Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

Dompet di KasirPOS: Laci, QRIS, dan Bank dengan Saldo Sendiri

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Malam ini laporan aplikasi bilang omzet Rp 2.150.000, tetapi di laci hanya ada Rp 1.240.000. Anda panik sebentar, lalu ingat: sebagian pembeli membayar pakai QRIS, ada yang transfer, dan siang tadi Anda mengambil Rp 300.000 dari laci untuk membayar sales minyak. Uangnya mungkin tidak hilang, hanya tersebar dan tercampur. Inilah alasan dompet usaha di aplikasi kasir perlu dipisahkan: laci, QRIS, dan rekening bank masing-masing punya saldo sendiri.

Singkatnya: di KasirPOS, laci kas, QRIS, dan setiap rekening bank bisa menjadi dompet dengan saldo masing-masing. Setiap pembayaran masuk ke dompet sesuai metodenya. Saat Anda menyetor uang laci ke bank, catat sebagai transfer dana antar dompet, bukan sebagai pengeluaran, supaya laba tidak terlihat turun padahal uangnya hanya pindah tempat.

Kenapa saldo usaha mudah tercampur

Dulu warung hanya menerima tunai, jadi cukup satu pertanyaan: berapa isi laci? Sekarang uang masuk lewat beberapa pintu sekaligus:

Uang juga keluar lewat beberapa pintu: belanja ke grosir dibayar tunai dari laci, tagihan supplier dibayar transfer, dan setoran tunai ke bank. Bila semuanya dicatat sebagai satu tumpukan, Anda tidak pernah bisa menjawab "seharusnya di laci ada berapa?". Prinsip umumnya dibahas di artikel memisahkan saldo laci, QRIS, dan bank.

Cara kerja dompet di KasirPOS

Bayangkan dompet sebagai amplop-amplop terpisah. Contoh susunan dompet sebuah toko kelontong:

DompetDiisi olehDipakai untuk
Laci kasirPembayaran tunaiKembalian, belanja kecil, bayar sales tunai
QRISPembayaran QRISDicocokkan dengan mutasi akun merchant
Bank (rekening usaha)Transfer pelanggan, setoran dari laciBayar supplier, tagihan bulanan

Saat transaksi dibayar di layar Bayar, Anda memilih metode: tunai, QRIS, transfer, kartu, e-wallet, atau campuran. Pilihan itu menentukan dompet mana yang bertambah. Pengeluaran dan pemasukan lain juga dicatat dari dompet tertentu, sehingga saldo setiap dompet selalu bisa dilihat.

Catatan: KasirPOS tidak memproses pembayaran. Uang QRIS dan transfer masuk langsung ke rekening toko Anda sendiri. Dompet QRIS di aplikasi hanyalah catatan, jadi tetap cocokkan dengan mutasi asli dari bank atau penyedia QRIS Anda.

Contoh satu hari: dari buka sampai setor

Mari ikuti satu hari di toko sembako dengan modal awal laci Rp 200.000:

Kejadian (contoh)LaciQRISBank
Saldo awalRp 200.000Rp 0Rp 3.000.000
Penjualan tunai sehari+ Rp 1.340.000
Penjualan QRIS sehari+ Rp 610.000
Transfer pelanggan langganan+ Rp 200.000
Bayar sales minyak tunai (pembelian)− Rp 300.000
Setor tunai ke bank (transfer dana)− Rp 1.000.000+ Rp 1.000.000
Saldo akhirRp 240.000Rp 610.000Rp 4.200.000

Omzet hari itu Rp 2.150.000 (tunai + QRIS + transfer). Isi laci yang benar adalah Rp 240.000, bukan Rp 2.150.000. Saat menghitung laci di tutup kasir, Anda tinggal membandingkan uang fisik dengan saldo dompet laci. Selisihnya, bila ada, benar-benar selisih, bukan kebingungan pencatatan.

