Total belanja bulanan Bu Ani Rp 287.500. Ia membuka dompet, ada Rp 150.000 tunai. "Sisanya QRIS ya, Mbak." Kasir menerima uang tunai, Bu Ani scan QRIS Rp 137.500, semuanya beres. Tapi di buku, transaksi itu ditulis "Rp 287.500 tunai" karena kolomnya cuma satu. Malamnya laci kurang Rp 137.500, dan kasir dicurigai salah kembalian. Pembayaran campuran seperti ini, atau split payment, makin sering terjadi sejak QRIS jadi kebiasaan, dan cara mencatatnya yang keliru jadi sumber selisih yang membingungkan.
Kuncinya sederhana: satu transaksi boleh punya lebih dari satu metode bayar, dan setiap bagian harus dicatat sesuai metodenya.
Singkatnya: saat pembeli membayar sebagian tunai dan sebagian QRIS, catat dua bagian pembayaran dalam satu transaksi: berapa tunai dan berapa QRIS. Dengan begitu, uang tunai cocok dengan laci dan bagian QRIS cocok dengan riwayat merchant. Cek dulu bagian QRIS masuk, baru hitung kembalian dari bagian tunai.
Kenapa split payment bikin laci selisih
Setiap metode bayar punya "tempat" uangnya sendiri. Tunai masuk laci, QRIS masuk rekening atau saldo merchant, transfer masuk rekening bank. Pencocokan di akhir hari bekerja dengan membandingkan catatan tiap metode dengan tempat uangnya.
Kalau transaksi campuran dicatat sebagai satu metode, catatan dan tempat uang tidak lagi sejalan:
| Dicatat sebagai | Efek di laci | Efek di QRIS |
|---|---|---|
| Semua tunai Rp 287.500 | Kurang Rp 137.500 | Lebih Rp 137.500 |
| Semua QRIS Rp 287.500 | Lebih Rp 150.000 | Kurang Rp 150.000 |
| Tunai Rp 150.000 + QRIS Rp 137.500 | Cocok | Cocok |
Total omzet hari itu tetap benar di ketiga baris. Yang rusak adalah kepercayaan Anda pada angka laci, dan kadang kepercayaan pada kasir.
Urutan melayani pembayaran campuran tanpa salah
- Sebutkan total. "Dua ratus delapan puluh tujuh ribu lima ratus, Bu."
- Tanya pembagiannya di awal. "Tunainya berapa, Bu? Sisanya QRIS ya." Jangan menerima uang tunai dulu lalu menghitung sisanya belakangan sambil bicara.
- Proses bagian non-tunai lebih dulu. Tampilkan QRIS, sebutkan nominal Rp 137.500, tunggu dana terlihat di aplikasi merchant Anda.
- Terima bagian tunai. Kalau pembeli menyerahkan Rp 200.000 untuk bagian tunai Rp 150.000, kembaliannya Rp 50.000.
- Catat dua bagian pembayaran dalam satu transaksi.
- Serahkan barang dan struk.
Kenapa QRIS duluan? Kalau tunai diterima lebih dulu lalu QRIS gagal karena saldo pembeli kurang, Anda harus mengembalikan uang tunai atau mengubah pembagian di tengah antrean. Dengan QRIS duluan, bagian tunai tinggal menyesuaikan.
Variasi yang juga sering terjadi
- Tunai + transfer: sama prinsipnya; cek mutasi sebelum barang diserahkan.
- Dua e-wallet berbeda: pembeli bayar sebagian dari satu aplikasi dan sisanya dari aplikasi lain. Keduanya tetap QRIS, tapi cek dua notifikasi.
- Tunai + sisanya utang: pembeli bayar Rp 200.000 dan sisanya Rp 87.500 besok. Ini bukan pembayaran campuran biasa, tapi kekurangan bayar yang jadi kasbon. Cara mencatatnya ada di pembeli bayar kurang, sisanya besok.
Cara mencatat split payment secara manual
Kalau masih memakai buku, ubah format kolom penjualan menjadi per metode. Satu transaksi boleh mengisi lebih dari satu kolom:
| Jam | Keterangan | Total | Tunai | QRIS | Transfer |
|---|---|---|---|---|---|
| 09.12 | Belanja bulanan Bu Ani | Rp 287.500 | Rp 150.000 | Rp 137.500 | - |
| 09.20 | Gula 2 kg, telur 1 kg | Rp 64.000 | Rp 64.000 | - | - |
| 09.31 | Beras 10 kg | Rp 148.000 | - | - | Rp 148.000 |
Contoh angka. Aturan pengecekannya: kolom Tunai + QRIS + Transfer harus sama dengan kolom Total di setiap baris. Di akhir hari, jumlah kolom Tunai dicocokkan dengan laci, kolom QRIS dengan aplikasi merchant. Langkah pencocokan harian ada di mencocokkan uang QRIS, transfer, dan tunai.
