeluarkan untuk membelinya. Harga jual adalah keuntungan yang belum pernah Anda terima.
Mencegah barang rusak berulang
- Kedaluwarsa: tata rak dengan prinsip yang kedaluwarsa duluan di depan, dan pesan barang berumur pendek (roti, susu, sayur) dalam jumlah kecil tapi sering. Panduan lengkap ada di mengelola barang kedaluwarsa di toko.
- Pecah: letakkan botol kaca dan telur di rak setinggi pinggang, jangan di tepi rak yang sering tersenggol.
- Hama: simpan tepung, beras, dan gula di wadah tertutup atau rak yang tidak menempel ke dinding.
- Sayur dan barang segar: catat berapa yang biasanya laku per hari, lalu belanja sesuai angka itu, bukan perkiraan.
Membaca angka kerusakan: kapan perlu khawatir
Setelah dua atau tiga bulan mencatat, Anda punya pembanding. Bandingkan nilai barang rusak dengan total belanja stok di bulan yang sama. Misalnya belanja Rp 25.000.000 dan barang rusak Rp 186.000, berarti kurang dari 1%. Angka ini bukan patokan resmi, tapi bisa menjadi acuan pribadi Anda.
Yang perlu diwaspadai adalah perubahannya:
- Naik tajam di satu kategori, misalnya roti tiba-tiba rusak tiga kali lipat. Biasanya karena pesanan ke supplier terlalu besar atau penjualan sedang turun.
- Penyebab yang sama muncul tiap bulan, seperti tikus atau rak yang goyah. Ini tanda masalahnya belum benar-benar diperbaiki.
- Selisih stok yang tidak tercatat sebagai rusak. Jika opname menunjukkan kekurangan tetapi buku barang rusak kosong, kemungkinan ada barang yang dibuang tanpa dicatat, atau hilang. Perhitungannya dibahas di cara menghitung penyusutan stok.
Mencatat barang rusak di KasirPOS
Di KasirPOS, salah satu cara praktis adalah menyesuaikan stok barang rusak lewat stok opname: hitung sisa barang yang masih layak jual, lalu simpan angka itu. Perubahannya tercatat di riwayat stok, sehingga rumus stok awal + masuk − keluar = stok akhir tetap utuh dan selisihnya bisa ditelusuri.
Beberapa fitur lain yang membantu mencegah kerugian:
- Tanggal kedaluwarsa per produk dengan pengingat harian untuk barang yang mendekati kedaluwarsa, jadi roti dan susu bisa dijual atau dipromosikan sebelum basi.
- Pengingat stok menipis supaya Anda tidak perlu menyetok berlebihan "untuk jaga-jaga".
- Pengeluaran lain-lain yang bisa Anda pakai untuk mencatat nilai kerugian barang rusak jika ingin angka itu terlihat di laporan laba rugi. Sebelum memakainya, tanyakan lewat Chat Admin di menu Lainnya bagaimana penyesuaian opname tampil di laporan, supaya kerugian yang sama tidak terhitung dua kali.
Rekap nilai barang rusak per bulan tetap paling mudah disimpan di buku kecil atau Excel bersama penyebabnya. Pengaturan pengingat dibahas di pengingat stok dan kedaluwarsa di KasirPOS.
KasirPOS gratis sepenuhnya untuk iPhone dan iPad, tanpa iklan dan tanpa langganan, dan bisa dipakai tanpa internet. Pelajari fitur lengkap KasirPOS, atau langsung unduh KasirPOS di App Store.
Pertanyaan yang sering diajukan
Kenapa barang rusak harus dicatat?
Tanpa dicatat, stok di catatan lebih besar dari stok fisik dan laba terlihat lebih besar dari kenyataan. Barang rusak adalah biaya nyata yang perlu terlihat di laporan.
Barang rusak dicatat dengan harga modal atau harga jual?
Dengan harga modal, karena kerugian Anda sebesar uang yang dikeluarkan untuk membelinya. Harga jual belum pernah Anda terima.
Apa saja yang perlu ditulis di buku barang rusak?
Tanggal, nama barang, jumlah, harga modal per satuan, dan penyebab singkat seperti pecah, kedaluwarsa, atau terkena hama.
Bagaimana mengurangi barang rusak di warung?
Tata barang dengan urutan kedaluwarsa, simpan botol kaca dan telur di tempat aman, lindungi bahan curah dari hama, dan pesan barang berumur pendek dalam jumlah kecil.