Pesan WhatsApp masuk: "Kak, ayam penyet 3, satu nggak pedes, es jeruk 2, antar ke Perum Griya blok C. Bayarnya transfer ya." Anda membaca, mengetik ulang ke catatan, memasak, lalu kurir Anda berputar dua puluh menit karena ternyata yang dimaksud blok C2, bukan C. Di rumah pembeli, es jeruk ketinggalan. Malamnya, Anda ragu apakah transfer tadi sudah masuk atau belum.
Jualan makanan lewat WhatsApp menarik karena tidak ada komisi platform. Tapi tanpa alur yang jelas, pesanan diketik ulang, alamat salah, dan pembayaran sulit dicocokkan. Artikel ini menyusun alurnya langkah demi langkah, dari pesan masuk sampai makanan diterima.
Singkatnya: Pakai format pesanan baku, konfirmasi ulang isi pesanan, total, alamat, dan cara bayar sebelum memasak, cetak struk dengan alamat untuk kurir, lalu cocokkan pembayaran di akhir hari. Delivery sendiri bebas komisi, tapi hanya untung kalau alurnya rapi dan ongkos antar ikut dihitung.
Kelebihan dan tantangan jualan makanan lewat WhatsApp
| Kelebihan | Tantangan |
|---|---|
| Tidak ada potongan komisi | Pesanan masuk dalam bentuk teks bebas |
| Hubungan langsung dengan pelanggan | Alamat sering kurang lengkap |
| Harga bisa sama dengan di warung | Ongkos antar harus diatur sendiri |
| Pelanggan bisa pesan rutin | Bukti bayar perlu dicek manual |
Kalau Anda sudah menjual di ojol, bandingkan labanya. Dengan contoh menu Rp 20.000, potongan komisi 20 persen berarti Rp 4.000 hilang per porsi. Di WhatsApp, Rp 4.000 itu bisa menutup sebagian ongkos antar dan sisanya menjadi laba. Hitungan komisinya dibahas di harga menu GoFood dan komisi.
Langkah 1: kirim format pesanan baku
Begitu pelanggan menyapa, balas dengan template pendek. Simpan di fitur balasan cepat WhatsApp Business agar tidak perlu mengetik ulang.
Nama:
Pesanan (menu dan jumlah):
Catatan (level pedas, dll):
Ambil sendiri / antar:
Alamat lengkap + patokan (kalau antar):
Bayar: tunai / transfer / QRIS:
Lampirkan juga katalog harga yang jelas supaya pelanggan tidak bertanya satu per satu. Cara membuatnya ada di katalog harga WhatsApp.
Langkah 2: konfirmasi sebelum memasak
Jangan mulai memasak sebelum pelanggan membalas "oke". Kirim ringkasan seperti ini:
| Item | Jumlah | Subtotal |
|---|---|---|
| Ayam penyet (1 tidak pedas) | 3 | Rp 54.000 |
| Es jeruk | 2 | Rp 12.000 |
| Ongkos antar (zona 2–4 km) | 1 | Rp 7.000 |
| Total | Rp 73.000 |
Sertakan juga alamat yang Anda pahami, misalnya "Perum Griya blok C2 no. 14, pagar hijau". Kalau ada yang keliru, pelanggan akan mengoreksi sekarang, bukan saat kurir sudah tersesat.
Menentukan ongkos antar
Buat zona sederhana, misalnya di bawah 2 km Rp 5.000, 2–4 km Rp 7.000, di atas 4 km tidak melayani atau tarif khusus. Hitung dari bensin dan waktu kurir. Kalau Anda mengantar sendiri, waktu Anda juga ada nilainya.
Langkah 3: tentukan kapan dan bagaimana dibayar
- Transfer atau QRIS di depan untuk pelanggan baru atau pesanan besar. Masak setelah dana terlihat di mutasi rekening atau aplikasi bank, bukan setelah menerima tangkapan layar saja. Baca juga cara mengenali bukti transfer palsu.
- Bayar di tempat (COD) untuk pelanggan tetap. Bekali kurir dengan uang kembalian.
- Bayar sebagian untuk pesanan dalam jumlah banyak. Sisanya dicatat sebagai tagihan.
Langkah 4: struk dengan alamat untuk kurir
Kurir sebaiknya tidak perlu membuka chat untuk tahu ke mana harus pergi. Cetak struk yang memuat nama pelanggan, nomor HP, alamat lengkap, isi pesanan, total, dan status bayar (lunas atau COD). Tempel atau selipkan di kantong pesanan. Sebelum berangkat, cocokkan isi kantong dengan struk, terutama minuman yang sering tertinggal.
