Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

Item per Transaksi: Mengukur Hasil Menawarkan Barang Tambahan

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Minggu lalu Anda meminta karyawan selalu menawarkan "sekalian kerupuknya, Kak?" ke setiap pembeli nasi bungkus. Anda juga memindahkan rak minuman dingin ke samping kasir. Sekarang pertanyaannya: apakah itu berhasil? Omzet naik sedikit, tetapi bisa saja karena tanggal muda. Tanpa angka yang tepat, Anda hanya menebak. Angka yang bisa menjawabnya adalah jumlah item per transaksi.

Singkatnya: item per transaksi = total barang terjual dibagi jumlah transaksi. Angka ini mengukur seberapa sering pembeli mengambil lebih dari satu barang. Jika penataan rak dan tawaran di kasir berhasil, angka ini naik, terlepas dari naik-turunnya jumlah pembeli.

Apa itu jumlah item per transaksi

Item per transaksi (dalam istilah ritel sering disebut UPT, units per transaction) menghitung rata-rata jumlah barang dalam satu kali bayar.

item per transaksi = total item terjual ÷ jumlah transaksi

Contoh warung makan pada jam makan siang:

KeteranganAngka
Jumlah transaksi80
Total item terjual (nasi, lauk, minuman, kerupuk, dll.)176
Item per transaksi2,2

Artinya rata-rata pembeli mengambil sedikit lebih dari dua item. Jika setelah dua minggu menawarkan kerupuk angkanya menjadi 2,6, ada bukti bahwa tawaran itu bekerja.

Bedanya dengan nilai transaksi rata-rata

Dua angka ini sering tertukar padahal mengukur hal berbeda. Nilai transaksi rata-rata mengukur rupiah per pembeli, item per transaksi mengukur jumlah barang per pembeli. Melihat keduanya bersama memberi gambaran lebih jujur:

Item per transaksiNilai transaksiKemungkinan artinya
NaikNaikTawaran barang tambahan berhasil
NaikTetap atau turunPembeli menambah barang murah, atau diskon paket terlalu besar
TetapNaikHarga naik, atau pembeli pindah ke ukuran lebih besar
TurunTurunPembeli belanja lebih sedikit; cek stok kosong atau pesaing

Misalnya, nilai transaksi naik dari Rp 22.000 ke Rp 24.000 tetapi item per transaksi tetap 2,2. Kenaikan itu kemungkinan dari harga lauk yang Anda naikkan bulan lalu, bukan dari tawaran kasir. Penjelasan lengkap soal nilai rupiahnya ada di nilai transaksi rata-rata.

Hal-hal yang menaikkan item per transaksi

Penataan barang

Prinsip menata rak warung dibahas di cara menata warung sembako.

Tawaran di kasir

Satu kalimat yang spesifik bekerja lebih baik daripada pertanyaan umum. "Ada lagi, Bu?" mudah dijawab "tidak". Bandingkan dengan "Telurnya sekalian, Bu? Baru datang tadi pagi." Tawaran yang relevan dengan barang yang sedang dibeli terasa membantu, bukan memaksa.

Paket dan harga grosir

Paket "beli 3 sabun mandi Rp 10.000" atau harga khusus untuk pembelian lima bungkus mi langsung menaikkan jumlah item. Pastikan marginnya tetap sehat.

Pengingat di struk

Kalimat singkat di bagian bawah struk, misalnya "Gas dan galon bisa diantar, chat WhatsApp kami", bisa memancing pembelian tambahan di kunjungan berikutnya. Idenya ada di footer struk untuk promosi.

Cara memantau item per transaksi

Tanpa aplikasi

Cara paling ringan adalah sampling. Pilih satu jam ramai yang sama setiap minggu, misalnya Sabtu pukul 11.00 sampai 12.00. Selama jam itu, tandai di kertas berapa barang yang dibawa setiap pembeli. Jumlahkan, lalu bagi dengan jumlah pembeli. Hasilnya tidak sempurna, tetapi cukup untuk melihat arah.

