Pukul tujuh pagi HP sudah berbunyi: "Bu, minyak 2 liter berapa?" Lima menit kemudian orang lain bertanya harga beras, lalu telur, lalu gas. Sambil melayani pembeli di depan, Anda membalas satu per satu. Kadang harga yang Anda ketik ternyata harga lama, dan pembeli protes waktu datang ke warung.
Katalog harga WhatsApp menyelesaikan masalah itu dengan satu pesan yang berisi daftar harga lengkap, rapi per kategori, dan hanya memuat barang yang memang ada. Pembeli bisa melihat sendiri, Anda cukup menerima pesanan.
Singkatnya: susun daftar harga per kategori (sembako, minuman, kebutuhan mandi, dan seterusnya), tampilkan hanya barang yang tersedia, cantumkan cara pesan, lalu kirim ulang secara rutin, misalnya tiap Senin pagi atau tiap ada perubahan harga. Katalog yang selalu baru mengurangi pertanyaan berulang dan mendorong pembeli memesan lebih banyak sekaligus.
Kenapa pelanggan terus bertanya harga
Pembeli bertanya karena tidak punya sumber lain. Kalau harga hanya ada di kepala Anda atau di label rak, satu-satunya cara tahu adalah bertanya. Setiap pertanyaan memakan waktu sekitar satu sampai dua menit untuk dibaca, dicek, dan dibalas. Dua puluh pertanyaan sehari berarti setengah jam yang habis hanya untuk mengetik harga.
Ada juga kerugian yang tidak terlihat: pembeli yang malas bertanya tidak jadi memesan. Mereka mengira barangnya mungkin tidak ada, lalu belanja di tempat lain.
Isi katalog harga yang baik
Katalog yang efektif tidak harus cantik. Yang penting jelas dan mudah dibaca di layar HP.
- Judul dan tanggal: "Daftar Harga Warung Bu Sri, per 9 November". Tanggal membuat pembeli tahu harganya masih baru.
- Dikelompokkan per kategori: pembeli yang mencari sabun tidak perlu menggulir lewat daftar beras.
- Satuan yang jelas: "Minyak goreng 2 L", bukan hanya "minyak".
- Harga grosir kalau ada: "Mi goreng Rp 3.500, 1 dus (40) Rp 128.000".
- Cara pesan dan jam layanan: "Pesan dengan format: nama barang + jumlah. Antar jam 08.00–17.00, minimal belanja Rp 50.000."
Contoh potongan katalog (harga ilustrasi):
| Kategori | Barang | Harga |
|---|---|---|
| Sembako | Beras medium 5 kg | Rp 68.000 |
| Sembako | Minyak goreng 2 L | Rp 36.000 |
| Sembako | Telur per kg | Rp 29.000 |
| Minuman | Air mineral 600 ml | Rp 4.000 |
| Minuman | Teh botol 450 ml | Rp 5.500 |
| Kebutuhan rumah | Deterjen 800 g | Rp 21.000 |
| Kebutuhan rumah | Sabun cuci piring 750 ml | Rp 15.000 |
Kenapa sebaiknya hanya menampilkan barang yang tersedia
Katalog yang memuat barang kosong adalah sumber kekecewaan. Pembeli memesan, Anda membalas "maaf habis", dan pembeli harus mengubah pesanan. Sekali dua kali tidak masalah, tetapi kalau sering, pembeli berhenti percaya pada katalog Anda.
Karena itu, sebelum mengirim katalog, cek stok dulu. Kalau Anda mencatat stok dengan rapi, ini cepat; kalau belum, panduan cara mencatat stok barang warung bisa jadi titik awal.
Cara membuat katalog harga secara manual
Kalau belum memakai aplikasi, cara sederhana ini sudah jauh lebih baik daripada membalas satu per satu:
- Ketik daftar harga di aplikasi catatan HP, kelompokkan per kategori.
- Simpan sebagai satu catatan yang selalu Anda perbarui, jangan membuat catatan baru tiap minggu.
- Setiap pagi atau tiap ada barang datang, coret barang yang habis dan ubah harga yang berubah.
- Salin dan tempel ke grup pelanggan, status WhatsApp, atau balasan cepat untuk pembeli yang bertanya.
Kelemahannya: harga di catatan dan harga di kasir bisa berbeda kalau Anda lupa memperbarui salah satunya. Ini sumber protes yang paling sering.
