Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

Barang Laris Belum Tentu Paling Untung: Kontribusi Margin

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Setiap pagi Anda memastikan gas elpiji dan air galon tidak pernah kosong, karena "itu yang paling laku". Pembeli memang antre untuk barang itu. Tapi ketika Anda menghitung untungnya, gas 3 kg yang Anda bawa sendiri dari pangkalan hanya menyisakan beberapa ribu rupiah per tabung, belum termasuk bensin dan tenaga. Sementara kopi seduh sachet yang Anda jual di teras tanpa banyak dipikirkan ternyata menyumbang laba yang tidak kalah besar.

Pertanyaan yang tepat bukan "barang apa yang paling laris?", tapi "mana produk paling menguntungkan di warung saya?" Jawabannya ada di satu konsep sederhana: kontribusi margin.

Singkatnya: kontribusi margin per barang = (harga jual − harga modal) × jumlah terjual. Urutkan produk berdasarkan total laba ini, bukan berdasarkan jumlah terjual. Barang laris bermargin tipis tetap penting sebagai penarik pembeli, tapi perhatian dan modal ekstra sebaiknya diarahkan ke barang yang total labanya besar.

Laris dan untung adalah dua hal berbeda

Daftar barang terlaris mengurutkan produk berdasarkan jumlah terjual. Daftar ini berguna untuk menjaga stok, tapi menyesatkan kalau dipakai untuk menilai laba. Barang yang terjual 300 kali dengan untung Rp 300 per unit menghasilkan Rp 90.000. Barang yang terjual 40 kali dengan untung Rp 4.000 per unit menghasilkan Rp 160.000. Yang kedua jauh lebih menguntungkan, meski "kalah laris".

Ada dua angka yang perlu dibedakan:

Kalau istilah margin masih sering tertukar dengan markup, baca dulu perbedaan margin dan markup.

Contoh: mencari produk paling menguntungkan di warung

Berikut data satu bulan dari warung kelontong yang juga menjual kopi seduh di teras (harga dan jumlah adalah contoh karangan):

ProdukTerjualHarga jualModalMargin/unitKontribusi
Gas 3 kg320Rp 22.000Rp 19.500Rp 2.500Rp 800.000
Air mineral 600 ml600Rp 4.000Rp 2.900Rp 1.100Rp 660.000
Rokok (per bungkus)450Rp 33.000Rp 31.500Rp 1.500Rp 675.000
Kopi seduh sachet380Rp 5.000Rp 1.900Rp 3.100Rp 1.178.000
Telur (per kg)210Rp 30.000Rp 26.500Rp 3.500Rp 735.000
Es batu plastik500Rp 1.000Rp 300Rp 700Rp 350.000
Mi instan520Rp 3.500Rp 3.000Rp 500Rp 260.000

Urutan berdasarkan jumlah terjual: air mineral, mi instan, es batu, rokok, kopi, gas, telur. Urutan berdasarkan kontribusi: kopi seduh, gas, telur, rokok, air mineral, es batu, mi instan. Mi instan yang laku 520 bungkus justru menyumbang laba paling kecil di daftar ini.

Catatan: modal kopi seduh di contoh ini sudah memasukkan sachet, gelas plastik, gula, dan air panas. Kalau Anda hanya memasukkan harga sachet, marginnya akan terlihat lebih besar dari kenyataan. Hitung modal selengkap mungkin.

Jangan lupakan biaya tersembunyi per barang

Kontribusi margin di atas adalah laba kotor. Beberapa barang punya "biaya tersembunyi" yang membuat untungnya lebih tipis dari angka di tabel:

Anda tidak harus menghitung semuanya sampai rupiah terakhir, tapi pertimbangkan saat membandingkan.

Cara menghitungnya tanpa aplikasi

  1. Pilih 20–30 barang yang Anda rasa paling penting. Tidak perlu semua barang.
  2. Tulis harga jual dan harga modal terbaru dari nota kulakan.
  3. Hitung jumlah terjual sebulan dengan rumus stok awal + kulakan − stok akhir.
  4. Kalikan margin per unit dengan jumlah terjual, lalu urutkan dari terbesar.

