Warung Anda buka dari jam enam pagi sampai sepuluh malam, tujuh hari seminggu. Menutup toko sehari penuh untuk menghitung stok berarti kehilangan omzet satu hari dan membuat pelanggan tetap pindah ke warung lain. Akhirnya opname tidak pernah dilakukan. Ada jalan tengahnya: cycle count, atau opname bertahap, yaitu menghitung sebagian kecil barang setiap hari sampai semua barang terhitung dalam satu siklus.
Dengan cara ini, Anda cukup menyisihkan 15–20 menit sehari di jam sepi, toko tetap buka, dan selisih stok ketahuan lebih cepat daripada menunggu opname besar setahun sekali.
Singkatnya: bagi barang menjadi kelompok berdasarkan nilai dan kecepatan laku, lalu jadwalkan hitungan kecil setiap hari per rak atau per kelompok. Barang mahal dan cepat laku dihitung lebih sering (misalnya mingguan), barang murah dan lambat cukup sebulan atau tiga bulan sekali.
Apa itu cycle count dan bedanya dengan opname penuh
Opname penuh menghitung semua barang dalam satu waktu. Hasilnya lengkap, tetapi butuh toko tutup atau kerja lembur, dan biasanya hanya dilakukan sekali-dua kali setahun. Kalau selisih terjadi di bulan Februari, Anda baru tahu di bulan Desember, saat penyebabnya sudah lupa.
Cycle count memecah pekerjaan itu menjadi potongan kecil. Hari Senin hitung rak rokok, Selasa rak minyak dan gula, dan seterusnya. Keuntungannya:
- Toko tidak perlu tutup.
- Selisih ditemukan dalam hitungan hari atau minggu, saat penyebabnya masih mudah dilacak.
- Pekerjaannya ringan sehingga bisa jadi kebiasaan, bukan proyek besar.
Jika Anda belum pernah opname sama sekali, sebaiknya lakukan sekali opname penuh dulu sebagai titik awal. Panduannya ada di cara stock opname warung. Setelah itu, cycle count menjaga agar catatan tetap akurat.
Kelompokkan barang: mana yang dihitung lebih sering
Tidak semua barang layak mendapat perhatian yang sama. Cara mudahnya, bagi menjadi tiga kelompok:
| Kelompok | Ciri | Contoh | Frekuensi hitung |
|---|---|---|---|
| A | Mahal dan/atau sangat cepat laku, rawan hilang | Rokok, susu formula, minyak, beras, gas | Setiap minggu |
| B | Laku sedang, harga menengah | Gula, kopi sachet, sabun, mi instan | Setiap bulan |
| C | Murah atau lambat laku | Permen, korek, jarum, bumbu sachet | Setiap 3 bulan |
Pengelompokan yang lebih teliti berdasarkan kontribusi omzet dijelaskan di analisis ABC persediaan. Untuk mulai, pengelompokan kira-kira berdasarkan pengalaman Anda sudah cukup.
Menyusun jadwal hitung harian
Contoh rekaan: warung dengan sekitar 300 jenis barang, terdiri dari 30 barang A, 70 barang B dan 200 barang C.
- Kelompok A: 30 barang setiap minggu = 30 hitungan per minggu.
- Kelompok B: 70 barang per bulan (anggap 4 minggu) ≈ 18 hitungan per minggu.
- Kelompok C: 200 barang per 3 bulan (sekitar 13 minggu) ≈ 15 hitungan per minggu.
Totalnya sekitar 63 barang per minggu, atau 10–11 barang per hari jika dibagi enam hari kerja. Menghitung 10 barang biasanya cukup 15–20 menit.
Contoh jadwal mingguan:
| Hari | Yang dihitung |
|---|---|
| Senin | Rokok (A) + 1 rak kelompok C |
| Selasa | Minyak, beras, gas (A) + sebagian kelompok B |
| Rabu | Susu formula dan susu kaleng (A) + 1 rak kelompok C |
| Kamis | Sebagian kelompok B |
| Jumat | Sisa kelompok A + 1 rak kelompok C |
| Sabtu | Sebagian kelompok B, cadangan untuk hitung ulang |
Alternatif yang lebih sederhana adalah membagi per rak: setiap hari satu rak, dan rak berisi barang A diberi giliran dua kali seminggu.
Catatan: hitung di jam paling sepi, misalnya pukul 10.00–11.00 atau 14.00–15.00. Hindari menghitung barang yang sedang dibeli; jika ada pembeli mengambil barang yang sedang dihitung, catat penjualannya dulu, baru lanjutkan.
