Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

Upselling di Kedai Kopi tanpa Terkesan Memaksa

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Pembeli datang, bilang "es kopi susu satu", membayar, lalu pergi. Barista Anda mencatat pesanan dengan sopan, tapi tidak pernah menawarkan apa pun. Padahal di etalase ada croissant yang tinggal sehari lagi layak jual, dan ukuran large hanya selisih Rp 5.000 dengan modal tambahan yang kecil. Di sisi lain, Anda juga tidak ingin tim terdengar seperti sales yang memaksa. Di sinilah teknik upselling yang tepat berperan: tawaran singkat yang terasa membantu, bukan mendesak.

Artikel ini membahas kalimat-kalimat tawaran yang bisa langsung dipakai kasir, kapan menawarkan dan kapan diam, serta cara mengukur apakah upselling benar-benar menaikkan nilai pesanan.

Singkatnya: Upselling yang baik menawarkan satu hal spesifik yang relevan dengan pesanan, misalnya ukuran lebih besar, extra shot, atau pendamping makanan, dengan kalimat pendek dan tanpa mengulang jika ditolak. Ukur hasilnya lewat nilai transaksi rata-rata dan penjualan opsi atau pendamping. Tawaran yang relevan menaikkan nilai pesanan tanpa membuat pembeli merasa terganggu.

Upselling dan cross-selling: apa bedanya

Dua istilah ini sering dicampur:

Keduanya punya tujuan sama: menaikkan nilai rata-rata per transaksi tanpa harus mencari pembeli baru. Di kedai kecil, kenaikan Rp 3.000 per transaksi sudah terasa. Dengan 120 transaksi sehari, itu tambahan omzet sekitar Rp 360.000 per hari, atau lebih dari Rp 10 juta sebulan. Konsep angka ini dibahas di nilai transaksi rata-rata.

Pilih dulu apa yang layak ditawarkan

Tidak semua tawaran sama menguntungkannya. Hitung untung tambahan dari setiap pilihan:

TawaranHarga tambahanModal tambahanUntung tambahan
Regular ke largeRp 5.000Rp 1.800Rp 3.200
Extra shot espressoRp 5.000Rp 1.600Rp 3.400
Ganti ke oat milkRp 6.000Rp 3.500Rp 2.500
Topping cheese foamRp 6.000Rp 2.000Rp 4.000
Croissant butterRp 18.000Rp 9.500Rp 8.500

Dari tabel ini, cheese foam dan extra shot memberi untung tambahan per rupiah paling bagus, sementara croissant memberi untung rupiah terbesar. Fokuskan latihan tim pada dua atau tiga tawaran saja, jangan semuanya. Prinsip penentuan harga tambahan ada di cara menentukan harga topping minuman.

Teknik upselling: kalimat tawaran yang tidak memaksa

Kuncinya: spesifik, singkat, dan memberi alasan. Bandingkan:

Kurang efektifLebih efektif
"Ada tambahan lagi?""Mau sekalian large? Cuma tambah lima ribu, lebih awet buat kerja."
"Mau makanannya juga?""Croissant baru keluar oven, cocok sama kopi susunya."
"Mau topping?""Matcha-nya enak banget pakai cheese foam, mau dicoba?"
"Gulanya normal?""Kalau suka lebih strong, bisa tambah satu shot."

Kalimat yang efektif menyebut satu produk, menghubungkannya dengan pesanan, dan memberi satu alasan. Pembeli bisa menjawab "boleh" atau "nggak, makasih" dengan mudah.

Aturan sopan yang perlu disepakati tim

  1. Satu tawaran per pesanan. Jangan berderet "large? extra shot? croissant?".
  2. Jika ditolak, langsung lanjut. Tidak ada "yakin, Kak?".
  3. Baca situasi. Pembeli yang terburu-buru atau antrean panjang cukup dilayani cepat.
  4. Kenali pelanggan tetap. Jika dia selalu menolak, berhenti menawarkan hal yang sama.
  5. Tawarkan yang memang bagus. Jangan menawarkan roti kemarin sebagai "baru".

