Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

Jualan Makanan lewat WhatsApp: Alur dari Pesanan sampai Antar

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Pesan WhatsApp masuk: "Kak, ayam penyet 3, satu nggak pedes, es jeruk 2, antar ke Perum Griya blok C. Bayarnya transfer ya." Anda membaca, mengetik ulang ke catatan, memasak, lalu kurir Anda berputar dua puluh menit karena ternyata yang dimaksud blok C2, bukan C. Di rumah pembeli, es jeruk ketinggalan. Malamnya, Anda ragu apakah transfer tadi sudah masuk atau belum.

Jualan makanan lewat WhatsApp menarik karena tidak ada komisi platform. Tapi tanpa alur yang jelas, pesanan diketik ulang, alamat salah, dan pembayaran sulit dicocokkan. Artikel ini menyusun alurnya langkah demi langkah, dari pesan masuk sampai makanan diterima.

Singkatnya: Pakai format pesanan baku, konfirmasi ulang isi pesanan, total, alamat, dan cara bayar sebelum memasak, cetak struk dengan alamat untuk kurir, lalu cocokkan pembayaran di akhir hari. Delivery sendiri bebas komisi, tapi hanya untung kalau alurnya rapi dan ongkos antar ikut dihitung.

Kelebihan dan tantangan jualan makanan lewat WhatsApp

KelebihanTantangan
Tidak ada potongan komisiPesanan masuk dalam bentuk teks bebas
Hubungan langsung dengan pelangganAlamat sering kurang lengkap
Harga bisa sama dengan di warungOngkos antar harus diatur sendiri
Pelanggan bisa pesan rutinBukti bayar perlu dicek manual

Kalau Anda sudah menjual di ojol, bandingkan labanya. Dengan contoh menu Rp 20.000, potongan komisi 20 persen berarti Rp 4.000 hilang per porsi. Di WhatsApp, Rp 4.000 itu bisa menutup sebagian ongkos antar dan sisanya menjadi laba. Hitungan komisinya dibahas di harga menu GoFood dan komisi.

Langkah 1: kirim format pesanan baku

Begitu pelanggan menyapa, balas dengan template pendek. Simpan di fitur balasan cepat WhatsApp Business agar tidak perlu mengetik ulang.

Nama:
Pesanan (menu dan jumlah):
Catatan (level pedas, dll):
Ambil sendiri / antar:
Alamat lengkap + patokan (kalau antar):
Bayar: tunai / transfer / QRIS:

Lampirkan juga katalog harga yang jelas supaya pelanggan tidak bertanya satu per satu. Cara membuatnya ada di katalog harga WhatsApp.

Langkah 2: konfirmasi sebelum memasak

Jangan mulai memasak sebelum pelanggan membalas "oke". Kirim ringkasan seperti ini:

ItemJumlahSubtotal
Ayam penyet (1 tidak pedas)3Rp 54.000
Es jeruk2Rp 12.000
Ongkos antar (zona 2–4 km)1Rp 7.000
TotalRp 73.000

Sertakan juga alamat yang Anda pahami, misalnya "Perum Griya blok C2 no. 14, pagar hijau". Kalau ada yang keliru, pelanggan akan mengoreksi sekarang, bukan saat kurir sudah tersesat.

Menentukan ongkos antar

Buat zona sederhana, misalnya di bawah 2 km Rp 5.000, 2–4 km Rp 7.000, di atas 4 km tidak melayani atau tarif khusus. Hitung dari bensin dan waktu kurir. Kalau Anda mengantar sendiri, waktu Anda juga ada nilainya.

Langkah 3: tentukan kapan dan bagaimana dibayar

Langkah 4: struk dengan alamat untuk kurir

Kurir sebaiknya tidak perlu membuka chat untuk tahu ke mana harus pergi. Cetak struk yang memuat nama pelanggan, nomor HP, alamat lengkap, isi pesanan, total, dan status bayar (lunas atau COD). Tempel atau selipkan di kantong pesanan. Sebelum berangkat, cocokkan isi kantong dengan struk, terutama minuman yang sering tertinggal.

