Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

Promo Kedai Kopi yang Tidak Menggerus Margin

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Promo "beli 1 gratis 1" kemarin sukses besar: antrean mengular, 150 gelas terjual, lebih dari dua kali hari biasa. Tetapi saat laci dihitung dan bahan dicek, untungnya justru lebih kecil dari hari Selasa yang sepi. Banyak pemilik kedai mengalami ini karena promo coffee shop diukur dari ramainya pembeli, bukan dari laba yang tersisa.

Promo tetap perlu, apalagi di lingkungan dengan banyak kedai kopi. Yang perlu diubah adalah cara memilih dan menghitungnya. Berikut jenis-jenis promo yang umum dipakai kedai kecil, lengkap dengan hitungan laba sebelum dan sesudahnya.

Singkatnya: sebelum promo dijalankan, hitung berapa gelas tambahan yang dibutuhkan agar laba total tidak turun. Promo jam sepi, bundling dengan menu bermargin tinggi, dan poin member biasanya lebih aman daripada potongan besar di jam ramai atau beli 1 gratis 1.

Hitungan dasar: laba per gelas sebelum promo

Semua contoh di artikel ini memakai angka rekaan berikut. Es kopi susu dijual Rp 20.000 dengan HPP (biaya bahan per gelas) Rp 9.000. Laba kotornya Rp 11.000 per gelas. Rata-rata hari biasa terjual 70 gelas, jadi laba kotor harian dari menu ini Rp 770.000.

Pertanyaan kunci untuk setiap promo: berapa gelas yang harus terjual supaya laba kotor tetap minimal Rp 770.000? Kalau Anda belum yakin angka HPP sendiri, hitung dulu, karena semua keputusan promo berdiri di atas angka itu.

Kenapa beli 1 gratis 1 sering bikin rugi

Dengan beli 1 gratis 1, pembeli membayar Rp 20.000 untuk dua gelas. Biaya Anda Rp 18.000. Laba per transaksi hanya Rp 2.000, atau Rp 1.000 per gelas.

SkenarioGelas terjualLaba per gelasLaba kotor
Hari biasa70Rp 11.000Rp 770.000
Beli 1 gratis 1150Rp 1.000Rp 150.000
Diskon 20% (Rp 16.000)110Rp 7.000Rp 770.000

Agar beli 1 gratis 1 menyamai hari biasa, Anda perlu 770 gelas. Itu mustahil untuk kedai kecil. Belum lagi barista kelelahan, pelanggan tetap ikut menikmati diskon yang sebenarnya tidak perlu, dan bahan cepat habis. Bandingkan dengan diskon 20%: cukup 110 gelas untuk impas dengan hari biasa. Masih berat, tetapi jauh lebih masuk akal. Cara menghitung batas diskon seperti ini dibahas lebih dalam di cara menghitung diskon agar tetap untung.

Catatan: promo rugi kadang sengaja dipakai untuk pembukaan kedai atau memperkenalkan menu baru. Itu sah sebagai biaya pemasaran, asalkan durasinya pendek dan anggarannya ditentukan di awal, misalnya "maksimal Rp 1.000.000 untuk tiga hari".

Jenis promo coffee shop yang lebih aman untuk margin

Promo jam sepi

Jika kedai ramai pukul 07.00–09.00 dan 16.00–19.00, tetapi sepi pukul 13.00–15.00, potongan hanya berlaku di jam sepi. Di jam itu barista dan mesin menganggur, jadi gelas tambahan hampir murni menambah laba. Misalnya diskon Rp 4.000 pukul 13.00–15.00: laba per gelas Rp 7.000. Jika promo menambah 15 gelas di jam itu, laba bertambah Rp 105.000, dikurangi potongan untuk pembeli yang memang biasa datang di jam itu. Ide lain untuk hari dan jam lengang ada di ide promo hari sepi.

Bundling dengan menu bermargin tinggi

Gabungkan kopi dengan makanan ringan yang marginnya bagus. Contoh: es kopi susu (HPP Rp 9.000) + roti bakar (HPP Rp 5.000, harga normal Rp 12.000). Harga terpisah Rp 32.000, paket Rp 28.000. Laba paket Rp 14.000, lebih besar dari laba satu gelas kopi saja (Rp 11.000). Pembeli merasa hemat Rp 4.000, Anda mendapat laba lebih banyak per transaksi. Prinsipnya dijelaskan di strategi bundling produk.