Kapan waktu yang tepat menawarkan

Jika kedai Anda punya paket kopi plus roti, tawaran pendamping jadi lebih mudah karena harganya sudah jelas. Cara menghitung paket agar tetap untung dibahas di menu paket hemat kedai.

Membuat tawaran mudah di layar kasir

Upselling gagal jika kasir kesulitan mencatatnya. Kalau menambah extra shot harus mencari item terpisah di daftar panjang, kasir cenderung malas menawarkan. Solusinya, pasang opsi langsung pada menu: saat kasir mengetuk "Es Kopi Susu", muncul pilihan ukuran, extra shot, jenis susu, dan topping dengan harga tambahannya.

KasirPOS mendukung opsi berbayar seperti ini, termasuk ukuran dan topping, sehingga harga otomatis menyesuaikan. Opsi tersebut juga tercetak di label cup, jadi barista tahu persis pesanan mana yang pakai cheese foam. Pengaturannya dijelaskan di opsi topping berbayar di KasirPOS. Untuk pemilik, keranjang kasir menampilkan perkiraan laba transaksi, sementara karyawan tidak melihat angka modal bila izinnya tidak diberikan.

Latih tim dengan permainan peran

Kalimat tawaran terdengar kaku jika baru dihafal. Luangkan sepuluh menit sebelum buka untuk latihan berpasangan: satu orang jadi pembeli, satu jadi kasir. Coba skenario pembeli terburu-buru, pembeli yang ragu, dan pembeli yang langsung menolak. Setelah beberapa hari, tawaran akan keluar secara alami dan tidak terdengar seperti naskah. Minta tim mencicipi sendiri menu yang ditawarkan, karena orang lebih meyakinkan saat menawarkan sesuatu yang memang mereka sukai.

Mengukur apakah upselling berhasil

Jangan menilai dari perasaan. Bandingkan data dua minggu sebelum dan dua minggu sesudah tim mulai menawarkan:

UkuranSebelumSesudah
Jumlah transaksi per hari118121
Omzet per hariRp 2.596.000Rp 2.928.200
Nilai transaksi rata-rataRp 22.000Rp 24.200
Croissant terjual per hari917

Jika jumlah transaksi tetap tapi nilai rata-rata naik, upselling berhasil. Jika jumlah transaksi turun, mungkin tawaran memperlambat antrean atau terasa mengganggu. Laporan omzet harian dan produk terlaris di KasirPOS cukup untuk perbandingan ini, dan karena setiap transaksi mencatat nama kasir, Anda juga bisa melihat laporan penjualan per kasir untuk tahu siapa yang perlu dilatih ulang, bukan untuk menghukum.

Catatan: Angka di atas adalah contoh. Hasil di kedai Anda bisa berbeda tergantung lokasi, jenis pembeli, dan cara tim menawarkan.

Mulai dari satu tawaran minggu ini

Pilih satu tawaran dengan untung tambahan terbesar, latih kalimatnya bersama tim, dan pasang opsinya di kasir. Jika belum punya aplikasi yang mendukung opsi berbayar dan label cup, aplikasi kasir KasirPOS menyediakannya gratis untuk iPhone dan iPad; unduh KasirPOS di App Store untuk mencobanya. Penjelasan lain tentang fitur kasir untuk kedai kopi tersedia di situs resminya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu upselling di kedai kopi?

Upselling adalah menawarkan versi pesanan yang lebih besar atau lebih lengkap, seperti ukuran large atau extra shot. Tujuannya menaikkan nilai pesanan tanpa harus mencari pembeli baru.

Apa perbedaan upselling dan cross selling?

Upselling menaikkan versi produk yang dipesan, misalnya regular ke large. Cross selling menawarkan produk pendamping, misalnya kopi dengan croissant.

Bagaimana contoh kalimat upselling yang tidak memaksa?

Sebutkan satu produk spesifik dengan alasan singkat, misalnya "Mau sekalian large? Cuma tambah lima ribu." Jika pembeli menolak, langsung lanjutkan tanpa mengulang tawaran.

Bagaimana mengukur keberhasilan upselling?

Bandingkan nilai transaksi rata-rata dan penjualan item tambahan sebelum dan sesudah tim mulai menawarkan. Pastikan jumlah transaksi tidak turun karena antrean jadi lambat.