Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

Harga Pokok Rata-Rata Saat Harga Kulakan Naik Turun

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Minggu lalu Anda kulakan gula Rp 15.000 per kg. Minggu ini agen bilang naik jadi Rp 17.000. Di rak, gula lama dan gula baru sudah bercampur dalam satu tumpukan. Saat satu kilo terjual Rp 18.500, sebenarnya untungnya berapa: Rp 3.500 atau Rp 1.500? Kalau Anda tidak bisa menjawab, laporan untung Anda kemungkinan besar meleset.

Di sinilah harga pokok rata-rata berguna. Metode ini, yang juga disebut rata-rata bergerak atau moving average, membuat harga modal mengikuti harga kulakan yang naik turun tanpa harus memisahkan barang lama dan baru.

Singkatnya: setiap kali barang baru datang, gabungkan nilai stok lama dengan nilai pembelian baru, lalu bagi dengan jumlah barang total. Hasilnya adalah harga modal rata-rata yang dipakai untuk menghitung laba sampai pembelian berikutnya. Laba jadi lebih realistis dibanding memakai harga beli lama atau harga beli terbaru saja.

Masalahnya: harga kulakan jarang sama

Banyak pemilik warung menulis harga modal sekali, lalu tidak pernah mengubahnya. Padahal harga beli beras, minyak, telur, dan gula bisa berubah setiap kulakan. Ada dua kesalahan yang sering terjadi:

Harga pokok rata-rata adalah jalan tengah yang jujur: harga modal mencerminkan campuran barang yang benar-benar ada di toko.

Rumus harga pokok rata-rata bergerak

Rumusnya hanya satu baris:

Harga modal rata-rata baru = (nilai stok lama + nilai pembelian baru) ÷ (jumlah stok lama + jumlah pembelian baru)

Nilai stok lama dihitung dengan harga rata-rata sebelumnya. Rumus ini dihitung ulang setiap kali ada pembelian, itulah kenapa disebut "bergerak". Penjualan tidak mengubah harga rata-rata, hanya mengurangi jumlah stok.

Contoh: gula pasir dengan dua kali kulakan

Contoh karangan di sebuah toko sembako:

KejadianJumlahHarga per kgNilaiHarga rata-rata
Stok awal20 kgRp 15.000Rp 300.000Rp 15.000
Kulakan 130 kgRp 17.000Rp 510.000—
Setelah kulakan 150 kg—Rp 810.000Rp 16.200
Terjual25 kgRp 16.200Rp 405.000Rp 16.200
Sisa25 kgRp 16.200Rp 405.000Rp 16.200
Kulakan 225 kgRp 16.000Rp 400.000—
Setelah kulakan 250 kg—Rp 805.000Rp 16.100

Perhatikan: setelah kulakan kedua yang lebih murah, harga rata-rata turun sedikit menjadi Rp 16.100, bukan langsung ke Rp 16.000. Itu karena masih ada 25 kg gula yang dibeli dengan harga lebih mahal.

Dampaknya ke laba: tiga cara, tiga hasil

Ambil penjualan 25 kg gula di contoh tadi dengan harga jual Rp 18.500 per kg, total omzet Rp 462.500. Bandingkan laba kotornya jika harga modal dihitung dengan cara berbeda:

Cara menghitung modalModal 25 kgLaba kotor
Harga beli lama (Rp 15.000)Rp 375.000Rp 87.500 (terlalu optimis)
Harga beli terbaru (Rp 17.000)Rp 425.000Rp 37.500 (terlalu pesimis)
Harga rata-rata (Rp 16.200)Rp 405.000Rp 57.500 (paling realistis)

Selisih Rp 30.000 antara cara pertama dan cara rata-rata, dari satu jenis barang saja, mungkin terlihat kecil. Tapi jika terjadi pada puluhan barang sembako setiap bulan, laporan laba Anda bisa meleset ratusan ribu rupiah. Untuk memahami hubungannya dengan laporan laba, baca cara menghitung HPP barang dagang.