Hasilnya memang perkiraan, karena barang rusak atau hilang ikut terhitung "terjual", tapi sudah cukup untuk melihat urutan besar-kecilnya.

Apa yang dilakukan setelah urutan berubah

Lindungi kontributor besar

Barang di urutan atas tidak boleh kosong. Pastikan stok kopi sachet, gelas, dan gula selalu cukup, dan kalau bisa tambahkan pilihan yang marginnya mirip, misalnya teh manis atau susu jahe sachet.

Pasangkan barang laris dengan barang untung

Mi instan dan air mineral membawa orang datang. Taruh barang dengan margin lebih tebal di dekatnya: telur dan saus di samping mi, atau tawarkan kopi saat orang beli air. Ide paket lainnya ada di strategi bundling produk.

Tinjau harga barang bermargin tipis

Kadang margin tipis karena harga jual tidak pernah dinaikkan saat harga modal naik. Cek apakah harga Anda masih masuk akal dibanding sekitar. Panduannya ada di cara menentukan harga jual barang.

Jangan buang penarik pembeli

Mi instan dengan kontribusi kecil tetap harus ada. Kalau pembeli tidak menemukan mi di warung Anda, mereka mungkin membeli semuanya di tempat lain. Tujuannya bukan mencoret, tapi tidak lagi menganggap barang laris sebagai barang paling penting untuk laba.

Melihat kontribusi margin di aplikasi kasir

Menghitung tabel di atas secara manual butuh catatan jumlah terjual per barang dan harga modal yang akurat. Di Excel ini bisa dilakukan, asal setiap penjualan dicatat per barang.

KasirPOS, aplikasi kasir gratis untuk iPhone dan iPad, mencatat harga modal setiap barang di setiap transaksi. Laporannya menampilkan barang terlaris, penjualan per produk, dan margin per produk, sehingga Anda bisa membandingkan urutan "paling laris" dengan "paling untung". Saat Anda mencatat kulakan sebagai pembelian supplier, harga modal diperbarui dengan rata-rata bergerak, jadi margin mengikuti harga beli terbaru. Untuk kopi seduh atau minuman racikan, fitur resep menghitung modal per gelas dari harga bahannya.

Pemilik juga bisa melihat estimasi laba di keranjang saat transaksi, sementara akun kasir bisa diatur agar tidak melihat harga modal. Laporan bisa diekspor ke Excel untuk diurutkan sendiri. Unduh KasirPOS di App Store; semua fitur gratis, tanpa iklan, dan bisa dipakai offline. Gambaran fitur laporannya bisa dilihat di situs resmi aplikasi kasir KasirPOS.

Untuk usaha minuman yang ingin melangkah lebih jauh, metode serupa dipakai dalam menu engineering untuk kedai, yang menggabungkan popularitas dan margin dalam satu peta.

Kesimpulan

Barang laris membuat warung ramai, barang dengan kontribusi margin besar membuat warung untung. Urutkan produk Anda berdasarkan total laba, bukan jumlah terjual, minimal sebulan sekali. Hasilnya sering mengejutkan, dan dari situ Anda tahu barang mana yang harus dijaga paling ketat.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu kontribusi margin produk?

Kontribusi margin adalah margin per unit dikali jumlah terjual dalam satu periode. Angka ini menunjukkan berapa sumbangan nyata suatu barang terhadap laba kotor toko.

Kenapa barang laris belum tentu paling untung?

Barang laris sering bermargin tipis, seperti mi instan, rokok, atau gas. Barang yang terjual lebih sedikit tapi marginnya tebal bisa menyumbang total laba lebih besar.

Apakah barang bermargin tipis sebaiknya tidak dijual?

Tidak perlu dihapus jika barang itu menarik pembeli datang. Yang diubah adalah fokus: jaga stoknya secukupnya dan pasangkan dengan barang bermargin lebih tebal.

Seberapa sering daftar produk paling menguntungkan perlu dicek?

Sebulan sekali sudah cukup bagi warung. Cek ulang lebih cepat jika ada kenaikan harga modal yang besar.