Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

QRIS Statis vs Dinamis: Mana yang Cocok untuk Toko Kecil?

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Penyedia QRIS bertanya, "Mau QRIS statis atau dinamis, Pak?" dan Anda hanya bisa menjawab, "Yang biasa saja." Lalu teman sesama pemilik kedai bilang QRIS dinamis lebih aman, sementara tetangga warung bilang stiker biasa sudah cukup. Mana yang benar untuk toko kecil dengan satu meja kasir?

Perbedaan QRIS statis dan dinamis sebenarnya sederhana: siapa yang mengetik nominal, dan apakah kodenya sama untuk setiap transaksi. Dari situ muncul kelebihan dan risiko masing-masing.

Singkatnya: QRIS statis adalah satu kode yang sama untuk semua transaksi; pembeli mengetik nominal sendiri. QRIS dinamis dibuat baru untuk setiap transaksi dengan nominal yang sudah terisi, biasanya lewat mesin EDC atau aplikasi penyedia. Untuk toko dengan satu kasir, statis umumnya cukup asal setiap pembayaran dicek. Dinamis lebih berguna saat antrean panjang dan nominal sering salah ketik.

Cara kerja QRIS statis

QRIS statis adalah kode yang dicetak sekali dan dipakai terus, biasanya berupa stiker atau standee di meja kasir, atau gambar di layar. Alurnya:

  1. Kasir menyebutkan total, misalnya Rp 37.000.
  2. Pembeli scan kode, lalu mengetik Rp 37.000 di aplikasinya.
  3. Pembeli memasukkan PIN, uang terkirim.
  4. Kasir mengecek dana masuk di aplikasi merchant atau notifikasi.

Karena kodenya tidak berubah, QRIS statis tidak butuh alat apa pun selain tempat untuk menampilkannya. Itulah sebabnya paling banyak dipakai warung, pedagang kaki lima, dan toko kecil.

Cara kerja QRIS dinamis

QRIS dinamis dibuat ulang untuk setiap transaksi. Kasir memasukkan nominal di mesin EDC atau aplikasi kasir yang terhubung ke penyedia QRIS, lalu muncul kode baru yang sudah berisi nominal Rp 37.000. Pembeli tinggal scan dan memasukkan PIN, tanpa mengetik angka. Setelah dibayar, sistem biasanya langsung menandai transaksi itu lunas di layar kasir.

Untuk bisa membuat QRIS dinamis, toko butuh perangkat atau sistem yang terhubung ke penyedia pembayaran, misalnya mesin EDC atau aplikasi merchant yang mendukungnya. Pertimbangan soal EDC dibahas di perlu mesin EDC di warung?

Perbandingan QRIS statis dan dinamis

AspekQRIS statisQRIS dinamis
KodeSatu kode untuk semua transaksiKode baru setiap transaksi
NominalDiketik pembeliSudah terisi otomatis
AlatStiker atau layarEDC atau aplikasi yang terhubung ke penyedia
Cek pembayaranManual lewat notifikasi atau mutasiBiasanya status lunas langsung tampil
Risiko salah nominalAda (pembeli salah ketik)Sangat kecil
Risiko kode ditimpa orangAda, jika stiker bisa dijangkau orang lainKecil, kode hanya muncul saat transaksi
Kecepatan saat antreSedikit lebih lamaLebih cepat
BiayaIkut ketentuan MDR penyediaMDR, ditambah kemungkinan biaya alat

Ketentuan biaya berbeda per penyedia dan bisa berubah. Konsepnya dibahas di biaya MDR QRIS untuk usaha mikro.

Risiko QRIS statis dan cara mengatasinya

Pembeli salah ketik nominal

Total Rp 37.000, pembeli mengetik Rp 3.700 atau Rp 370.000. Kalau Anda tidak mengecek, kekurangan Rp 33.300 baru ketahuan malam hari. Solusinya sederhana: selalu cocokkan nominal di notifikasi dengan total di layar kasir sebelum menyerahkan barang. Kalau pembeli kelebihan bayar, kembalikan selisihnya dengan cara yang disepakati, misalnya tunai, dan catat.