Dengan aplikasi kasir

Aplikasi kasir mencatat setiap barang dan setiap transaksi, jadi Anda tidak perlu sampling. Langkah umumnya:

  1. Tentukan periode yang mau diukur, misalnya satu minggu sebelum dan satu minggu sesudah perubahan.
  2. Ambil total item terjual dari laporan penjualan per produk.
  3. Ambil jumlah transaksi pada periode yang sama.
  4. Bagi keduanya, lalu bandingkan kedua periode.

Di KasirPOS, laporan penjualan per produk dan per kategori tersedia gratis dan bisa diexport ke Excel, sehingga perhitungan ini mudah dilakukan di lembar kerja. Laporan per kategori juga membantu melihat kategori mana yang ikut terangkat; lihat analisis penjualan per kategori.

Bandingkan antar-kasir dengan bijak

Jika ada beberapa orang yang bergantian di kasir, item per transaksi bisa menunjukkan siapa yang paling konsisten menawarkan barang tambahan. Contoh satu minggu:

KasirShiftTransaksiItemItem per transaksi
DewiPagi4201.0502,5
AndiSore3807221,9

Jangan langsung menyimpulkan Andi kurang rajin. Pembeli pagi mungkin ibu rumah tangga yang belanja dapur, sedangkan pembeli sore lebih banyak yang mampir membeli satu minuman. Bandingkan kasir pada shift yang sama, atau gunakan angka ini sebagai bahan obrolan, bukan hukuman. KasirPOS mencatat nama kasir di setiap transaksi dan menyediakan laporan penjualan per kasir; caranya di laporan penjualan per kasir.

Catatan: cara menghitung "item" perlu konsisten. Satu dus mi berisi 40 bungkus bisa dihitung 1 item atau 40, tergantung satuan yang tercatat di kasir. Pilih satu cara dan jangan berganti di tengah pengukuran.

Contoh eksperimen dua minggu

Agar hasilnya bisa dipercaya, ubah satu hal saja dalam satu waktu. Contoh di toko kelontong:

PeriodePerubahanTransaksiItemItem per transaksi
Minggu 1Tidak ada (patokan)7001.3301,9
Minggu 2Rak kopi sachet dipindah ke samping gula7101.4912,1

Kenaikan dari 1,9 ke 2,1 terlihat kecil, tetapi berarti sekitar 140 barang tambahan seminggu dari jumlah pembeli yang hampir sama. Jika rata-rata untung per barang Rp 700, itu kira-kira Rp 98.000 tambahan laba kotor per minggu hanya dari memindahkan rak. Setelah hasilnya terlihat, pertahankan perubahan itu dan baru coba perubahan berikutnya, misalnya kalimat tawaran baru di kasir, pada minggu ketiga.

Kesimpulan

Item per transaksi adalah alat ukur untuk setiap perubahan kecil di toko: rak dipindah, kalimat tawaran diganti, paket baru dicoba. Ukur sebelum dan sesudah, lalu pertahankan yang berhasil. Agar datanya terkumpul otomatis, pakai aplikasi kasir KasirPOS yang mencatat setiap barang dan kasir. Lihat fitur laporan KasirPOS selengkapnya dan unduh KasirPOS di App Store untuk iPhone atau iPad Anda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara menghitung item per transaksi?

Bagi total item terjual dengan jumlah transaksi pada periode yang sama. Contohnya 176 item dari 80 transaksi berarti 2,2 item per transaksi.

Apa bedanya item per transaksi dan nilai transaksi rata-rata?

Item per transaksi menghitung jumlah barang per kali bayar, sedangkan nilai transaksi rata-rata menghitung rupiahnya. Melihat keduanya membantu membedakan efek tawaran kasir dari efek kenaikan harga.

Bagaimana cara menaikkan item per transaksi?

Letakkan barang yang biasa dibeli bersamaan berdekatan, taruh barang kecil di dekat kasir, beri tawaran yang spesifik, dan buat paket atau harga grosir.

Apakah item per transaksi bisa dipakai menilai kasir?

Bisa sebagai bahan diskusi, asalkan dibandingkan pada shift yang mirip, karena pola belanja pembeli pagi dan sore bisa sangat berbeda.