Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

8 Kesalahan Mengelola Keuangan UMKM yang Paling Sering Terjadi

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Anda tidak boros. Tidak beli mobil, tidak liburan, belanja rumah juga secukupnya. Toko buka dari subuh sampai malam, pembeli lumayan ramai. Tapi setiap kali sales datang menagih, uangnya pas-pasan, dan di akhir bulan rasanya tidak ada yang tersisa. Kalau sudah hati-hati tetap kekurangan, biasanya masalahnya bukan pada besar kecilnya pengeluaran, tetapi pada cara uang itu dikelola.

Berikut delapan kesalahan keuangan UMKM yang paling sering membuat toko kecil kekurangan uang padahal ramai, beserta cara memperbaikinya. Kabar baiknya, hampir semuanya bisa dicegah dengan satu kebiasaan: catatan harian yang rapi.

Singkatnya: delapan kesalahan yang paling sering terjadi adalah mencampur uang pribadi, menganggap omzet sebagai laba, tidak tahu harga modal per barang, kasbon tanpa catatan, belanja stok tanpa catatan, salah mencatat setoran bank, tidak punya cadangan, dan tidak pernah tutup buku. Perbaikannya sederhana dan dimulai dari mencatat setiap hari.

Empat kesalahan soal mencatat uang

1. Uang usaha dan uang rumah tangga dalam satu laci

Uang belanja dapur, jajan anak, dan bayar listrik rumah diambil dari laci toko. Tidak ada yang dicatat karena "toh uang sendiri". Akibatnya Anda tidak pernah tahu apakah toko untung lalu uangnya terpakai rumah, atau toko memang rugi.

Perbaikan: tetapkan jumlah pengambilan bulanan untuk rumah tangga, dan setiap ambil uang dari toko, tulis. Langkah lengkapnya di cara memisahkan uang pribadi dan usaha.

2. Menganggap omzet sebagai keuntungan

Hari ini laku Rp 3 juta, rasanya untung besar. Padahal kalau margin rata-rata toko sembako sekitar 10%, laba kotornya hanya kira-kira Rp 300 ribu, belum dikurangi listrik, sewa, dan plastik. Mengambil Rp 500 ribu "karena hari ini ramai" berarti memakan modal.

Perbaikan: biasakan melihat laba, bukan omzet. Perbedaannya dijelaskan di perbedaan omzet dan laba.

3. Tidak tahu harga modal per barang

Harga jual ditentukan "kira-kira", atau mengikuti toko sebelah. Ketika harga dari sales naik Rp 1.000 per dus, harga jual tidak ikut disesuaikan. Selama berbulan-bulan, ada barang yang dijual hampir tanpa untung, bahkan rugi.

Perbaikan: catat harga beli setiap kali kulakan dan periksa margin per barang sebulan sekali. Contoh: minyak goreng 2 liter dibeli Rp 36.500 dan dijual Rp 38.000, margin hanya Rp 1.500 atau sekitar 4%. Tidak salah, asalkan Anda sadar dan barang lain yang menutup.

4. Kasbon pelanggan hanya diingat

"Bu Sri ambil gula sama telur, nanti bayar." Tidak dicatat, atau dicatat di sobekan kertas yang hilang. Sepuluh pelanggan dengan kasbon rata-rata Rp 75.000 berarti Rp 750.000 modal yang menggantung, dan sebagian akhirnya terlupa.

Perbaikan: setiap kasbon dicatat dengan nama, tanggal, barang, dan jumlah. Tetapkan batas. Lihat cara mencatat utang pelanggan.

Empat kesalahan soal merencanakan uang

5. Kulakan langsung dari laci tanpa catatan

Sales datang, uang diambil dari laci, nota diselipkan entah di mana. Malamnya laci kurang Rp 1,2 juta dari penjualan, dan Anda tidak yakin itu karena sales atau ada yang salah. Stok juga tidak bertambah di catatan, jadi Anda tidak tahu berapa sebenarnya modal barang.

Perbaikan: catat setiap pembelian barang, termasuk dari dompet mana uangnya keluar.

6. Setoran ke bank dicatat sebagai pengeluaran

Uang laci Rp 2 juta disetor ke rekening, lalu ditulis di kolom "pengeluaran". Di akhir bulan, pengeluaran terlihat membengkak dan laba terlihat kecil, padahal uangnya hanya pindah tempat. Kebalikannya juga terjadi: tarik tunai dari ATM untuk modal laci dicatat sebagai "pemasukan", sehingga laba terlihat besar.

