"Target hari ini sejuta!" Kedengarannya semangat, tapi dari mana angka sejuta itu? Kalau ternyata usaha sudah untung di Rp 700.000, target sejuta terasa mustahil dan bikin lesu. Kalau ternyata usaha baru impas di Rp 1,2 juta, target sejuta justru membuat Anda merasa berhasil padahal rugi. Artikel ini membahas cara menentukan target penjualan harian yang diturunkan dari biaya bulanan, margin, dan laba yang Anda inginkan, dengan contoh warung makan.
Singkatnya: target omzet bulanan = (biaya tetap + laba yang diinginkan) ÷ persentase margin kontribusi. Bagi dengan jumlah hari buka, sesuaikan per hari dalam seminggu, lalu ubah menjadi jumlah transaksi atau porsi. Target yang dihitung dengan cara ini realistis, bisa dicek setiap malam, dan jauh lebih memotivasi dari angka tebakan.
Tiga bahan untuk menghitung target
Sebelum menulis angka target, siapkan tiga hal:
- Biaya tetap bulanan. Sewa, gaji karyawan, gaji pemilik, listrik, gas yang dipakai rutin, iuran, cicilan alat. Biaya yang tetap ada walaupun warung sepi.
- Persentase margin kontribusi. Dari setiap Rp 100 penjualan, berapa yang tersisa setelah bahan dan kemasan? Untuk warung makan dengan biaya bahan 40%, margin kontribusinya 60%. Cara menghitung porsi biaya bahan ada di food cost percentage warung makan.
- Laba bersih yang Anda inginkan per bulan. Di atas gaji pemilik. Ini uang untuk mengembalikan modal, menambah dana darurat, atau mengembangkan usaha.
Cara menentukan target penjualan dari biaya bulanan
Target omzet bulanan = (biaya tetap + laba yang diinginkan) ÷ margin kontribusi (%)
Kalau laba yang diinginkan nol, hasilnya adalah titik impas atau BEP. Jadi target selalu lebih tinggi dari BEP. Penjelasan BEP secara rinci ada di cara menghitung BEP untuk warung dan kedai.
Contoh: warung makan Mbak Sari
Angka rekaan berikut untuk warung makan yang buka 26 hari sebulan:
| Komponen | Jumlah |
|---|---|
| Sewa | Rp 1.500.000 |
| Gaji 1 pembantu masak | Rp 1.800.000 |
| Gaji pemilik | Rp 2.500.000 |
| Listrik, air, gas rutin, iuran | Rp 900.000 |
| Biaya tetap | Rp 6.700.000 |
| Laba bersih yang diinginkan | Rp 2.000.000 |
| Margin kontribusi | 60% |
- Target omzet bulanan = (Rp 6.700.000 + Rp 2.000.000) ÷ 60% = Rp 14.500.000
- Target omzet harian = Rp 14.500.000 ÷ 26 = sekitar Rp 558.000
- Sebagai pembanding, BEP harian = Rp 6.700.000 ÷ 60% ÷ 26 = sekitar Rp 430.000
Sekarang Mbak Sari punya dua angka: Rp 430.000 adalah lantai (di bawahnya rugi), dan Rp 558.000 adalah target (di atasnya laba sesuai harapan).
Ubah target Rupiah menjadi jumlah pembeli
Angka Rupiah sulit dibayangkan saat sibuk melayani. Ubah menjadi sesuatu yang bisa dihitung dengan jari. Kalau rata-rata satu pembeli belanja Rp 18.000 (nasi, lauk, es teh), maka:
Rp 558.000 ÷ Rp 18.000 = 31 pembeli per hari.
Angka ini memberi dua jalan untuk mencapai target: menambah jumlah pembeli, atau menaikkan belanja rata-rata per pembeli. Kalau rata-rata belanja naik menjadi Rp 20.000 karena kerupuk dan gorengan ditawarkan di meja, cukup 28 pembeli. Cara menaikkan angka ini dibahas di nilai transaksi rata-rata.