Langkah dalam satu sesi hitung
- Lihat jadwal hari ini, ambil daftar barang yang akan dihitung.
- Pastikan semua penjualan dan pembelian barang tersebut sudah tercatat sampai saat ini.
- Hitung fisik di rak dan gudang. Jangan lupa stok cadangan di bawah meja atau di kardus belakang.
- Bandingkan dengan catatan dan tulis selisihnya.
- Jika selisih besar, hitung ulang sekali lagi sebelum mencatat.
- Sesuaikan catatan dan tulis dugaan penyebabnya.
Di akhir bulan, kumpulkan semua selisih dalam satu tabel, ubah ke Rupiah, dan lihat barang mana yang berulang. Cara menyusun dan membacanya ada di contoh laporan stock opname.
Siapa yang sebaiknya menghitung
Jika Anda dibantu karyawan, atur agar orang yang menghitung tidak selalu sama dengan orang yang menjaga rak tersebut setiap hari. Misalnya, karyawan pagi menghitung rak yang dijaga karyawan sore, dan sebaliknya. Tujuannya bukan mencurigai, tetapi mendapat mata kedua: orang yang setiap hari melihat rak yang sama cenderung "melihat" jumlah yang ia harapkan.
Untuk barang kelompok A seperti rokok, sebaiknya pemilik sendiri yang menghitung, atau minimal hadir saat penghitungan. Jika Anda mengelola warung sendirian, tidak masalah: kuncinya tetap disiplin jadwal dan mencatat hasilnya, bukan menghitung di kepala lalu lupa.
Kapan barang naik atau turun kelompok
- Barang C yang dua kali berturut-turut selisih besar, naikkan ke kelompok B atau A.
- Barang A yang tiga bulan berturut-turut selalu cocok, boleh dihitung dua minggu sekali.
- Barang baru yang belum jelas polanya, masukkan dulu ke kelompok B.
- Barang yang sering hilang, pertimbangkan pindah tempat. Lihat juga barang hilang di toko.
Opname bertahap dengan KasirPOS
Cycle count hanya berjalan jika stok catatan selalu terkini, karena Anda membandingkan hitungan hari ini dengan catatan hari ini juga. Di aplikasi kasir KasirPOS, stok berkurang otomatis setiap penjualan dan bertambah setiap pembelian dicatat, jadi stok catatan untuk barang yang akan dihitung selalu tersedia kapan saja.
Hasil hitungan setiap sesi dicatat lewat fitur stock opname. Selisihnya masuk ke riwayat stok masing-masing barang, sehingga dari waktu ke waktu terlihat barang mana yang sering selisih. Lokasi rak bisa disimpan per barang, membantu menyusun daftar hitung per rak. Penjelasan lebih lanjut ada di stok opname dan perbaiki stok di KasirPOS.
Aplikasi tidak membuat jadwal cycle count otomatis; jadwal tetap Anda susun, misalnya di kertas yang ditempel di dekat kasir. KasirPOS gratis, tanpa langganan, dan tetap berjalan tanpa internet di iPhone dan iPad. Unduh KasirPOS di App Store untuk mencobanya.
Mulai minggu ini
Tidak perlu menunggu daftar kelompok sempurna. Pilih sepuluh barang paling mahal dan paling laku, hitung setiap minggu selama sebulan, dan lihat apa yang Anda temukan. Begitu kebiasaan terbentuk, tambahkan kelompok berikutnya. Lihat juga fitur stok KasirPOS untuk mendukung pencatatan sehari-hari.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu cycle count?
Cycle count adalah metode menghitung stok sebagian setiap hari atau minggu secara bergiliran, sehingga semua barang terhitung dalam satu siklus tanpa perlu menutup toko.
Apa bedanya cycle count dengan stock opname penuh?
Opname penuh menghitung semua barang sekaligus, biasanya jarang dan butuh toko tutup. Cycle count menghitung sedikit demi sedikit sehingga selisih ditemukan lebih cepat.
Barang apa yang harus lebih sering dihitung?
Barang yang mahal, cepat laku, atau rawan hilang, seperti rokok, susu formula, minyak dan beras. Barang murah dan lambat laku cukup dihitung lebih jarang.
Berapa lama cycle count setiap hari?
Untuk warung kecil, menghitung sekitar 10 barang per hari biasanya cukup 15 sampai 20 menit di jam sepi.