"Yang paling laku di sini ya rokok sama mi instan." Hampir setiap pemilik warung bisa menjawab begitu dengan yakin. Tapi saat ditanya berapa bungkus mi yang terjual minggu lalu, atau apakah telur sebenarnya lebih laku dari mi, jawabannya mulai ragu. Mencari barang paling laku di warung dari perasaan memang cepat, tapi sering keliru: barang yang sering Anda lihat diambil belum tentu barang yang paling banyak menghasilkan uang.
Artikel ini memberi gambaran kategori yang umumnya laris di warung Indonesia, lalu menunjukkan cara membuktikannya dengan data dari warung Anda sendiri.
Singkatnya: secara umum, bahan pokok, mi instan, minuman, rokok, telur, dan kebutuhan mandi sachet sering jadi barang laris. Tapi setiap warung punya daftar sendiri tergantung lingkungannya. Buktikan dengan tiga ukuran: jumlah terjual, omzet, dan laba per barang. Barang yang paling sering terjual belum tentu yang paling menguntungkan.
Kategori yang umumnya laris di warung
Dari pola belanja rumah tangga sehari-hari, kategori berikut biasanya berputar cepat di warung kelontong. Anggap ini titik awal, bukan kepastian.
- Bahan pokok harian: beras eceran, minyak goreng, gula, telur. Dibeli sedikit-sedikit tapi rutin.
- Mi instan dan bumbu: pembelian cepat untuk makan malam atau sarapan.
- Minuman: air mineral, kopi dan teh sachet, minuman dingin jika ada kulkas.
- Rokok: frekuensi tinggi, tapi marginnya biasanya tipis.
- Kebutuhan mandi dan cuci sachet: sampo, sabun cuci, pasta gigi ukuran kecil.
- Gas elpiji dan galon: bila warung menyediakan, sering jadi alasan orang datang.
- Jajanan anak: sangat tergantung apakah ada sekolah atau banyak anak di sekitar.
Masalahnya, daftar ini sama untuk semua warung. Warung di dekat kos mahasiswa bisa didominasi mi dan kopi sachet, sementara warung di kompleks keluarga lebih banyak menjual telur, beras, dan popok. Itulah kenapa Anda perlu bukti dari warung sendiri.
Tiga ukuran "laku" yang sering tertukar
Kata "laku" bisa berarti tiga hal berbeda. Lihat contoh rekap seminggu sebuah warung (angka contoh):
| Barang | Terjual | Omzet | Margin per unit | Laba kotor |
|---|---|---|---|---|
| Rokok (bungkus) | 70 | Rp 2.170.000 | Rp 1.500 | Rp 105.000 |
| Mi instan | 180 | Rp 630.000 | Rp 500 | Rp 90.000 |
| Telur (kg) | 40 | Rp 1.160.000 | Rp 2.500 | Rp 100.000 |
| Kopi sachet | 150 | Rp 225.000 | Rp 400 | Rp 60.000 |
| Es batu dan minuman dingin | 90 | Rp 450.000 | Rp 1.500 | Rp 135.000 |
- Paling banyak terjual: mi instan (180 bungkus).
- Omzet terbesar: rokok (Rp 2,17 juta).
- Laba kotor terbesar: minuman dingin (Rp 135.000), padahal terlihat "biasa saja".
Kalau Anda hanya melihat jumlah terjual, Anda akan memperbanyak stok mi. Kalau melihat omzet, Anda akan menambah modal untuk rokok yang marginnya tipis. Kalau melihat laba, mungkin keputusan terbaik adalah merawat kulkas minuman dan menambah variasi minuman dingin. Ketiga ukuran berguna, tapi untuk tujuan berbeda. Penjelasan lebih dalam soal ini ada di cara menemukan produk paling menguntungkan.
Cara membuktikan barang paling laku di warung
Cara manual dengan buku
- Pilih 15–20 barang yang Anda curigai laris. Tidak perlu semua barang.
- Buat tabel di buku: nama barang di kiri, tanggal di atas.
- Setiap kali barang itu terjual, beri turus di kolom hari itu.
- Di akhir minggu, jumlahkan turus, kalikan dengan harga jual (omzet) dan dengan selisih harga jual dan modal (laba).
- Ulangi minimal dua minggu, karena minggu gajian dan minggu tanggal tua bisa sangat berbeda.
Cara ini bisa dilakukan siapa saja, tapi melelahkan dan mudah terlewat saat warung ramai.
