Setiap menjelang Ramadan, pertanyaan yang sama muncul: zakat untuk toko ini sebenarnya berapa? Yang dihitung uang di laci saja, atau stok di gudang juga? Bagaimana dengan kasbon tetangga yang belum dibayar, dan utang ke sales yang belum lunas? Karena bingung, banyak pemilik toko akhirnya menyerahkan angka "kira-kira", lalu tetap merasa tidak tenang apakah sudah sesuai.
Zakat perdagangan (zakat tijarah) sebenarnya punya komponen yang cukup jelas: harta dagang yang Anda miliki pada saat perhitungan, dikurangi utang jangka pendek. Yang membuat sulit biasanya bukan rumusnya, melainkan datanya: berapa nilai stok, berapa kasbon, berapa utang. Artikel ini membantu menyusun data itu dengan rapi.
Singkatnya: harta dagang yang umumnya dihitung adalah nilai stok barang dagangan, uang tunai dan saldo usaha, serta piutang yang lancar, lalu dikurangi utang yang jatuh tempo. Jika hasilnya mencapai nisab dan sudah berjalan satu tahun (haul), zakatnya umumnya 2,5%. Untuk nilai nisab terbaru dan cara menilai stok, rujuk lembaga zakat resmi seperti BAZNAS.
Komponen harta dagang di toko
Dalam penjelasan yang umum dipakai lembaga zakat di Indonesia, harta yang dihitung untuk zakat perdagangan adalah harta yang berputar dalam usaha:
- Persediaan barang dagangan. Semua barang yang memang untuk dijual: beras, minyak, rokok, sabun, minuman, dan seterusnya.
- Uang tunai dan saldo usaha. Isi laci, saldo QRIS, dan saldo rekening usaha.
- Piutang lancar. Kasbon pelanggan yang masih bisa diharapkan dibayar.
Sebagai pengurang:
- Utang jangka pendek yang jatuh tempo, misalnya tagihan sales yang harus dibayar dalam waktu dekat.
Yang umumnya tidak dihitung sebagai harta dagang adalah aset tetap yang dipakai untuk berjualan, bukan untuk dijual: bangunan toko, rak, etalase, kulkas, motor antar, dan iPad kasir.
Catatan: ada perbedaan pendapat dalam beberapa detail, misalnya apakah stok dinilai dengan harga beli atau harga pasar saat perhitungan, dan bagaimana memperlakukan piutang yang ragu-ragu. Artikel ini membantu menyiapkan data. Untuk ketentuan dan nilai nisab terbaru, rujuk situs resmi BAZNAS atau lembaga amil zakat resmi di daerah Anda.
Contoh menghitung zakat perdagangan toko sembako
Toko Pak Harun menghitung hartanya pada tanggal yang sama setiap tahun, yaitu awal Ramadan. Angka-angka berikut contoh saja:
| Komponen | Jumlah |
|---|---|
| Nilai stok barang dagangan | Rp 42.000.000 |
| Uang di laci | Rp 1.800.000 |
| Saldo QRIS dan rekening usaha | Rp 9.700.000 |
| Piutang kasbon yang lancar | Rp 2.500.000 |
| Total harta dagang | Rp 56.000.000 |
| Utang ke supplier yang jatuh tempo | (Rp 7.000.000) |
| Harta yang diperhitungkan | Rp 49.000.000 |
Langkah berikutnya adalah membandingkan Rp 49 juta dengan nisab. Nisab zakat perdagangan umumnya disetarakan dengan nilai 85 gram emas, sehingga angkanya berubah mengikuti harga emas. Cek nilai terbaru yang diumumkan lembaga zakat resmi. Jika harta mencapai nisab dan sudah dimiliki selama satu tahun hijriah, zakatnya umumnya:
2,5% × Rp 49.000.000 = Rp 1.225.000
Perhatikan dua hal dari contoh ini. Pertama, Rp 300 ribu kasbon yang sudah macet bertahun-tahun tidak dimasukkan; Pak Harun hanya memasukkan kasbon yang masih aktif dicicil. Kedua, kulkas dan rak senilai belasan juta tidak masuk sama sekali karena bukan barang dagangan.
Data yang perlu disiapkan setiap tahun
Bagian tersulit adalah nilai stok. Banyak pemilik hanya menebak, padahal stok sering kali menjadi komponen terbesar. Siapkan dengan urutan berikut:
- Tetapkan tanggal tetap. Misalnya setiap 1 Ramadan, atau tanggal lain yang Anda pilih dan pertahankan setiap tahun.
