Hari ini kedai Anda menjual 25 gelas. Kemarin 40 gelas. Apakah 25 gelas itu rugi? Apakah 40 gelas sudah untung? Kalau Anda tidak bisa menjawab dengan yakin, berarti Anda belum tahu titik impas usaha sendiri. Artikel ini membahas cara menghitung BEP (break even point atau titik impas) untuk kedai dan warung, per bulan dan per hari, dengan angka yang bisa langsung Anda ganti dengan angka sendiri.
Singkatnya: BEP adalah jumlah penjualan saat usaha tidak untung dan tidak rugi. Rumusnya: biaya tetap per bulan dibagi margin kontribusi (harga jual dikurangi biaya variabel per unit). Bagi hasilnya dengan jumlah hari buka untuk mendapat batas bawah penjualan harian. Di bawah angka itu, hari itu menambah rugi.
Apa itu BEP dan kenapa penting untuk usaha kecil
Setiap usaha punya dua jenis biaya:
- Biaya tetap: jumlahnya sama walaupun penjualan naik atau turun. Contohnya sewa tempat, gaji karyawan tetap, gaji pemilik, cicilan alat, internet, iuran.
- Biaya variabel: ikut naik setiap kali ada penjualan. Di kedai kopi, ini kopi, susu, gula, es, cup, sedotan. Di warung sembako, ini harga modal barang yang terjual.
Setiap gelas yang terjual menyumbang selisih antara harga jual dan biaya variabelnya. Selisih ini disebut margin kontribusi: uang yang dipakai untuk menutup biaya tetap. Begitu total margin kontribusi sebulan sama dengan biaya tetap, Anda berada di titik impas. Gelas berikutnya baru benar-benar menjadi laba.
Cara menghitung BEP: rumus yang perlu Anda ingat
Ada dua bentuk rumus, pakai yang paling cocok:
- BEP unit = biaya tetap per bulan ÷ (harga jual per unit − biaya variabel per unit). Cocok untuk kedai dengan menu yang harganya mirip-mirip.
- BEP Rupiah = biaya tetap per bulan ÷ persentase margin kontribusi. Cocok untuk warung sembako yang menjual ratusan barang dengan harga berbeda-beda.
Lalu, BEP harian = BEP bulanan ÷ jumlah hari buka dalam sebulan.
Contoh menghitung BEP kedai kopi
Kedai kopi kecil rekaan, buka 26 hari sebulan. Biaya tetapnya:
| Biaya tetap per bulan | Jumlah |
|---|---|
| Sewa tempat | Rp 2.000.000 |
| Gaji 1 barista | Rp 2.200.000 |
| Gaji pemilik | Rp 2.500.000 |
| Listrik dan air | Rp 600.000 |
| Internet dan kuota | Rp 150.000 |
| Penyusutan mesin dan grinder | Rp 400.000 |
| Lain-lain (kebersihan, iuran) | Rp 150.000 |
| Total | Rp 8.000.000 |
Rata-rata harga jual per gelas Rp 18.000. Biaya variabel rata-rata (bahan, cup, tutup, sedotan) Rp 8.000. Cara menghitung biaya bahan per gelas dijelaskan di HPP kopi susu per gelas.
- Margin kontribusi per gelas = Rp 18.000 − Rp 8.000 = Rp 10.000
- BEP bulanan = Rp 8.000.000 ÷ Rp 10.000 = 800 gelas
- BEP harian = 800 ÷ 26 hari = sekitar 31 gelas
- Dalam Rupiah: 800 × Rp 18.000 = Rp 14.400.000 per bulan, atau sekitar Rp 554.000 per hari
Jadi, kembali ke pertanyaan awal: hari dengan 25 gelas menambah rugi sekitar 6 gelas × Rp 10.000 = Rp 60.000. Hari dengan 40 gelas memberi laba sekitar 9 × Rp 10.000 = Rp 90.000. Satu hari sepi tidak masalah, asal rata-rata sebulan di atas 31 gelas.
Perhatikan bahwa gaji pemilik dimasukkan ke biaya tetap. Kalau tidak, BEP terlihat lebih rendah dan Anda merasa sudah impas padahal belum dibayar untuk kerja Anda sendiri.
Contoh BEP Rupiah untuk warung sembako
Warung sembako tidak bisa memakai "per gelas" karena barangnya beragam. Pakai persentase. Contoh rekaan: biaya tetap Rp 3.000.000 per bulan (listrik, kuota, iuran, gaji penjaga paruh waktu), dan rata-rata margin kotor 12% dari penjualan.
