Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

Zakat Perdagangan untuk Pemilik Toko: Cara Menghitung Hartanya

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Setiap menjelang Ramadan, pertanyaan yang sama muncul: zakat untuk toko ini sebenarnya berapa? Yang dihitung uang di laci saja, atau stok di gudang juga? Bagaimana dengan kasbon tetangga yang belum dibayar, dan utang ke sales yang belum lunas? Karena bingung, banyak pemilik toko akhirnya menyerahkan angka "kira-kira", lalu tetap merasa tidak tenang apakah sudah sesuai.

Zakat perdagangan (zakat tijarah) sebenarnya punya komponen yang cukup jelas: harta dagang yang Anda miliki pada saat perhitungan, dikurangi utang jangka pendek. Yang membuat sulit biasanya bukan rumusnya, melainkan datanya: berapa nilai stok, berapa kasbon, berapa utang. Artikel ini membantu menyusun data itu dengan rapi.

Singkatnya: harta dagang yang umumnya dihitung adalah nilai stok barang dagangan, uang tunai dan saldo usaha, serta piutang yang lancar, lalu dikurangi utang yang jatuh tempo. Jika hasilnya mencapai nisab dan sudah berjalan satu tahun (haul), zakatnya umumnya 2,5%. Untuk nilai nisab terbaru dan cara menilai stok, rujuk lembaga zakat resmi seperti BAZNAS.

Komponen harta dagang di toko

Dalam penjelasan yang umum dipakai lembaga zakat di Indonesia, harta yang dihitung untuk zakat perdagangan adalah harta yang berputar dalam usaha:

Sebagai pengurang:

Yang umumnya tidak dihitung sebagai harta dagang adalah aset tetap yang dipakai untuk berjualan, bukan untuk dijual: bangunan toko, rak, etalase, kulkas, motor antar, dan iPad kasir.

Catatan: ada perbedaan pendapat dalam beberapa detail, misalnya apakah stok dinilai dengan harga beli atau harga pasar saat perhitungan, dan bagaimana memperlakukan piutang yang ragu-ragu. Artikel ini membantu menyiapkan data. Untuk ketentuan dan nilai nisab terbaru, rujuk situs resmi BAZNAS atau lembaga amil zakat resmi di daerah Anda.

Contoh menghitung zakat perdagangan toko sembako

Toko Pak Harun menghitung hartanya pada tanggal yang sama setiap tahun, yaitu awal Ramadan. Angka-angka berikut contoh saja:

KomponenJumlah
Nilai stok barang daganganRp 42.000.000
Uang di laciRp 1.800.000
Saldo QRIS dan rekening usahaRp 9.700.000
Piutang kasbon yang lancarRp 2.500.000
Total harta dagangRp 56.000.000
Utang ke supplier yang jatuh tempo(Rp 7.000.000)
Harta yang diperhitungkanRp 49.000.000

Langkah berikutnya adalah membandingkan Rp 49 juta dengan nisab. Nisab zakat perdagangan umumnya disetarakan dengan nilai 85 gram emas, sehingga angkanya berubah mengikuti harga emas. Cek nilai terbaru yang diumumkan lembaga zakat resmi. Jika harta mencapai nisab dan sudah dimiliki selama satu tahun hijriah, zakatnya umumnya:

2,5% × Rp 49.000.000 = Rp 1.225.000

Perhatikan dua hal dari contoh ini. Pertama, Rp 300 ribu kasbon yang sudah macet bertahun-tahun tidak dimasukkan; Pak Harun hanya memasukkan kasbon yang masih aktif dicicil. Kedua, kulkas dan rak senilai belasan juta tidak masuk sama sekali karena bukan barang dagangan.

Data yang perlu disiapkan setiap tahun

Bagian tersulit adalah nilai stok. Banyak pemilik hanya menebak, padahal stok sering kali menjadi komponen terbesar. Siapkan dengan urutan berikut:

  1. Tetapkan tanggal tetap. Misalnya setiap 1 Ramadan, atau tanggal lain yang Anda pilih dan pertahankan setiap tahun.
  2. Lakukan stock opname. Hitung fisik barang di rak dan gudang. Barang rusak atau kedaluwarsa dikeluarkan dari hitungan. Panduannya ada di cara stock opname warung.
  3. Kalikan dengan harga yang disepakati. Biasanya harga modal atau harga beli terbaru, sesuai rujukan yang Anda ikuti. Penjelasan menilai stok ada di nilai persediaan toko.
  4. Hitung kas dan saldo pada tanggal yang sama.
  5. Rekap kasbon dan pisahkan yang lancar dari yang macet. Lihat juga kapan piutang macet sebaiknya direlakan.
  6. Rekap utang supplier yang jatuh tempo.
  7. Simpan lembar perhitungan, supaya tahun depan bisa dibandingkan.

Lembar perhitungan ini mirip dengan neraca sederhana UMKM, hanya tanpa aset tetap. Kalau Anda sudah terbiasa membuat neraca, data zakat hampir otomatis tersedia.

Mengambil data dari KasirPOS

Aplikasi kasir KasirPOS tidak menghitung zakat, dan memang tidak dirancang untuk itu. Tetapi data yang Anda perlukan sebagian besar sudah tercatat jika toko dijalankan dengan aplikasi ini:

Semua fitur KasirPOS gratis, tanpa iklan dan tanpa langganan, dan data tersimpan di perangkat Anda sendiri. Anda bisa unduh KasirPOS di App Store untuk iPhone dan iPad, atau lihat dulu fitur stok dan laporan KasirPOS.

Tips praktis menjelang perhitungan zakat

Dengan data stok dan kas yang rapi, menghitung zakat perdagangan tidak lagi berupa tebakan. Anda bisa datang ke lembaga zakat dengan angka yang jelas, bertanya hal yang spesifik, dan menunaikannya dengan tenang.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja yang dihitung dalam zakat perdagangan?

Umumnya nilai stok barang dagangan, uang tunai dan saldo usaha, serta piutang lancar, lalu dikurangi utang yang jatuh tempo.

Apakah peralatan toko seperti rak dan kulkas ikut dihitung?

Umumnya tidak, karena peralatan itu dipakai untuk berjualan, bukan untuk dijual.

Berapa nisab zakat perdagangan?

Nisab zakat perdagangan umumnya disetarakan dengan nilai 85 gram emas, sehingga berubah mengikuti harga emas. Cek nilai terbaru di BAZNAS atau lembaga zakat resmi.

Berapa persen zakat perdagangan?

Umumnya 2,5% dari harta dagang yang diperhitungkan, jika sudah mencapai nisab dan haul satu tahun.