Poin member

Misalnya setiap pembelian Rp 10.000 mendapat 1 poin, dan 20 poin bisa ditukar potongan Rp 10.000. Artinya pelanggan harus berbelanja Rp 200.000 dulu untuk mendapat potongan Rp 10.000, setara diskon 5%. Biayanya kecil, dan yang menikmati hanya pelanggan yang kembali berkali-kali.

Upgrade ukuran, bukan potongan harga

"Bayar reguler, dapat ukuran besar" sering lebih murah bagi Anda. Jika ukuran besar hanya menambah HPP Rp 1.500, Anda memberi nilai yang terasa besar bagi pembeli dengan biaya kecil.

Cara menilai promo dari laba, bukan jumlah gelas

  1. Tulis tujuan promo. Mengisi jam sepi? Mengenalkan menu baru? Menambah pelanggan tetap? Tanpa tujuan, promo sulit dinilai.
  2. Hitung titik impas. Laba normal ÷ laba per gelas saat promo = gelas minimal yang dibutuhkan.
  3. Tentukan batas waktu dan kuota. Misalnya hanya 50 gelas pertama atau hanya seminggu.
  4. Catat setiap transaksi promo dengan jelas. Diskon harus tercatat di kasir, bukan dipotong lisan oleh barista.
  5. Bandingkan laba kotor selama promo dengan periode yang sama minggu sebelumnya.
  6. Lihat minggu berikutnya. Apakah pembeli baru kembali tanpa promo? Kalau tidak, promo hanya memindahkan pembelian, bukan menambah pelanggan.

Mencatat dan mengukur promo dengan KasirPOS

Langkah 4 sampai 6 menjadi jauh lebih mudah kalau kasir mencatat semuanya. Di aplikasi kasir KasirPOS, diskon bisa diberikan per item atau per transaksi, sehingga potongan promo tercatat dan tidak hilang di ingatan. Jika Anda memakai karyawan, hak memberi diskon bisa diatur per akun kasir, jadi tidak semua orang bisa memotong harga sesuka hati.

Untuk mengukur hasilnya, laporan menampilkan omzet, laba kotor dan laba bersih harian, mingguan dan bulanan, juga penjualan per produk dan margin per produk. Anda bisa membandingkan minggu promo dengan minggu sebelumnya tanpa menghitung manual. Paket bundling bisa dibuat sebagai produk tersendiri dengan resep yang memotong bahan kopi dan roti sekaligus, sehingga HPP paketnya ikut terhitung.

Program poin member juga tersedia: pelanggan mengumpulkan poin dan menukarnya saat membayar. Penjelasan pengaturannya ada di poin member di KasirPOS. Semua fitur ini gratis, tanpa langganan, dan bisa dipakai offline. Unduh KasirPOS di App Store untuk iPhone atau iPad.

Perlu dicatat, KasirPOS tidak menjalankan promo otomatis berdasarkan jam. Diskon jam sepi tetap diberikan kasir secara manual saat transaksi; yang otomatis adalah pencatatan dan laporannya.

Promo yang sebaiknya dihindari kedai kecil

Promo yang baik membuat pembeli senang dan laci tetap sehat. Mulailah dari satu promo kecil yang terukur, catat hasilnya, dan ulangi yang terbukti menambah laba. Untuk ide lanjutan, baca juga menu paket hemat kedai, atau lihat fitur lengkap KasirPOS.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah promo beli 1 gratis 1 menguntungkan untuk kedai kopi?

Jarang. Laba per gelas bisa turun drastis sehingga butuh penjualan berkali lipat untuk impas. Lebih cocok sebagai biaya pemasaran jangka pendek dengan anggaran yang jelas.

Promo apa yang cocok untuk kedai kopi kecil?

Promo jam sepi, bundling kopi dengan makanan bermargin tinggi, poin member, dan upgrade ukuran biasanya lebih aman untuk laba.

Bagaimana cara menghitung apakah promo untung?

Bagi laba normal dengan laba per gelas saat promo untuk mengetahui jumlah gelas minimal. Lalu bandingkan laba kotor selama promo dengan periode yang sama sebelumnya.

Berapa lama promo kedai kopi sebaiknya berjalan?

Tentukan batas waktu atau kuota sejak awal, misalnya seminggu atau 50 gelas pertama, agar pembeli tidak menganggap harga promo sebagai harga normal.