Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

9 Kesalahan Saat Mulai Pakai Aplikasi Kasir dan Solusinya

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Minggu pertama penuh semangat: semua barang dimasukkan, struk dicetak, laporan dilihat tiap malam. Minggu ketiga, stok di aplikasi sudah tidak cocok dengan rak, laba di laporan terasa aneh, dan karyawan mengeluh "lebih cepat pakai kalkulator". Sebulan kemudian, aplikasi kasir hanya dibuka kalau ingat, lalu ditinggalkan. Kesimpulan yang sering muncul: "aplikasi kasir tidak cocok untuk warung saya."

Padahal masalahnya jarang ada di aplikasinya. Hampir selalu ada di beberapa kesalahan memakai aplikasi kasir di awal yang membuat datanya tidak bisa dipercaya. Begitu data tidak dipercaya, orang berhenti memakainya. Berikut sembilan kesalahan yang paling umum dan cara menghindarinya.

Singkatnya: kesalahan terbesar adalah stok awal diisi asal, kulakan tidak dicatat, dan semua orang memakai satu akun. Mulailah dengan data yang benar, catat setiap barang masuk dan keluar, dan disiplinkan diri selama dua minggu pertama. Setelah kebiasaan terbentuk, aplikasi kasir justru menghemat waktu.

Kesalahan memakai aplikasi kasir di data awal

1. Stok awal diisi asal-asalan

Karena malas menghitung, stok awal diisi "kira-kira 20" atau dibiarkan nol. Akibatnya sejak hari pertama angka stok di aplikasi sudah salah, dan setiap laporan selisih stok sesudahnya jadi tidak bermakna. Solusi: lakukan hitung fisik sekali dengan benar sebelum mulai, boleh bertahap per rak. Barang yang belum sempat dihitung lebih baik ditandai dan dihitung minggu itu juga daripada diisi tebakan. Panduannya ada di cara mengisi stok awal aplikasi kasir.

2. Harga modal dibiarkan kosong

Harga jual diisi karena dibutuhkan di kasir, tapi harga modal dilewati. Hasilnya laporan laba menunjukkan angka yang terlalu besar, misalnya omzet Rp 1.500.000 dan "laba" Rp 1.500.000. Pemilik bingung lalu tidak percaya laporan. Isi harga modal dari nota kulakan terakhir, setidaknya untuk 50 barang terlaris lebih dulu.

3. Nama produk berantakan dan dobel

"Indomie goreng", "mi goreng", "IDM grg" ternyata barang yang sama, dimasukkan tiga kali oleh orang berbeda. Stok terpecah ke tiga produk dan semuanya salah. Tetapkan pola penamaan sejak awal: jenis, merek, varian, ukuran. Contohnya di cara memberi nama produk di kasir.

Kesalahan dalam pencatatan harian

4. Kulakan tidak dicatat sebagai pembelian

Ini penyebab nomor satu stok "minus" di aplikasi. Barang datang dari sales, langsung ditata di rak, tapi tidak dicatat. Aplikasi mengira barang sudah habis padahal ada di rak. Lebih buruk lagi, harga modal tidak ikut diperbarui saat harga beli naik. Biasakan mencatat setiap nota kulakan pada hari barang datang. Caranya dibahas di cara mencatat pembelian barang dagang.

5. Penjualan di jam ramai dilewati

Saat antrean panjang, kasir menerima uang dulu dan "nanti saja diinput". Nanti itu jarang terjadi dengan lengkap. Selisih stok dan selisih kas pun muncul. Solusinya bukan memaksa lebih cepat, tapi membuat input lebih cepat: atur urutan kategori agar kategori terlaris tampil paling atas, gunakan scanner barcode, dan siapkan tombol uang pas.

6. Kasbon tetap di buku terpisah

Penjualan masuk aplikasi, tapi kasbon ditulis di buku lama. Hasilnya laporan menganggap barang itu terbayar tunai, sementara uangnya tidak ada di laci. Selisih kas pun muncul setiap hari. Catat kasbon di tempat yang sama dengan penjualannya.

