Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

Cara Menghitung Persentase Penyusutan Stok (Shrinkage)

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Setiap kali menghitung rak, Anda tahu ada yang kurang: tiga bungkus kopi di sini, sebotol kecap di sana. Tapi seberapa parah? Apakah kehilangan Rp 200.000 sebulan itu wajar untuk warung seukuran Anda, atau tanda ada yang tidak beres? Tanpa angka pembanding, Anda hanya bisa menebak. Di sinilah penyusutan stok membantu: satu persentase sederhana yang memberi tahu seberapa besar barang lenyap dibanding yang seharusnya ada.

Singkatnya: persentase penyusutan stok = (nilai stok menurut catatan − nilai stok hasil hitung fisik) ÷ nilai penjualan pada periode yang sama × 100%. Hitung setiap bulan dari hasil opname, pakai harga modal, dan perhatikan trennya. Angka yang naik dari bulan ke bulan lebih penting daripada angkanya sendiri.

Apa itu penyusutan stok (shrinkage)?

Penyusutan stok, dalam bahasa ritel disebut shrinkage, adalah barang yang tercatat ada tetapi secara fisik tidak ditemukan. Penyebabnya campuran: salah catat, barang rusak atau kedaluwarsa yang tidak dicatat, susut alami (beras atau gula curah yang tercecer saat ditimbang), dan pencurian. Cara menelusuri penyebabnya dibahas di barang hilang di toko: pencurian atau salah catat.

Catatan: jangan tertukar dengan penyusutan peralatan, yaitu turunnya nilai kulkas, etalase, atau timbangan karena dipakai bertahun-tahun. Itu konsep akuntansi yang berbeda; penjelasannya ada di penyusutan peralatan usaha.

Rumus persentase penyusutan stok

Ada dua angka yang Anda butuhkan dari satu periode (misalnya satu bulan):

  1. Nilai selisih stok. Untuk setiap barang yang kurang: jumlah kurang × harga modal. Jumlahkan semuanya.
  2. Nilai penjualan (omzet) pada periode yang sama.

Penyusutan (%) = nilai selisih stok ÷ omzet periode × 100%

Membandingkan dengan omzet membuat angkanya adil: warung yang omzetnya Rp 60 juta wajar kehilangan lebih banyak rupiah dibanding warung Rp 15 juta, tetapi persentasenya bisa dibandingkan.

Ada juga cara lain yang dipakai sebagian orang: membandingkan selisih dengan nilai stok menurut catatan. Keduanya sah, asalkan Anda selalu memakai rumus yang sama setiap bulan. Untuk warung, cara pertama (dibanding omzet) lebih mudah karena angka omzet biasanya sudah ada.

Kenapa memakai harga modal, bukan harga jual?

Barang yang hilang merugikan Anda sebesar uang yang Anda keluarkan untuk membelinya. Kalau pakai harga jual, angkanya terlihat lebih besar dan bisa membuat panik. Pakai harga modal agar angka penyusutan mencerminkan uang yang benar-benar hilang.

Contoh perhitungan dari hasil opname

Sebuah toko sembako melakukan opname akhir bulan. Omzet bulan itu (contoh) Rp 45.000.000. Barang yang kurang:

BarangCatatanFisikKurangHarga modalNilai kurang
Gula pasir 1 kg40373Rp 16.500Rp 49.500
Kopi sachet (renceng)25223Rp 14.000Rp 42.000
Rokok (bungkus)60555Rp 29.000Rp 145.000
Telur (kg)15141Rp 27.000Rp 27.000
Sabun batang36342Rp 4.000Rp 8.000
Total nilai kurangRp 271.500

Penyusutan = Rp 271.500 ÷ Rp 45.000.000 × 100% = 0,60%.

Perhatikan rokok: hanya 5 bungkus, tetapi menyumbang lebih dari separuh nilai kehilangan. Ini memberi tahu Anda di mana pengawasan paling perlu.

Bagaimana dengan barang yang justru lebih dari catatan? Jangan langsung dipakai untuk menutup kekurangan. Barang lebih biasanya tanda salah catat (salah pilih varian atau salah satuan saat kulakan). Telusuri dulu, perbaiki, baru hitung penyusutannya.

Pantau trennya setiap bulan

Tidak ada satu angka "normal" yang berlaku untuk semua warung, karena jenis barang, lokasi, dan cara kerja tiap toko berbeda. Yang jauh lebih berguna adalah membandingkan angka Anda sendiri dari bulan ke bulan:

BulanOmzetNilai kurangPenyusutan
JuliRp 44.000.000Rp 250.0000,57%
AgustusRp 45.000.000Rp 271.5000,60%
SeptemberRp 43.500.000Rp 610.0001,40%

Lonjakan di September adalah sinyal. Tanyakan: apa yang berubah? Karyawan baru? Supplier baru? Rak dipindah ke dekat pintu? Dengan mengukur tiap bulan, Anda menangkap masalah di bulan pertama, bukan setelah setengah tahun.

Langkah bulanan yang bisa langsung dipakai

  1. Tentukan tanggal opname tetap, misalnya tanggal terakhir setiap bulan setelah toko tutup.
  2. Hitung fisik semua barang, atau minimal barang bernilai tinggi kalau waktunya terbatas. Teknik bertahap ada di cycle count: opname bertahap.
  3. Catat selisih per barang, lalu kalikan dengan harga modal.
  4. Telusuri selisih besar sebelum menutup angka bulan itu.
  5. Bagi dengan omzet dan tulis persentasenya di satu tabel tahunan.
  6. Ambil satu tindakan untuk barang penyumbang terbesar, lalu lihat efeknya bulan depan.

Contoh format laporan hasil hitung bisa Anda lihat di contoh laporan stock opname.

Setelah tahu barang penyumbang terbesar, tindakannya biasanya sederhana:

Ukur lagi bulan berikutnya. Kalau persentasenya turun, tindakan itu berhasil.

Menghitung penyusutan stok dengan KasirPOS

Bagian paling melelahkan dari rumus ini adalah mendapatkan "stok menurut catatan" yang bisa dipercaya. Kalau penjualan dan pembelian dicatat di buku tulis, angka catatannya sendiri sering sudah meleset. Di aplikasi kasir dan stok KasirPOS:

Semua fitur ini gratis, tanpa iklan dan tanpa langganan, dan data tersimpan di perangkat Anda sendiri. Lihat fitur lengkap KasirPOS atau langsung unduh KasirPOS di App Store.

Satu angka persen di akhir bulan mungkin terlihat sepele. Tapi angka itulah yang mengubah "rasanya ada yang hilang" menjadi "kehilangan naik dua kali lipat sejak bulan lalu, dan sebagian besar dari rokok".

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu shrinkage atau penyusutan stok?

Shrinkage adalah barang yang tercatat ada tetapi tidak ditemukan saat dihitung fisik, akibat salah catat, barang rusak, susut, atau pencurian.

Bagaimana rumus persentase penyusutan stok?

Jumlahkan nilai barang yang kurang berdasarkan harga modal, lalu bagi dengan omzet periode yang sama dan kalikan 100 persen.

Kenapa penyusutan stok dihitung dengan harga modal?

Karena kerugian Anda sebesar uang yang dikeluarkan untuk membeli barang itu. Harga jual akan membuat angka kerugian tampak lebih besar.

Berapa sering penyusutan stok perlu dihitung?

Idealnya setiap bulan setelah opname, agar kenaikan dari bulan ke bulan cepat terlihat dan penyebabnya bisa segera ditelusuri.