- Lakukan stock opname. Hitung fisik barang di rak dan gudang. Barang rusak atau kedaluwarsa dikeluarkan dari hitungan. Panduannya ada di cara stock opname warung.
- Kalikan dengan harga yang disepakati. Biasanya harga modal atau harga beli terbaru, sesuai rujukan yang Anda ikuti. Penjelasan menilai stok ada di nilai persediaan toko.
- Hitung kas dan saldo pada tanggal yang sama.
- Rekap kasbon dan pisahkan yang lancar dari yang macet. Lihat juga kapan piutang macet sebaiknya direlakan.
- Rekap utang supplier yang jatuh tempo.
- Simpan lembar perhitungan, supaya tahun depan bisa dibandingkan.
Lembar perhitungan ini mirip dengan neraca sederhana UMKM, hanya tanpa aset tetap. Kalau Anda sudah terbiasa membuat neraca, data zakat hampir otomatis tersedia.
Mengambil data dari KasirPOS
Aplikasi kasir KasirPOS tidak menghitung zakat, dan memang tidak dirancang untuk itu. Tetapi data yang Anda perlukan sebagian besar sudah tercatat jika toko dijalankan dengan aplikasi ini:
- Stok dan harga modal. Setiap barang masuk dan keluar tercatat, dan harga modal diperbarui otomatis dengan rata-rata bergerak setiap kali ada pembelian dari supplier. Fitur stock opname membantu mencocokkan jumlah di aplikasi dengan fisik, dan laporannya bisa diekspor ke Excel untuk dikalikan dan dijumlahkan.
- Kas dan saldo. Dompet laci, QRIS, dan rekening bank punya saldo sendiri, tinggal dicocokkan dengan uang fisik dan mutasi bank.
- Piutang. Buku Utang menampilkan total kasbon yang belum lunas, lengkap dengan riwayat cicilan sehingga mudah membedakan yang lancar dan yang macet.
- Utang supplier. Pembelian yang belum dibayar tercatat per supplier.
Semua fitur KasirPOS gratis, tanpa iklan dan tanpa langganan, dan data tersimpan di perangkat Anda sendiri. Anda bisa unduh KasirPOS di App Store untuk iPhone dan iPad, atau lihat dulu fitur stok dan laporan KasirPOS.
Tips praktis menjelang perhitungan zakat
- Jangan opname di hari paling sibuk. Kalau tanggal perhitungan jatuh di hari ramai, opname malam sebelumnya setelah tutup.
- Pisahkan barang titipan. Barang konsinyasi milik orang lain bukan harta dagang Anda.
- Jangan masukkan uang pribadi di rekening yang sama dengan usaha. Kalau masih tercampur, pisahkan dulu.
- Catat tanggal dan angkanya setiap tahun di satu tempat, agar haul dan perbandingan antar tahun jelas.
- Sisihkan dananya lebih awal. Kalau tahun lalu zakat toko sekitar Rp 1,2 juta, menyisihkan Rp 100 ribu setiap bulan membuat pembayarannya tidak mengganggu modal kulakan menjelang Lebaran.
- Tanyakan kasus khusus. Misalnya stok yang dibeli dengan pinjaman KUR, atau toko milik bersama beberapa orang. Lembaga zakat resmi biasanya menyediakan layanan konsultasi.
Dengan data stok dan kas yang rapi, menghitung zakat perdagangan tidak lagi berupa tebakan. Anda bisa datang ke lembaga zakat dengan angka yang jelas, bertanya hal yang spesifik, dan menunaikannya dengan tenang.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa saja yang dihitung dalam zakat perdagangan?
Umumnya nilai stok barang dagangan, uang tunai dan saldo usaha, serta piutang lancar, lalu dikurangi utang yang jatuh tempo.
Apakah peralatan toko seperti rak dan kulkas ikut dihitung?
Umumnya tidak, karena peralatan itu dipakai untuk berjualan, bukan untuk dijual.
Berapa nisab zakat perdagangan?
Nisab zakat perdagangan umumnya disetarakan dengan nilai 85 gram emas, sehingga berubah mengikuti harga emas. Cek nilai terbaru di BAZNAS atau lembaga zakat resmi.
Berapa persen zakat perdagangan?
Umumnya 2,5% dari harta dagang yang diperhitungkan, jika sudah mencapai nisab dan haul satu tahun.