Kesalahan umum dan cara menghindarinya
- Kembalian dihitung dari total, bukan dari bagian tunai. Pembeli menyerahkan Rp 200.000 dan kasir menghitung kembalian dari Rp 287.500, jadi bingung. Kembalian selalu dihitung dari bagian tunai saja.
- Nominal QRIS diketik pembeli tanpa dicek. Bagian QRIS Rp 137.500 diketik Rp 13.750. Cocokkan notifikasi dengan angka yang Anda sebutkan.
- Mengubah pembagian setelah dicatat. Kalau pembeli berubah pikiran, perbaiki catatannya saat itu juga, jangan ditunda.
- Modal laci tipis. Pembayaran campuran sering membuat kembalian receh cepat habis. Siapkan pecahan kecil yang cukup; lihat modal awal laci kasir.
Contoh dampaknya dalam satu hari
Bayangkan sebuah toko sembako melayani 6 transaksi campuran dalam sehari, dengan bagian QRIS masing-masing Rp 40.000, Rp 85.000, Rp 137.500, Rp 60.000, Rp 25.000, dan Rp 112.000. Jika semuanya ditulis sebagai tunai, laci akan terlihat kurang Rp 459.500. Pemilik yang tidak tahu penyebabnya bisa menghabiskan waktu satu jam menghitung ulang uang, memeriksa struk, bahkan menuduh karyawan. Padahal uangnya utuh, hanya ada di tempat yang berbeda. Dengan pencatatan per metode, angka itu langsung terbaca sebagai saldo QRIS, bukan kekurangan laci.
Mencatat pembayaran campuran di KasirPOS
Di aplikasi kasir KasirPOS, satu transaksi bisa dibayar dengan beberapa metode sekaligus: tunai, QRIS, transfer, kartu, atau e-wallet. Alurnya secara umum:
- Masukkan barang ke keranjang, lalu buka layar Bayar.
- Pilih pembayaran dengan beberapa metode, lalu isi bagian QRIS Rp 137.500. Gambar QRIS toko bisa ditampilkan layar penuh untuk discan pembeli.
- Isi bagian tunai Rp 150.000. Tombol uang cepat membantu, dan kembalian dihitung otomatis.
- Selesaikan transaksi. Setiap bagian masuk ke dompetnya masing-masing: tunai ke laci, QRIS ke dompet QRIS.
Hasilnya, laporan per metode pembayaran dan saldo tiap dompet tetap akurat. Saat tutup kasir, hitungan laci hanya membandingkan uang tunai, tanpa tercampur bagian QRIS. Penjelasan dompet ada di dompet laci, QRIS, dan bank di KasirPOS. Kalau ternyata ada transaksi yang terlanjur salah dicatat, transaksi bisa diedit; lihat edit dan batalkan transaksi di KasirPOS.
Sebagai catatan, KasirPOS hanya mencatat metode bayar. Uang QRIS dan transfer masuk langsung ke rekening toko dari penyedianya, jadi pengecekan dana masuk tetap dilakukan di aplikasi bank atau merchant Anda.
Kesimpulan
Pembayaran campuran tunai dan QRIS bukan masalah, selama setiap bagian dicatat sesuai metodenya. Proses QRIS dulu, hitung kembalian dari bagian tunai saja, dan catat dua bagian dalam satu transaksi. Dengan begitu, laci cocok, dompet QRIS cocok, dan tidak ada kasir yang dicurigai tanpa alasan. Untuk mencatat split payment dengan mudah di iPhone atau iPad, lihat fitur lengkap KasirPOS dan unduh KasirPOS di App Store.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu split payment di kasir?
Split payment adalah satu transaksi yang dibayar dengan lebih dari satu metode, misalnya sebagian tunai dan sebagian QRIS.
Bagaimana mencatat pembayaran sebagian tunai sebagian QRIS?
Catat dua bagian pembayaran dalam satu transaksi sesuai nominalnya masing-masing, sehingga bagian tunai cocok dengan laci dan bagian QRIS cocok dengan riwayat merchant.
Mana yang diproses dulu, tunai atau QRIS?
Sebaiknya QRIS dulu sampai dana terlihat masuk. Jika QRIS gagal, Anda belum menerima uang tunai sehingga pembagian mudah diubah.
Bagaimana menghitung kembalian pada pembayaran campuran?
Kembalian dihitung hanya dari bagian tunai. Jika bagian tunai Rp 150.000 dan pembeli memberi Rp 200.000, kembaliannya Rp 50.000.