Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

Kehabisan Stok: Berapa Kerugian Saat Barang Laris Kosong?

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

"Rokoknya habis, Mas. Besok sore baru datang." Pembeli mengangguk, lalu pergi. Di kepala Anda, tidak ada yang rugi: barangnya memang tidak ada, uangnya tidak keluar. Besok, saat stok datang, penjualan akan jalan lagi. Benarkah begitu?

Kehabisan stok adalah kerugian yang tidak terlihat di buku kas. Tidak ada uang yang keluar, jadi tidak ada yang dicatat. Tapi ada penjualan yang tidak terjadi, dan kadang ada pelanggan yang tidak kembali. Artikel ini menghitung kerugian itu dengan angka warung yang realistis, supaya Anda bisa memutuskan berapa stok yang layak dijaga.

Singkatnya: kerugian kehabisan stok terdiri dari untung yang hilang hari itu, belanjaan lain yang ikut pindah, dan pelanggan yang pindah langganan. Dalam banyak kasus, totalnya lebih besar daripada biaya menyimpan sedikit stok lebih untuk barang laris. Jaga barang pokok dan barang langganan agar tidak kosong, terima kosong sesekali untuk barang lain.

Tiga lapis kerugian saat kehabisan stok

Lapis 1: untung yang hilang hari itu

Ini yang paling mudah dihitung. Kalau gas elpiji 3 kg kosong seharian dan biasanya laku 8 tabung dengan untung Rp 3.000 per tabung, Anda kehilangan Rp 24.000. Kecil, dan sering dianggap "nanti juga laku besok". Masalahnya, sebagian pembeli tidak menunda; mereka membeli di tempat lain hari itu juga, dan besok mereka tidak butuh lagi.

Lapis 2: belanjaan ikutan yang ikut pindah

Pembeli jarang datang hanya untuk satu barang. Ibu yang membeli gas sering sekalian membeli telur, minyak, dan bumbu. Kalau gasnya kosong dan ia harus ke warung lain, belanjaan ikutan itu ikut pindah. Untung yang hilang jadi berlipat.

Lapis 3: pelanggan yang pindah langganan

Ini lapis termahal dan paling sering diremehkan. Satu kali kosong biasanya dimaafkan. Dua atau tiga kali dalam sebulan, pembeli mulai berpikir, "Ke warung sebelah saja, lebih lengkap." Sekali kebiasaan itu terbentuk, Anda kehilangan pelanggan itu bukan untuk sehari, tapi untuk berbulan-bulan.

Contoh menghitung kerugian kehabisan stok

Misalkan rokok merek yang paling laris di warung Anda kosong selama dua hari (semua angka contoh):

KomponenHitunganKerugian
Untung rokok yang tidak terjual30 bungkus × Rp 2.000Rp 60.000
Belanjaan ikutan yang hilang (kopi, gorengan titipan, korek)15 pembeli × untung Rp 1.500Rp 22.500
Dua pelanggan tetap pindah langganan2 orang × untung Rp 3.000/hari × 60 hariRp 360.000
Perkiraan totalRp 442.500

Kerugian langsung hanya Rp 82.500. Tapi kalau kekosongan itu membuat dua pelanggan harian pindah selama dua bulan, kerugiannya melonjak lebih dari lima kali lipat. Angka pelanggan yang pindah di atas hanya perkiraan; di warung Anda bisa lebih kecil atau lebih besar. Intinya, lapis ketiga ini yang menentukan.

Bandingkan dengan biaya menyimpan stok lebih

Sekarang hitung biaya untuk mencegahnya. Misalnya Anda memutuskan selalu menyimpan tambahan 1 slop (10 bungkus) rokok merek tersebut sebagai cadangan. Dengan modal sekitar Rp 30.000 per bungkus, uang yang tertahan Rp 300.000. Uang itu tidak hilang; ia hanya tidak bisa dipakai untuk hal lain selama tersimpan, dan rokok tidak cepat rusak.

Bandingkan: menahan Rp 300.000 dalam bentuk barang yang pasti laku, atau berisiko kehilangan Rp 442.500 setiap kali barang itu kosong dua hari. Untuk barang laris dan barang langganan, menyimpan sedikit lebih hampir selalu lebih murah. Cara menghitung cadangan ini ada di safety stock.

Catatan: logika ini tidak berlaku untuk semua barang. Untuk barang yang jarang dicari atau mudah rusak, kosong sesekali lebih murah daripada menimbun. Menyimpan berlebihan untuk semua barang justru membawa masalah lain, yaitu modal yang tertahan.

Barang mana yang tidak boleh kosong?

Gunakan tiga pertanyaan sederhana:

  1. Apakah barang ini dicari setiap hari? Contoh: gas, galon, beras, telur, rokok, mi instan.
  2. Apakah pembeli langsung pindah toko kalau kosong? Untuk kebutuhan mendesak, ya.
  3. Apakah barang ini membawa belanjaan lain? Barang pokok biasanya menjadi alasan orang datang.

Kalau jawabannya "ya" untuk dua dari tiga pertanyaan, masukkan ke daftar "tidak boleh kosong". Biasanya isinya tidak lebih dari 20–30 barang. Daftar barang yang umumnya laris di warung ada di barang paling laku di warung, dan pelanggan mana yang paling berharga untuk dijaga dibahas di pelanggan paling berharga.

Langkah mencegah kehabisan stok

Memantau stok barang laris dengan KasirPOS

Kehabisan stok paling sering terjadi karena pemilik tidak tahu sisa barang sampai raknya benar-benar kosong. Di aplikasi kasir KasirPOS, stok berkurang setiap kali barang terjual, dan ada pengingat harian untuk stok yang menipis, sehingga Anda bisa memesan sebelum barang habis. Laporan barang terlaris membantu menyusun daftar "tidak boleh kosong" dari data nyata, bukan perkiraan. Untuk kedai yang memakai resep, kasir juga menampilkan sisa porsi yang bisa dibuat dari bahan baku yang ada.

Kalau ada pelanggan yang menunggu barang datang, katalog harga bisa dikirim lewat WhatsApp dengan pilihan hanya menampilkan barang yang ada stoknya. KasirPOS gratis, tanpa iklan dan langganan, berjalan offline di iPhone dan iPad. Lihat fitur stok dan laporan KasirPOS atau unduh KasirPOS di App Store.

Lain kali ada pembeli yang pulang dengan tangan kosong, ingat bahwa kerugiannya bukan nol. Untuk barang yang membuat orang datang ke warung Anda, menyimpan sedikit lebih adalah biaya kecil untuk menjaga mereka tetap datang.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja kerugian akibat kehabisan stok?

Untung dari barang yang tidak terjual, belanjaan lain yang ikut pindah ke toko lain, dan pelanggan tetap yang berpindah langganan.

Mana yang lebih mahal, kehabisan stok atau menyimpan stok lebih?

Untuk barang laris dan barang langganan, kehabisan stok biasanya lebih mahal. Untuk barang jarang dicari atau mudah rusak, menyimpan lebih justru merugikan.

Bagaimana cara mencegah kehabisan stok di warung?

Tetapkan titik pesan ulang untuk barang laris, catat barang yang sering dicari tapi kosong, dan siapkan supplier cadangan.

Apa yang harus dilakukan saat barang yang dicari pembeli kosong?

Tawarkan pengganti yang mirip dengan jujur, dan kabari pelanggan tetap saat barangnya sudah datang.