Atur jam pesanan dan batas kapasitas
Pesanan WhatsApp sering datang bersamaan dengan pembeli di warung, terutama menjelang makan siang. Supaya dapur tidak kewalahan:
- Umumkan jam pesan antar. Misalnya pesanan antar dilayani pukul 10.00–14.00 dan 17.00–20.00. Pasang di status dan profil WhatsApp Business.
- Beri estimasi waktu yang jujur. "Siap diantar sekitar 40 menit" lebih baik daripada janji 15 menit yang meleset.
- Kumpulkan pesanan searah. Kalau ada tiga pesanan di perumahan yang sama dalam selang 10 menit, antar sekaligus. Ongkos bensin per pesanan jadi lebih kecil.
- Terima pesanan H-1 untuk jumlah besar. Pesanan sepuluh porsi atau lebih sebaiknya dipesan sehari sebelumnya.
Untuk warung kelontong yang juga menerima pesanan antar barang, alurnya serupa dan dibahas di pesan antar warung lewat WhatsApp.
Mempercepat alur dengan KasirPOS
Beberapa fitur aplikasi kasir KasirPOS dibuat untuk alur seperti ini:
- Tempel pesanan dari WhatsApp. Salin teks pesanan pelanggan, lalu tempel di kasir. KasirPOS mengubahnya menjadi isi keranjang, sehingga Anda tidak mengetik ulang. Tetap periksa hasilnya sebelum disimpan.
- Jenis dan sumber pesanan. Pilih jenis antar dan sumber WhatsApp, supaya laporan bisa memisahkan penjualan WhatsApp dari penjualan lain.
- Alamat pelanggan di struk. Untuk pesanan antar, alamat pelanggan ikut tercetak di struk.
- Kirim struk ke WhatsApp pelanggan. Struk bisa dikirim sebagai konfirmasi atau bukti pembelian.
- Catat metode bayar. Tunai, transfer, atau QRIS. Kalau bayar kurang, kekurangannya tercatat sebagai utang pelanggan.
Ongkos antar bisa Anda masukkan sebagai item manual di keranjang. KasirPOS tidak memproses pembayaran, dan uang transfer atau QRIS masuk langsung ke rekening Anda. Aplikasi bekerja offline, internet hanya dipakai saat mengirim struk atau katalog lewat WhatsApp. Panduan menempel pesanan ada di tempel pesanan WhatsApp di KasirPOS. Anda bisa unduh KasirPOS di App Store secara gratis, atau lihat fitur lengkap KasirPOS lebih dulu.
Langkah 5: cocokkan di akhir hari
Sebelum tutup, cocokkan tiga hal: jumlah pesanan WhatsApp di catatan kasir, transfer dan QRIS yang benar-benar masuk ke rekening, dan uang tunai COD yang dibawa kurir. Selisih kecil yang dibiarkan setiap hari akan menjadi besar di akhir bulan.
Seminggu sekali, lihat juga gambaran yang lebih besar: berapa pesanan WhatsApp yang masuk, berapa rata-rata nilainya, dan berapa total ongkos antar yang Anda keluarkan dibanding yang ditagihkan. Kalau ongkos bensin dan waktu kurir ternyata lebih besar dari yang dibayar pelanggan, naikkan tarif zona atau tetapkan minimal belanja untuk pesanan antar. Pelanggan yang sama dan sering memesan juga layak diberi perhatian kecil, misalnya bonus kerupuk atau sambal ekstra, karena merekalah yang membuat jualan tanpa komisi ini bertahan.
Catatan: Kalau pesanan WhatsApp sudah puluhan per hari dan Anda butuh sistem pemesanan online dengan pembayaran otomatis, itu kebutuhan yang berbeda dari aplikasi kasir. Untuk warung yang menerima pesanan WhatsApp dalam jumlah wajar, alur di atas sudah cukup.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana cara jualan makanan lewat WhatsApp agar rapi?
Kirim format pesanan baku, konfirmasi isi, total, alamat, dan cara bayar sebelum memasak, lalu cetak struk berisi alamat untuk kurir. Cocokkan pembayaran di akhir hari.
Bagaimana menentukan ongkos antar untuk delivery sendiri?
Buat zona jarak sederhana dan hitung dari bensin serta waktu kurir. Misalnya tarif berbeda untuk di bawah 2 km dan 2 sampai 4 km.
Apakah sebaiknya pembeli WhatsApp bayar di depan?
Untuk pelanggan baru atau pesanan besar, sebaiknya bayar di depan dan pastikan dana benar-benar masuk ke rekening. Pelanggan tetap bisa diberi pilihan bayar di tempat.
Apakah KasirPOS bisa membaca pesanan dari WhatsApp?
Bisa. Teks pesanan yang disalin dari WhatsApp dapat ditempel di KasirPOS dan diubah menjadi isi keranjang, lalu sebaiknya diperiksa sebelum disimpan.