Harga rata-rata vs FIFO: mana yang dipakai?

FIFO (first in, first out) menganggap barang yang dibeli lebih dulu terjual lebih dulu, sehingga setiap penjualan memakai harga beli kelompok barang tertua. Cara ini lebih rinci, tapi repot dicatat manual karena Anda harus melacak sisa tiap kelompok kulakan.

Untuk warung dan toko kecil, harga rata-rata jauh lebih praktis sebagai dasar laba. Sementara itu, urutan fisik di rak tetap sebaiknya FIFO atau FEFO (yang kedaluwarsa duluan dijual duluan) supaya barang tidak basi. Dua hal ini tidak bertentangan: satu soal hitungan, satu soal penataan. Penjelasan penataan rak ada di FIFO dan FEFO di toko sembako.

Tips praktis menjaga harga modal tetap akurat

Menghitung harga pokok rata-rata secara manual

Jika Anda masih memakai buku atau Excel, tidak semua barang perlu dihitung dengan cara ini. Mulailah dari barang yang harganya paling sering berubah dan paling banyak terjual, seperti beras, minyak, gula, dan telur. Untuk barang yang harganya stabil berbulan-bulan, seperti korek api atau bumbu sachet, harga beli terakhir sudah cukup mendekati.

Siapkan satu baris per barang dengan empat kolom: jumlah stok, harga rata-rata, nilai stok, dan tanggal pembaruan terakhir. Setiap kali kulakan, hitung ulang tiga kolom pertama dengan rumus di atas. Saat menghitung laba harian atau bulanan, ambil harga rata-rata dari kolom itu, bukan dari nota terakhir. Kebiasaan ini memang butuh lima menit setiap kulakan, tetapi hasilnya angka laba yang bisa Anda percaya.

Harga modal rata-rata otomatis di KasirPOS

Menghitung rata-rata bergerak dengan kalkulator untuk ratusan barang tentu melelahkan. Di KasirPOS, setiap pembelian dari supplier yang Anda catat otomatis memperbarui stok dan menghitung ulang harga modal rata-rata barang tersebut. Jika sebuah pembelian ternyata batal lalu dihapus, stok dan pengeluarannya ikut dikembalikan.

Harga modal itu kemudian dipakai di laporan laba kotor, laba bersih, dan margin per produk. Saat melayani pembeli, pemilik juga bisa melihat perkiraan untung di keranjang, sementara kasir tidak bisa melihat harga modal jika tidak diberi izin.

KasirPOS gratis untuk iPhone dan iPad, tanpa iklan dan tanpa langganan, dan bisa dipakai tanpa internet. Aplikasi ini tidak menggantikan pembukuan pajak atau akuntansi formal, tapi cukup untuk mengetahui untung harian toko dengan satu meja kasir. Lihat fitur lengkap KasirPOS atau unduh KasirPOS di App Store.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu harga pokok rata-rata bergerak?

Harga pokok rata-rata bergerak adalah harga modal yang dihitung ulang setiap kali ada pembelian, dengan menggabungkan nilai stok lama dan nilai pembelian baru lalu membaginya dengan jumlah barang total.

Bagaimana rumus moving average untuk stok?

Harga rata-rata baru sama dengan nilai stok lama ditambah nilai pembelian baru, dibagi jumlah stok lama ditambah jumlah pembelian baru.

Apakah penjualan mengubah harga pokok rata-rata?

Tidak. Penjualan hanya mengurangi jumlah stok. Harga rata-rata berubah ketika ada pembelian baru dengan harga yang berbeda.

Mana yang lebih cocok untuk warung, FIFO atau rata-rata?

Untuk menghitung laba, harga rata-rata lebih praktis bagi toko kecil. Penataan fisik barang di rak tetap sebaiknya memakai urutan FIFO atau FEFO agar barang tidak kedaluwarsa.