- BEP bulanan = Rp 3.000.000 ÷ 12% = Rp 25.000.000
- BEP harian (buka 30 hari) = sekitar Rp 833.000
Margin kotor rata-rata bisa dihitung dari laporan sebulan terakhir: laba kotor dibagi penjualan. Warung yang banyak menjual rokok dan beras biasanya marginnya lebih tipis, sehingga BEP-nya lebih tinggi.
Tiga cara menurunkan BEP
Dari rumusnya terlihat ada tiga tuas. Contoh untuk kedai di atas:
| Perubahan | Margin per gelas | BEP bulanan | BEP harian |
|---|---|---|---|
| Kondisi awal | Rp 10.000 | 800 gelas | 31 gelas |
| Harga rata-rata naik jadi Rp 20.000 | Rp 12.000 | 667 gelas | 26 gelas |
| Bahan naik, biaya variabel jadi Rp 9.000 | Rp 9.000 | 889 gelas | 34 gelas |
| Biaya tetap turun jadi Rp 7.000.000 | Rp 10.000 | 700 gelas | 27 gelas |
Baris ketiga penting: kenaikan harga bahan Rp 1.000 per gelas saja menaikkan BEP harian sekitar 3 sampai 4 gelas. Itulah kenapa HPP perlu dicek setiap kali harga susu atau kopi naik. Untuk mengurangi biaya tetap, lihat daftar biaya operasional usaha yang sering terlewat.
Catatan: menu dengan margin berbeda-beda membuat BEP berubah sesuai komposisi penjualan. Kalau pelanggan makin banyak membeli es teh yang marginnya kecil, BEP gelas Anda naik. Hitung ulang setiap beberapa bulan dengan rata-rata terbaru.
Gunakan BEP sebagai batas bawah target harian
BEP bukan target, melainkan lantai. Tulis angka BEP harian di dekat meja kasir sebagai pengingat: "di bawah 31 gelas berarti rugi". Target sebenarnya harus di atas BEP, ditambah laba yang Anda inginkan. Cara menyusunnya ada di cara menentukan target penjualan harian. Kalau Anda ingin tahu kapan modal awal kembali setelah melewati BEP, lanjutkan ke cara menghitung balik modal.
Memantau BEP setiap hari dengan KasirPOS
Rumus BEP butuh dua angka yang sering sulit didapat: biaya variabel per produk dan penjualan harian. Di aplikasi kasir KasirPOS, fitur resep dan bahan baku menghitung biaya bahan per gelas dari harga bahan, misalnya kopi susu dengan 15 g kopi dan 40 ml SKM. Saat Anda mencatat pembelian bahan dari supplier dengan harga baru, harga modal rata-rata dihitung ulang.
Omzet dan laba harian tampil di laporan dengan grafik, sehingga Anda bisa langsung membandingkan dengan angka BEP. Widget omzet hari ini di layar utama atau layar kunci iPhone memudahkan cek sekilas tanpa membuka aplikasi. Biaya tetap seperti sewa dan listrik bisa dicatat sebagai pengeluaran, sehingga laporan laba rugi bulanan menunjukkan apakah Anda sudah melewati titik impas.
Semua fitur ini gratis dan bekerja tanpa internet di iPhone dan iPad; lihat fitur lengkap KasirPOS untuk gambaran lengkapnya. Unduh KasirPOS di App Store, masukkan menu dan resep Anda, lalu hitung BEP pertama Anda minggu ini.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa rumus BEP yang paling sederhana?
BEP unit sama dengan biaya tetap per bulan dibagi selisih harga jual dan biaya variabel per unit. Untuk usaha dengan banyak barang, bagi biaya tetap dengan persentase margin untuk mendapat BEP dalam Rupiah.
Bagaimana menghitung BEP per hari?
Hitung BEP bulanan terlebih dahulu, lalu bagi dengan jumlah hari buka dalam sebulan. Hasilnya adalah batas bawah penjualan harian agar usaha tidak rugi.
Apakah gaji pemilik dimasukkan dalam perhitungan BEP?
Sebaiknya ya, sebagai biaya tetap. Tanpa gaji pemilik, BEP terlihat lebih rendah dan Anda bisa merasa sudah impas padahal tenaga sendiri belum terbayar.
Apa bedanya BEP dan balik modal?
BEP adalah titik saat penjualan bulanan menutup semua biaya bulanan. Balik modal adalah waktu yang dibutuhkan laba bersih untuk mengembalikan modal awal usaha.