Setoran bank adalah pindah dana, bukan biaya

Kesalahan paling umum: mencatat setoran Rp 1.000.000 ke bank sebagai "pengeluaran". Akibatnya laporan laba bersih hari itu turun Rp 1.000.000, padahal tidak ada uang yang hilang dari usaha. Uangnya hanya pindah dari amplop laci ke amplop bank.

Di KasirPOS, gunakan fitur transfer dana antar dompet:

  1. Buka bagian dompet atau keuangan di aplikasi.
  2. Pilih transfer dana, dengan dompet asal Laci dan dompet tujuan Bank.
  3. Masukkan jumlah, misalnya Rp 1.000.000, dan tambahkan catatan seperti "setor sore".
  4. Simpan. Saldo laci berkurang, saldo bank bertambah, dan laba tidak berubah.

Logika yang sama berlaku untuk arah sebaliknya, misalnya menarik Rp 500.000 dari bank untuk modal kembalian. Penjelasan lebih dalam ada di artikel setor tunai ke bank bukan pengeluaran.

Aturan sederhana agar dompet tetap rapi

Dompet laci dan tutup kasir: pasangan yang saling menguatkan

Dompet laci paling berguna saat tutup kasir. Dengan fitur buka-tutup kasir, Anda mencatat uang awal di pagi hari, lalu menghitung isi laci di malam hari. Aplikasi menunjukkan berapa yang seharusnya ada dan berapa selisihnya. Tanpa pemisahan dompet, perhitungan itu tidak mungkin akurat karena pembayaran QRIS dan transfer ikut terhitung sebagai "uang yang seharusnya di laci".

Contoh: saldo dompet laci Rp 240.000, uang fisik Rp 235.000. Selisih Rp 5.000 masih wajar bila ada kembalian yang dibulatkan. Tetapi bila selisihnya Rp 150.000, Anda tahu ada yang perlu ditelusuri: transaksi tunai yang ternyata QRIS, pengeluaran yang belum dicatat, atau hal lain. Langkah tutup kasir di aplikasi dibahas di panduan buka dan tutup kasir KasirPOS.

Melihat gambaran besar di laporan arus kas

Karena setiap rupiah masuk dan keluar tercatat di dompet tertentu, KasirPOS bisa menyusun laporan arus kas: dari mana uang datang, ke mana uang pergi, dan berapa saldo akhir tiap dompet. Laporan ini menjawab pertanyaan yang tidak bisa dijawab laporan laba, misalnya "kenapa untung bulan ini Rp 6 juta tetapi saldo bank hanya naik Rp 2 juta?" Biasanya jawabannya ada pada belanja stok besar atau utang supplier yang dibayar. Dasar-dasarnya ada di artikel laporan arus kas sederhana.

Dompet dan transfer dana termasuk dalam semua fitur gratis KasirPOS, berjalan offline di iPhone dan iPad. Lihat fitur lengkap KasirPOS, lalu unduh KasirPOS di App Store untuk mulai memisahkan saldo usaha Anda. Bila ada pertanyaan saat mengatur dompet pertama kali, halaman bantuan aplikasi kasir KasirPOS bisa menjadi titik awal.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu dompet di aplikasi kasir?

Dompet adalah tempat saldo terpisah untuk setiap sumber uang, misalnya laci kasir, QRIS, dan rekening bank. Setiap pembayaran menambah dompet sesuai metodenya.

Bagaimana mencatat setoran uang laci ke bank?

Catat sebagai transfer dana dari dompet Laci ke dompet Bank. Saldo laci berkurang, saldo bank bertambah, dan laba tidak berubah.

Apakah uang QRIS masuk ke aplikasi KasirPOS?

Tidak. KasirPOS tidak memproses pembayaran; uang QRIS masuk ke rekening toko Anda sendiri, sedangkan aplikasi hanya mencatat metode dan jumlahnya.

Kenapa saldo laci di aplikasi berbeda dengan omzet?

Karena omzet mencakup semua metode pembayaran, sementara saldo laci hanya tunai dikurangi pengeluaran dan setoran yang diambil dari laci.