Membuat katalog harga WhatsApp langsung dari data kasir
Di aplikasi kasir KasirPOS, katalog harga dibuat dari daftar produk yang sama dengan yang dipakai di kasir. Artinya harga di katalog selalu sama dengan harga yang ditagih. Pilihannya:
- Pilih kategori yang mau dikirim, misalnya hanya sembako.
- Tampilkan hanya barang yang stoknya ada.
- Tampilkan harga grosir kalau Anda ingin menarik pembeli yang belanja banyak.
- Kirim sebagai teks, gambar, atau PDF ke WhatsApp.
Pembuatan katalognya tidak butuh internet; internet hanya dipakai saat mengirim lewat WhatsApp. Langkah per langkahnya ada di panduan katalog WhatsApp di KasirPOS.
Lalu bagaimana saat pesanan masuk? Pesanan dari WhatsApp bisa ditempel ke KasirPOS dan berubah menjadi keranjang, sehingga Anda tidak perlu mengetik ulang satu per satu. Alur lengkap melayani pesanan lewat chat dibahas di pesan antar warung lewat WhatsApp.
Jadwal kirim ulang yang masuk akal
Katalog yang dikirim sekali lalu dilupakan cepat basi. Beberapa pola yang bisa dicoba:
| Jenis usaha | Waktu kirim | Alasan |
|---|---|---|
| Warung sembako | Senin pagi + saat harga berubah | Ibu rumah tangga belanja mingguan awal pekan |
| Toko kelontong dengan antar | Menjelang tanggal gajian | Belanja bulanan cenderung menumpuk di tanggal itu |
| Warung makan | Pagi sebelum jam makan siang | Menu harian berubah, pembeli kantor memesan lebih awal |
| Kedai kopi | Saat ada menu baru atau musiman | Harga minuman jarang berubah, menu baru yang menarik |
Jangan kirim terlalu sering ke chat pribadi; sekali seminggu sudah cukup. Untuk pengumuman yang lebih sering, status WhatsApp lebih sopan karena tidak mengganggu.
Untuk melihat fitur lengkap KasirPOS, kunjungi situs resminya, atau langsung unduh KasirPOS di App Store untuk iPhone atau iPad. Semua fiturnya, termasuk katalog WhatsApp, gratis tanpa langganan. Perlu diingat, KasirPOS hanya tersedia di iPhone dan iPad; kalau semua perangkat di toko Anda Android, Anda perlu aplikasi lain yang mendukung Android.
Kesalahan yang membuat katalog tidak dibaca
- Terlalu panjang. Daftar 300 barang dalam satu pesan akan digulir lewat begitu saja. Kirim per kategori, atau pilih 30–50 barang yang paling sering ditanyakan.
- Tanpa tanggal. Pembeli tidak tahu apakah harga itu masih berlaku, sehingga tetap bertanya.
- Foto daftar tulisan tangan. Sulit dibaca dan tidak bisa dicari. Teks atau gambar yang rapi jauh lebih nyaman.
- Tidak ada cara pesan. Pembeli sudah tertarik, tapi bingung harus menulis apa. Beri contoh format pesan di bagian bawah katalog.
Satu kebiasaan kecil yang membantu: simpan katalog terbaru sebagai balasan cepat di WhatsApp Business, sehingga saat ada yang bertanya harga, Anda cukup memilih balasan itu.
Kesimpulannya, katalog harga yang rapi per kategori, hanya berisi barang tersedia, dan dikirim ulang secara rutin akan mengurangi pertanyaan berulang dan membuat pembeli lebih yakin untuk memesan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa saja yang perlu ada di katalog harga WhatsApp?
Judul dan tanggal, barang yang dikelompokkan per kategori, satuan yang jelas, harga grosir bila ada, serta cara pesan dan jam layanan.
Seberapa sering katalog harga perlu dikirim ulang?
Sekitar sekali seminggu dan setiap kali ada perubahan harga sudah cukup. Untuk pengumuman yang lebih sering, gunakan status WhatsApp agar tidak mengganggu.
Perlukah barang yang stoknya habis dicantumkan di katalog?
Sebaiknya tidak. Barang kosong di katalog membuat pembeli kecewa saat memesan dan lama-lama tidak lagi percaya pada daftar harga Anda.
Bagaimana agar harga di katalog sama dengan harga di kasir?
Buat katalog dari daftar produk yang sama dengan yang dipakai di kasir, misalnya lewat fitur katalog di aplikasi kasir, sehingga tidak ada dua daftar harga yang berbeda.