Stiker ditimpa QRIS orang lain

Stiker di meja atau dinding bisa ditempel stiker lain oleh orang iseng atau penipu, sehingga uang pembeli masuk ke rekening orang lain. Pembahasan lengkapnya ada di ciri QRIS palsu. Cara mencegah yang paling efektif: tampilkan QRIS dari layar perangkat kasir Anda sendiri, bukan stiker yang ditempel permanen.

Tangkapan layar "berhasil" palsu

Dengan QRIS statis, Anda tidak otomatis tahu transaksi lunas. Pembeli nakal bisa menunjukkan layar berhasil yang lama. Patokannya tetap satu: dana dianggap masuk hanya jika terlihat di notifikasi atau aplikasi merchant Anda.

Mana yang cocok untuk toko kecil?

Pertimbangkan pola toko Anda:

Hitungan sederhananya: jika mengecek notifikasi menambah sekitar 10 detik per pembeli, 20 pembeli QRIS sehari berarti sekitar 3 menit, tidak masalah. Tapi 40 pembeli dalam satu jam sibuk berarti hampir 7 menit tambahan di jam paling padat, dan beberapa pembeli mungkin batal mengantre. Di titik itulah dinamis layak dihitung biayanya.

Memakai QRIS statis dengan lebih aman di KasirPOS

Kalau Anda memilih QRIS statis, ada cara mengurangi risikonya tanpa menambah alat. Di aplikasi kasir KasirPOS, gambar QRIS statis toko bisa disimpan dan tampil layar penuh di layar pembayaran saat metode QRIS dipilih. Kode hanya muncul dari iPhone atau iPad Anda saat dibutuhkan, sehingga tidak ada stiker yang bisa ditimpa orang. Total belanja juga terlihat jelas di layar kasir sebelum QRIS ditampilkan, sehingga lebih mudah menyebutkan nominal ke pembeli. Cara mengaturnya ada di menampilkan QRIS toko di layar bayar KasirPOS.

Agar jelas: KasirPOS tidak membuat QRIS dinamis dan tidak memproses pembayaran. Uang tetap masuk langsung ke rekening atau akun merchant Anda dari penyedia QRIS, dan pengecekan dana tetap dilakukan di aplikasi bank atau merchant. Yang dilakukan KasirPOS adalah mencatat transaksi dengan metode QRIS, memisahkan saldo QRIS dari laci, dan menampilkan laporan per metode pembayaran untuk dicocokkan. Jika Anda butuh QRIS dinamis dengan status lunas otomatis, Anda perlu sistem dari penyedia pembayaran yang mendukungnya.

Kesimpulan

QRIS statis cukup untuk sebagian besar toko kecil dengan satu kasir, selama nominal selalu dicocokkan dan dana dicek di sisi Anda. QRIS dinamis berguna ketika antrean panjang dan kecepatan jadi prioritas, dengan konsekuensi butuh alat atau sistem tambahan. Informasi resmi tentang QRIS dapat dibaca di situs Bank Indonesia. Untuk menampilkan QRIS statis dari layar sendiri dan mencatat penjualan per metode, lihat fitur lengkap KasirPOS atau unduh KasirPOS di App Store.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa perbedaan QRIS statis dan dinamis?

QRIS statis memakai satu kode yang sama untuk semua transaksi dan pembeli mengetik nominal sendiri. QRIS dinamis dibuat baru setiap transaksi dengan nominal yang sudah terisi.

Apakah QRIS statis aman untuk warung?

Cukup aman jika setiap pembayaran dicek di notifikasi atau aplikasi merchant Anda sebelum barang diserahkan, dan kode QRIS tidak bisa ditimpa orang lain.

Apakah QRIS dinamis butuh mesin EDC?

QRIS dinamis butuh perangkat atau sistem yang terhubung ke penyedia pembayaran, misalnya mesin EDC atau aplikasi merchant yang mendukungnya.

Kapan toko kecil perlu beralih ke QRIS dinamis?

Saat antrean sering panjang dan banyak pembeli membayar QRIS di jam sibuk, sehingga waktu untuk mengetik dan mengecek nominal mulai memperlambat layanan.