Cara hitung stok
Alternatif lain: hitung stok barang yang dicurigai di awal minggu, catat barang yang masuk dari belanja, lalu hitung lagi di akhir minggu. Terjual = stok awal + masuk − stok akhir. Hasilnya cukup akurat selama tidak ada barang hilang atau diambil sendiri tanpa dicatat.
Dari laporan aplikasi kasir
Jika setiap penjualan sudah dicatat di aplikasi kasir, bukti ini muncul sendiri. Di aplikasi kasir KasirPOS, laporan barang terlaris dan penjualan per produk serta per kategori tersedia untuk harian, mingguan, atau bulanan. Laporan laba rugi juga menampilkan margin per produk, sehingga Anda bisa langsung membandingkan "paling banyak terjual" dengan "paling menguntungkan" seperti tabel di atas. Syaratnya, harga modal setiap barang terisi dengan benar.
Pola yang perlu diperhatikan setelah data terkumpul
- Barang laris yang sering kosong. Kalau telur selalu habis hari Kamis, Anda kehilangan penjualan Jumat dan Sabtu. Naikkan stok minimumnya.
- Barang laris tapi margin tipis. Rokok dan beras sering begini. Tetap sediakan karena mendatangkan pembeli, tapi jangan sampai menyedot modal untuk barang lain.
- Barang "pengikut". Pembeli mi instan sering ikut membeli telur atau kerupuk. Letakkan berdekatan. Ide penataan seperti ini dibahas di cara menata warung sembako.
- Barang yang tidak pernah muncul di daftar laris. Setelah sebulan tidak terjual, barang itu menahan uang. Kurangi atau hentikan pembeliannya.
Catatan: data satu minggu bisa menipu. Libur sekolah, musim hujan, atau hajatan tetangga bisa membuat satu barang tiba-tiba laku. Bandingkan setidaknya empat minggu sebelum mengambil keputusan besar.
Setiap warung punya daftar laris sendiri
Inilah alasan daftar "10 barang paling laku" di internet hanya bisa dipakai sebagai petunjuk awal. Dua warung di jalan yang sama bisa punya urutan berbeda karena pelanggannya berbeda. Contoh:
| Lingkungan | Biasanya menonjol |
|---|---|
| Dekat kos dan kampus | Mi instan, kopi sachet, air mineral, telur |
| Kompleks keluarga | Beras, minyak, popok, susu, sabun cuci |
| Dekat proyek bangunan | Rokok, kopi, air mineral galon, gorengan titipan |
| Dekat sekolah | Jajanan, minuman dingin, alat tulis sederhana |
Tabel di atas pun hanya dugaan umum. Data warung Anda selalu menang atas dugaan siapa pun, termasuk dugaan Anda sendiri.
Langkah yang bisa dimulai minggu ini
- Pastikan harga modal setiap barang tercatat.
- Catat setiap penjualan per barang, entah di buku atau aplikasi.
- Setelah dua minggu, susun tiga daftar: paling banyak terjual, omzet terbesar, laba terbesar.
- Pilih satu tindakan, misalnya menaikkan stok minimum telur, lalu lihat hasilnya minggu depan.
Data yang sama juga berguna saat omzet turun; lihat cara mendiagnosis warung sepi dari data. Untuk mencatat tanpa repot, unduh KasirPOS di App Store; aplikasi ini gratis untuk iPhone dan iPad, bisa dipakai tanpa internet, dan laporan penjualan KasirPOS bisa diekspor ke Excel atau PDF kalau Anda ingin mengolahnya sendiri.
Pertanyaan yang sering diajukan
Barang apa yang paling laku di warung kelontong?
Umumnya bahan pokok seperti beras, minyak, gula, dan telur, lalu mi instan, minuman, rokok, dan kebutuhan mandi sachet. Urutannya berbeda di setiap warung tergantung lingkungan pembelinya.
Apakah barang yang paling laku pasti paling untung?
Belum tentu. Barang yang paling sering terjual bisa bermargin tipis, sementara barang yang terjual lebih sedikit bisa menghasilkan laba kotor lebih besar.
Bagaimana cara mengetahui barang terlaris tanpa aplikasi?
Catat turus penjualan per barang di buku selama minimal dua minggu, atau hitung stok awal ditambah barang masuk dikurangi stok akhir. Hasilnya bisa dikalikan harga jual dan margin untuk melihat omzet dan laba.
Berapa lama data penjualan perlu dikumpulkan sebelum mengambil keputusan?
Idealnya sekitar empat minggu, karena minggu gajian, tanggal tua, dan hari libur bisa membuat penjualan satu minggu tidak mewakili.