Atur jam pesanan dan batas kapasitas

Pesanan WhatsApp sering datang bersamaan dengan pembeli di warung, terutama menjelang makan siang. Supaya dapur tidak kewalahan:

Untuk warung kelontong yang juga menerima pesanan antar barang, alurnya serupa dan dibahas di pesan antar warung lewat WhatsApp.

Mempercepat alur dengan KasirPOS

Beberapa fitur aplikasi kasir KasirPOS dibuat untuk alur seperti ini:

  1. Tempel pesanan dari WhatsApp. Salin teks pesanan pelanggan, lalu tempel di kasir. KasirPOS mengubahnya menjadi isi keranjang, sehingga Anda tidak mengetik ulang. Tetap periksa hasilnya sebelum disimpan.
  2. Jenis dan sumber pesanan. Pilih jenis antar dan sumber WhatsApp, supaya laporan bisa memisahkan penjualan WhatsApp dari penjualan lain.
  3. Alamat pelanggan di struk. Untuk pesanan antar, alamat pelanggan ikut tercetak di struk.
  4. Kirim struk ke WhatsApp pelanggan. Struk bisa dikirim sebagai konfirmasi atau bukti pembelian.
  5. Catat metode bayar. Tunai, transfer, atau QRIS. Kalau bayar kurang, kekurangannya tercatat sebagai utang pelanggan.

Ongkos antar bisa Anda masukkan sebagai item manual di keranjang. KasirPOS tidak memproses pembayaran, dan uang transfer atau QRIS masuk langsung ke rekening Anda. Aplikasi bekerja offline, internet hanya dipakai saat mengirim struk atau katalog lewat WhatsApp. Panduan menempel pesanan ada di tempel pesanan WhatsApp di KasirPOS. Anda bisa unduh KasirPOS di App Store secara gratis, atau lihat fitur lengkap KasirPOS lebih dulu.

Langkah 5: cocokkan di akhir hari

Sebelum tutup, cocokkan tiga hal: jumlah pesanan WhatsApp di catatan kasir, transfer dan QRIS yang benar-benar masuk ke rekening, dan uang tunai COD yang dibawa kurir. Selisih kecil yang dibiarkan setiap hari akan menjadi besar di akhir bulan.

Seminggu sekali, lihat juga gambaran yang lebih besar: berapa pesanan WhatsApp yang masuk, berapa rata-rata nilainya, dan berapa total ongkos antar yang Anda keluarkan dibanding yang ditagihkan. Kalau ongkos bensin dan waktu kurir ternyata lebih besar dari yang dibayar pelanggan, naikkan tarif zona atau tetapkan minimal belanja untuk pesanan antar. Pelanggan yang sama dan sering memesan juga layak diberi perhatian kecil, misalnya bonus kerupuk atau sambal ekstra, karena merekalah yang membuat jualan tanpa komisi ini bertahan.

Catatan: Kalau pesanan WhatsApp sudah puluhan per hari dan Anda butuh sistem pemesanan online dengan pembayaran otomatis, itu kebutuhan yang berbeda dari aplikasi kasir. Untuk warung yang menerima pesanan WhatsApp dalam jumlah wajar, alur di atas sudah cukup.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara jualan makanan lewat WhatsApp agar rapi?

Kirim format pesanan baku, konfirmasi isi, total, alamat, dan cara bayar sebelum memasak, lalu cetak struk berisi alamat untuk kurir. Cocokkan pembayaran di akhir hari.

Bagaimana menentukan ongkos antar untuk delivery sendiri?

Buat zona jarak sederhana dan hitung dari bensin serta waktu kurir. Misalnya tarif berbeda untuk di bawah 2 km dan 2 sampai 4 km.

Apakah sebaiknya pembeli WhatsApp bayar di depan?

Untuk pelanggan baru atau pesanan besar, sebaiknya bayar di depan dan pastikan dana benar-benar masuk ke rekening. Pelanggan tetap bisa diberi pilihan bayar di tempat.

Apakah KasirPOS bisa membaca pesanan dari WhatsApp?

Bisa. Teks pesanan yang disalin dari WhatsApp dapat ditempel di KasirPOS dan diubah menjadi isi keranjang, lalu sebaiknya diperiksa sebelum disimpan.