Sesuaikan target per hari dalam seminggu
Warung jarang ramai merata. Target yang sama setiap hari membuat Senin terasa gagal dan Sabtu terasa terlalu mudah. Lihat pola penjualan empat minggu terakhir, lalu bagi target mingguan sesuai bobotnya.
| Hari | Porsi dari penjualan mingguan | Target harian |
|---|---|---|
| Senin | 13% | Rp 435.000 |
| Selasa | 14% | Rp 469.000 |
| Rabu | 14% | Rp 469.000 |
| Kamis | 15% | Rp 502.000 |
| Jumat | 20% | Rp 670.000 |
| Sabtu | 24% | Rp 803.000 |
| Minggu | Libur | - |
Target mingguan di contoh ini Rp 558.000 × 6 hari = Rp 3.348.000. Senin tetap sedikit di atas BEP, sementara Jumat dan Sabtu yang ramai menanggung lebih banyak. Untuk hari yang konsisten di bawah target, cari ide di ide promo untuk hari sepi.
Turunkan lagi menjadi target per produk
Bagi yang suka angka lebih rinci, target harian bisa dipecah ke menu andalan. Misalnya dari Rp 558.000, Mbak Sari tahu bahwa nasi ayam goreng biasanya menyumbang sekitar 40% penjualan. Artinya ia perlu menjual sekitar Rp 223.000 nasi ayam, atau 13 porsi seharga Rp 17.000. Sisanya datang dari menu lain dan minuman. Angka per produk membantu menyiapkan bahan: kalau Sabtu target naik, ayam yang diungkep pagi juga perlu ditambah, supaya target tidak gagal hanya karena menu habis jam satu siang.
Agar target benar-benar memotivasi
- Cek setiap malam, bukan akhir bulan. Kalau baru tahu meleset di tanggal 30, sudah terlambat untuk memperbaikinya.
- Catat juga jumlah pembeli. Omzet turun bisa karena pembeli berkurang atau karena belanja per orang mengecil; solusinya berbeda.
- Hitung ulang saat biaya berubah. Sewa naik, harga bahan naik, atau menambah karyawan berarti target juga naik.
- Bagikan ke karyawan dalam bentuk sederhana, misalnya "hari ini kita perlu 31 pembeli", bukan angka laba.
- Rayakan minggu yang tembus target. Target yang tidak pernah dirayakan cepat dilupakan.
Catatan: kalau target yang dihitung ternyata jauh di atas penjualan Anda saat ini, jangan langsung menargetkan lompatan besar. Naikkan bertahap, misalnya 10% di atas rata-rata bulan lalu, sambil memperbaiki margin atau biaya.
Memantau target harian dengan KasirPOS
Target hanya berguna kalau Anda bisa melihat posisi hari ini dengan cepat. Aplikasi kasir KasirPOS menyediakan widget omzet hari ini untuk layar utama dan layar kunci iPhone, jadi Anda bisa mengecek posisi terhadap target tanpa membuka aplikasi. Anda juga bisa menanyakan omzet hari ini lewat Siri.
Laporan harian, mingguan, dan bulanan dengan grafik membantu menemukan pola per hari, sementara laporan laba rugi menunjukkan margin yang sebenarnya untuk dipakai di rumus. Daftar transaksi harian dan laporan penjualan per produk membantu Anda memperkirakan belanja rata-rata per pembeli. Semuanya gratis, berjalan offline, dan tidak butuh akun. Unduh KasirPOS di App Store atau lihat fitur laporan KasirPOS lebih dulu.
Target yang dihitung dari biaya Anda sendiri memberi arti pada setiap pembeli yang datang. Begitu angka di widget melewati target, Anda tahu persis bahwa hari itu sudah bekerja untuk laba, bukan sekadar menutup biaya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana rumus menentukan target penjualan bulanan?
Jumlahkan biaya tetap bulanan dan laba bersih yang diinginkan, lalu bagi dengan persentase margin kontribusi. Hasilnya adalah target omzet bulanan.
Bagaimana mengubah target bulanan menjadi target harian?
Bagi target bulanan dengan jumlah hari buka. Agar lebih realistis, sesuaikan per hari berdasarkan pola penjualan beberapa minggu terakhir.
Apa bedanya target penjualan dan BEP?
BEP adalah penjualan minimum agar tidak rugi, sedangkan target sudah memasukkan laba yang Anda inginkan. Target selalu lebih tinggi dari BEP.
Seberapa sering target penjualan perlu dihitung ulang?
Hitung ulang setiap kali biaya tetap, harga bahan, atau harga jual berubah, dan tinjau setidaknya setiap tiga bulan.