Kesalahan dalam pengaturan dan kebiasaan

7. Semua orang memakai satu akun

Pemilik, istri, anak, dan karyawan memakai akun yang sama, biasanya akun pemilik. Semua orang bisa melihat harga modal, memberi diskon, dan membatalkan transaksi. Ketika ada selisih, tidak ada yang bisa ditanya. Buat akun terpisah dengan PIN masing-masing. Alasannya dijelaskan di akun kasir dengan PIN terpisah.

8. Tidak pernah membuat cadangan data

Data tiga bulan hanya ada di satu HP. Begitu HP rusak, semuanya harus diulang dari nol, dan kepercayaan pada aplikasi ikut hilang. Salin cadangan ke luar perangkat minimal seminggu sekali.

9. Laporan tidak pernah dibuka

Ironisnya, banyak yang rajin input tapi tidak pernah melihat hasilnya. Tanpa melihat laporan, kesalahan nomor 1 sampai 6 tidak ketahuan sampai menumpuk. Luangkan lima menit tiap malam untuk melihat omzet, laba, dan selisih kas.

Rencana dua minggu pertama

Konsistensi di dua minggu pertama menentukan apakah aplikasi kasir akan dipakai bertahun-tahun atau ditinggalkan. Berikut contoh pembagian waktunya:

HariFokus
1–2Masukkan produk dengan nama rapi, harga jual, dan harga modal. Mulai dari barang terlaris.
3Hitung stok fisik dan isi stok awal. Buat akun untuk setiap orang yang memegang kasir.
4–7Catat setiap penjualan, setiap kulakan, dan setiap kasbon di aplikasi. Lihat laporan tiap malam.
8Cek stok 10 barang terlaris. Jika ada selisih, cari penyebabnya, biasanya kulakan atau penjualan yang lupa dicatat.
9–13Lanjutkan kebiasaan. Mulai hitung laci saat tutup dan bandingkan dengan laporan.
14Buat cadangan ke luar HP. Evaluasi: apa yang masih sering terlewat?

Bagaimana KasirPOS membantu menghindari kesalahan ini

KasirPOS, aplikasi kasir gratis untuk iPhone dan iPad, punya beberapa fitur yang langsung menjawab kesalahan di atas:

Tidak ada batasan jumlah produk atau transaksi, tanpa langganan dan tanpa iklan. Langkah awal yang disarankan ada di cara mulai pakai KasirPOS, dan Anda bisa unduh KasirPOS di App Store untuk mencobanya hari ini. Ringkasan semua fiturnya ada di situs resmi aplikasi kasir KasirPOS. Fitur tetap tidak bisa menggantikan kebiasaan; yang membuatnya berhasil adalah disiplin Anda mencatat di dua minggu pertama.

Kesimpulan

Aplikasi kasir jarang gagal karena fiturnya. Ia gagal karena datanya tidak dipercaya, dan data tidak dipercaya karena kesalahan kecil di awal: stok awal tebakan, kulakan tidak dicatat, dan akun dipakai bersama. Perbaiki sembilan hal di atas, jalani dua minggu pertama dengan konsisten, dan aplikasi kasir akan berubah dari beban tambahan menjadi alat yang memberi tahu kondisi toko Anda setiap malam.

Pertanyaan yang sering diajukan

Kenapa stok di aplikasi kasir sering tidak sesuai dengan barang di rak?

Penyebab paling umum adalah stok awal yang diisi asal, barang kulakan yang tidak dicatat sebagai pembelian, dan penjualan di jam ramai yang tidak diinput. Memperbaiki tiga kebiasaan ini biasanya menghilangkan sebagian besar selisih.

Kenapa laba di laporan aplikasi kasir terlalu besar?

Biasanya karena harga modal produk belum diisi, sehingga aplikasi menganggap modalnya nol. Isi harga modal dari nota kulakan terakhir, dimulai dari barang terlaris.

Apakah karyawan perlu akun kasir sendiri?

Sebaiknya ya. Akun terpisah dengan PIN membuat setiap transaksi tercatat atas nama kasirnya dan memungkinkan Anda membatasi akses seperti melihat harga modal atau membatalkan transaksi.

Berapa lama sampai terbiasa memakai aplikasi kasir?

Dua minggu pertama adalah masa paling menentukan. Jika semua penjualan, kulakan, dan kasbon dicatat konsisten selama periode ini, biasanya kebiasaan sudah terbentuk.