Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

Jualan Jajanan Anak Sekolah di Warung: Untung Receh yang Banyak

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Jam 12 siang, bel sekolah berbunyi, dan dalam lima menit warung Anda dikerumuni dua puluh anak. Semua bicara bersamaan, semua memegang uang dua ribuan atau koin, dan semua ingin dilayani duluan. Setelah sepuluh menit yang melelahkan, laci penuh uang receh, tapi Anda tidak yakin apakah tadi ada yang lupa bayar, salah kembalian, atau mengambil dua permen padahal bayar satu.

Jualan jajanan anak sekolah memang memberi untung dari banyak transaksi kecil. Untungnya ditentukan oleh tiga hal yang jarang dibahas: pilihan barang, harga yang mudah dihitung, dan kecepatan Anda saat jam pulang.

Singkatnya: untung jajanan anak per barang hanya ratusan rupiah, jadi Anda butuh volume. Pilih barang yang cepat laku, pecah kemasan grosir menjadi harga bulat (Rp 500, Rp 1.000, Rp 2.000), siapkan uang receh sebelum bel berbunyi, dan atur cara melayani agar antrean jam pulang cepat selesai tanpa ada yang lolos.

Memilih barang untuk jualan jajanan anak sekolah

Anak sekolah membeli dengan uang saku, biasanya Rp 2.000 sampai Rp 10.000. Barang yang laku adalah yang harganya pas dengan uang saku itu dan bisa dimakan sambil jalan. Beberapa kelompok yang umumnya dicari:

Hindari menimbun varian terlalu banyak. Anak cenderung membeli yang sama dengan temannya, jadi 20–30 barang yang selalu tersedia lebih baik daripada 80 barang yang separuhnya jarang laku. Perhatikan juga tanggal kedaluwarsa snack kecil, karena barang di renceng belakang sering terlupa.

Catatan: pilih barang yang aman untuk anak. Jangan menjual rokok kepada anak, dan perhatikan aturan sekolah atau lingkungan tentang jajanan tertentu. Kemasan harus utuh dan berlabel jelas.

Harga eceran: pecah grosir jadi harga bulat

Kebanyakan jajanan anak dibeli per pak, renceng, atau dus, lalu dijual per biji. Kuncinya adalah harga yang bulat dan mudah dihitung anak maupun Anda. Contoh rekaan:

BarangBeli grosirModal per bijiHarga jualUntung per biji
Permen (isi 50)Rp 15.000Rp 300Rp 500Rp 200
Wafer renceng (isi 10)Rp 8.500Rp 850Rp 1.000Rp 150
Keripik kecil (isi 10)Rp 13.000Rp 1.300Rp 2.000Rp 700
Teh gelas (isi 24)Rp 26.000Rp 1.083Rp 1.500Rp 417
Minuman botol kecil (isi 12)Rp 30.000Rp 2.500Rp 3.000Rp 500

Kalau dalam satu hari sekolah terjual 150 biji dengan untung rata-rata Rp 350, untungnya Rp 52.500 per hari, atau sekitar Rp 1 juta dalam 20 hari sekolah sebulan. Kecil per biji, tapi bisa besar kalau penjualannya cepat dan tidak bocor. Cara mengatur harga per dus, pak, dan biji dibahas di satuan dus, pak, dan pcs.

Harga Rp 1.500 atau Rp 2.500 kadang menyulitkan kembalian. Kalau koin Rp 500 sering habis, pertimbangkan menaikkan atau menurunkan ke kelipatan Rp 1.000, atau buat paket "2 teh gelas Rp 3.000". Pertimbangan pembulatan ada di pembulatan harga di kasir.

Kecepatan saat jam pulang sekolah menentukan

Penjualan jajanan anak terkumpul di beberapa menit saja: jam istirahat dan jam pulang. Anak yang menunggu terlalu lama akan pindah ke penjual lain di depan gerbang. Persiapan yang membantu:

  1. Siapkan receh sebelum bel. Pastikan ada cukup koin Rp 500 dan uang Rp 1.000–Rp 2.000. Panduan menentukan isi awal laci ada di modal awal laci kasir.
  2. Letakkan barang paling laku dalam jangkauan. Kulkas minuman dan toples permen dekat meja kasir, bukan di rak belakang.
  3. Minta anak antre satu baris. Tempel tulisan sederhana "Antre ya, satu-satu" dan konsisten menerapkannya. Anak cepat belajar.
  4. Hitung di depan anak. Sebut barangnya dan totalnya keras-keras: "Wafer dua, teh satu, jadi tiga ribu lima ratus." Anak merasa dihargai dan kesalahan cepat ketahuan.
  5. Libatkan anggota keluarga sebagai pengawas rak pada jam ramai saja, kalau memungkinkan.

Apakah perlu aplikasi kasir untuk jajanan anak?

Untuk transaksi kecil yang cepat, banyak pemilik warung merasa aplikasi justru memperlambat. Itu benar kalau harus mencari barang dengan mengetik. Di aplikasi kasir KasirPOS untuk iPhone dan iPad, beberapa fitur membuatnya cukup cepat untuk jam ramai:

Manfaat terbesar justru terasa setelah jam ramai: laporan barang terlaris menunjukkan jajanan apa yang paling cepat habis, dan pengingat stok menipis membantu Anda kulakan sebelum kehabisan di hari Senin. Semua fitur gratis dan bekerja tanpa internet.

Tetap jujur saja: kalau warung Anda benar-benar kewalahan saat bel berbunyi dan tidak ada orang kedua, mencatat per transaksi bisa terasa berat. Jalan tengahnya, catat seluruh penjualan dengan aplikasi saat jam biasa, dan saat jam pulang fokus melayani lalu hitung sisa stok setelahnya.

Kesimpulan

Jualan jajanan anak sekolah adalah usaha untung receh yang banyak. Yang menentukan bukan margin per biji, tapi seberapa cepat dan rapi Anda melayani dua puluh anak dalam sepuluh menit. Pilih barang yang laku, pakai harga bulat, siapkan receh, dan atur antrean. Bila ingin mencoba pencatatan digital, unduh KasirPOS di App Store atau lihat dulu aplikasi kasir gratis untuk iPhone dan iPad ini di situs resminya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Jajanan apa yang paling laku untuk anak sekolah?

Umumnya minuman dingin kemasan, snack kecil, permen, dan wafer yang harganya pas dengan uang saku. Fokus pada 20 sampai 30 barang yang selalu tersedia, lalu sesuaikan dengan apa yang paling cepat habis.

Berapa untung jualan jajanan anak sekolah?

Untung per biji biasanya hanya ratusan rupiah. Total untung bergantung pada volume penjualan di jam istirahat dan pulang sekolah, serta seberapa sedikit barang yang hilang atau salah hitung.

Bagaimana menentukan harga eceran jajanan anak?

Bagi harga beli grosir dengan isi kemasan untuk mendapat modal per biji, lalu tetapkan harga jual bulat seperti Rp 500, Rp 1.000, atau Rp 2.000 agar mudah dihitung dan kembaliannya cepat.

Bagaimana melayani banyak anak sekaligus saat jam pulang?

Siapkan uang receh sebelum bel, letakkan barang terlaris dekat kasir, minta anak antre satu baris, dan sebutkan total belanja dengan jelas setiap transaksi.