Perbaikan: perpindahan uang antartempat dicatat sebagai transfer, bukan biaya atau pendapatan.

7. Tidak punya cadangan

Semua laba diputar atau diambil. Saat freezer rusak, anak masuk sekolah, atau ada renovasi pasar, satu-satunya jalan adalah pinjam. Kalau pinjamannya dari pinjol berbunga tinggi, masalah kecil jadi masalah besar.

Perbaikan: sisihkan sebagian kecil laba setiap bulan ke rekening terpisah, walaupun cuma Rp 300 ribu. Target awal: setara satu bulan biaya tetap.

8. Tidak pernah tutup buku

Catatan harian ada, tetapi tidak pernah dijumlahkan per bulan. Tidak ada momen untuk melihat: bulan ini untung berapa, barang apa yang laku, biaya apa yang naik. Masalah baru terlihat ketika sudah besar.

Perbaikan: sediakan satu jam setiap awal bulan untuk merekap. Panduannya ada di tutup buku akhir bulan.

Rangkuman: kesalahan keuangan UMKM dan perbaikannya

KesalahanAkibatKebiasaan pengganti
Uang pribadi tercampurTidak tahu untung atau rugiAmbil jatah bulanan, catat setiap ambil
Omzet dianggap labaModal ikut terpakaiLihat laba kotor harian
Tidak tahu harga modalMargin tergerus diam-diamCatat harga beli tiap kulakan
Kasbon tidak dicatatPiutang hilangBuku utang dengan nama dan tanggal
Kulakan tanpa catatanLaci dan stok selisihCatat pembelian dan sumber uang
Setoran bank jadi biayaLaporan menyesatkanCatat sebagai transfer
Tanpa cadanganTerpaksa berutangSisihkan rutin tiap bulan
Tidak tutup bukuMasalah terlambat diketahuiRekap satu jam tiap awal bulan

Catatan harian yang mencegah sebagian besar kesalahan

Hampir semua kesalahan di atas berakar pada hal yang sama: transaksi terjadi, tetapi tidak tercatat dengan benar. Buku tulis dan Excel bisa dipakai, asalkan konsisten setiap hari. Masalahnya, mencatat manual di tengah antrean sering terlewat.

Aplikasi kasir KasirPOS membuat sebagian besar pencatatan itu terjadi otomatis saat Anda berjualan. Setiap penjualan mengurangi stok dan menghitung laba dari harga modal. Pembelian dari supplier memperbarui harga modal rata-rata. Pembeli yang membayar kurang bisa langsung dicatat sebagai utang di Buku Utang. Laci, QRIS, dan rekening bank punya saldo terpisah, dan setoran ke bank dicatat sebagai transfer dana, bukan pengeluaran. Laporan laba rugi bulanan tinggal dibuka saat tutup buku.

Ada juga yang tidak bisa diselesaikan aplikasi: disiplin mengambil jatah pemilik dan menyisihkan cadangan tetap keputusan Anda. Aplikasi hanya membuat angkanya terlihat jelas. KasirPOS gratis untuk iPhone dan iPad, tanpa iklan dan tanpa langganan; unduh KasirPOS di App Store atau pelajari fitur lengkap KasirPOS lebih dulu.

Tidak perlu memperbaiki delapan hal sekaligus. Pilih dua yang paling terasa di toko Anda, jalankan perbaikannya selama sebulan, lalu tambah satu lagi. Dalam beberapa bulan, pertanyaan "uangnya ke mana?" akan punya jawaban yang jelas.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa kesalahan keuangan UMKM yang paling umum?

Yang paling umum adalah mencampur uang pribadi dengan uang usaha, sehingga pemilik tidak tahu apakah usaha untung atau rugi.

Kenapa warung ramai tapi uangnya selalu kurang?

Biasanya karena omzet dianggap laba, harga modal tidak dipantau, kasbon tidak tercatat, atau uang usaha terpakai untuk keperluan rumah tanpa catatan.

Apakah setor uang ke bank termasuk pengeluaran usaha?

Tidak. Setoran ke bank hanya memindahkan uang dari laci ke rekening, jadi dicatat sebagai transfer, bukan biaya.

Bagaimana cara mulai memperbaiki keuangan toko kecil?

Mulai dengan mencatat setiap transaksi harian, lalu pilih satu atau dua kesalahan yang paling terasa untuk diperbaiki lebih dulu selama sebulan.