Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

Jualan Gas Elpiji dan Air Galon di Warung: Untung dan Catatannya

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Tetangga sering bertanya, "Ada gas, Bu?" atau "Galon bisa diantar?" Setiap kali Anda menjawab tidak ada, pembeli itu pergi ke warung lain, dan sering sekalian membeli telur dan beras di sana. Menambah usaha gas elpiji dan galon terdengar masuk akal, tapi ada yang membuat ragu: modal tabung yang besar, untung per tabung yang kecil, dan pencatatan yang membingungkan karena ada tabung isi, tabung kosong, dan tabung titipan pembeli.

Artikel ini membantu Anda menghitung modal dan untung usaha gas elpiji dan galon sebelum memulai, lalu menjelaskan cara mencatatnya supaya tabung dan uang tidak selisih.

Singkatnya: margin gas dan galon kecil dan modal tabungnya besar, jadi jangan berharap untung besar dari barang ini sendiri. Nilainya ada pada pembeli rutin yang datang setiap minggu dan ikut membeli barang lain. Pisahkan pencatatan "isi ulang" (tukar tabung) dan "beli baru dengan tabung", dan hitung tabung kosong sebagai modal, bukan biaya.

Modal terbesar bukan isinya, melainkan wadahnya. Agen atau depot biasanya menukar tabung kosong dengan tabung isi, jadi Anda harus punya tabung sendiri sebagai "tabung putar". Semakin banyak tabung putar, semakin jarang Anda kehabisan stok, tapi semakin besar uang yang tertahan.

Contoh rekaan modal awal untuk warung kecil (harga hanya ilustrasi, cek harga di agen terdekat):

KebutuhanJumlahPerkiraan biaya
Tabung gas 3 kg kosong10 tabungRp 1.500.000
Isi gas pertama10 tabungRp 180.000
Galon kosong15 galonRp 600.000
Isi air pertama dari depot15 galonRp 75.000
Rak atau tempat penyimpanan1Rp 250.000
TotalRp 2.605.000

Lebih dari 80% modal di contoh ini adalah wadah. Uang itu tidak hilang, karena tabung dan galon tetap milik Anda, tapi juga tidak kembali cepat. Kalau modal awal warung masih terbatas, baca perhitungan modal buka warung sembako dan putuskan apakah gas dan galon perlu masuk sejak hari pertama.

Berapa untungnya, dan kenapa tetap layak

Untuk isi ulang (pembeli datang membawa tabung kosong), untung Anda hanya selisih harga isi dari agen dengan harga jual. Misalnya:

Kalau sebulan terjual 120 tabung gas dan 150 galon, untung kotornya Rp 360.000 + Rp 300.000 = Rp 660.000. Kecil dibanding modal Rp 2,6 juta. Lalu kenapa layak?

Karena gas dan galon adalah barang yang habis rutin dan tidak bisa ditunda. Pembeli yang datang mengganti gas sering ikut membeli minyak goreng, bumbu, atau rokok. Kalau setiap pembeli gas rata-rata menambah belanja Rp 15.000 dengan margin 12%, itu tambahan untung sekitar Rp 1.800 per kunjungan, hampir sama dengan untung gasnya sendiri. Inilah alasan kenapa gas dan galon sering disebut sebagai penarik pembeli di daftar barang paling laku di warung.

Catatan: penjualan elpiji bersubsidi punya aturan distribusi sendiri dan bisa berubah. Sebelum menjual, tanyakan syarat terbaru ke pangkalan atau agen resmi dan cek informasi resmi di situs Kementerian ESDM. Simpan tabung di tempat berventilasi baik, jauh dari kompor dan sumber api.

Tiga jenis transaksi yang harus dibedakan

Kebingungan pencatatan biasanya muncul karena semua transaksi gas dicatat sebagai "gas". Padahal ada tiga jenis yang berbeda:

  1. Isi ulang (tukar tabung). Pembeli menyerahkan tabung kosong dan menerima tabung isi. Jumlah tabung Anda tetap; yang berkurang hanya isinya.
  2. Beli baru lengkap dengan tabung. Pembeli tidak membawa tabung. Jumlah tabung Anda berkurang satu, jadi harganya harus mencakup harga tabung.
  3. Tabung titipan. Pembeli menitip tabung kosong untuk diisikan nanti. Ini belum penjualan, tapi tabung itu bukan milik Anda.

Kalau ketiganya dicampur, Anda akan merasa tabung "hilang" padahal sebenarnya terjual sebagai paket lengkap dengan harga isi ulang.

Cara mencatat isi ulang dan tabung

Cara manual

Siapkan satu halaman buku khusus gas dan galon dengan kolom: tanggal, jenis (isi ulang/beli baru/titipan), jumlah, harga, dan nama pembeli untuk titipan. Setiap malam, hitung:

Kalau tidak cocok, cek titipan pembeli atau tabung yang dibawa pembeli dan belum kembali.

Dengan aplikasi kasir

Di KasirPOS, aplikasi kasir dan stok untuk iPhone dan iPad, cara paling sederhana adalah membuat produk terpisah untuk setiap jenis transaksi:

Nama produkHarga modalHarga jual
Gas 3 kg isi ulang (tukar tabung)Rp 18.000Rp 21.000
Gas 3 kg + tabung baruRp 168.000Rp 185.000
Galon isi ulangRp 5.000Rp 7.000
Galon isi ulang antarRp 5.000Rp 9.000

Stok "isi ulang" mewakili jumlah tabung isi yang siap dijual. Saat Anda menukar tabung kosong di agen, catat sebagai pembelian ke supplier sehingga stok tabung isi bertambah dan pengeluarannya tercatat. Cara mencatat pembelian ini dijelaskan lebih rinci di cara mencatat pembelian barang dagang.

Untuk antar galon, pilih jenis pesanan pengiriman supaya alamat pembeli tercetak di struk. Pembeli langganan yang membayar di akhir minggu bisa dicatat di Buku Utang, jadi tagihan galon tidak tercampur dengan ingatan Anda. Pesanan lewat WhatsApp juga bisa ditempel langsung menjadi keranjang. Kalau Anda ingin mengembangkan layanan antar, lihat juga pesan antar warung lewat WhatsApp.

Yang perlu dicatat dengan jujur: aplikasi tidak menghitung tabung kosong secara terpisah. Jumlah tabung kosong tetap perlu dicek manual sesekali dengan rumus di atas.

Tips agar usaha gas dan galon tidak merepotkan

Kesimpulan

Usaha gas elpiji dan galon jarang membuat warung kaya dari margin-nya sendiri. Keuntungannya datang dari pembeli yang kembali setiap minggu dan dari belanja tambahan yang ikut terbawa. Pisahkan jenis transaksi, catat tabung sebagai modal, dan pantau apakah omzet barang lain ikut naik. Kalau Anda memakai iPhone atau iPad, pelajari fitur lengkap KasirPOS atau langsung unduh KasirPOS di App Store untuk mencatat semuanya gratis, tanpa langganan, dan tetap jalan tanpa internet.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa modal awal jualan gas elpiji dan galon di warung?

Modal terbesar adalah tabung dan galon kosong sebagai stok putar, bukan isinya. Untuk warung kecil, sepuluh tabung dan belasan galon sudah cukup untuk mulai melihat permintaan.

Berapa untung jualan gas elpiji per tabung?

Untung isi ulang biasanya hanya beberapa ribu rupiah per tabung, tergantung harga dari agen dan harga jual di daerah Anda. Nilai utamanya ada pada pembeli rutin yang sekalian membeli barang lain.

Bagaimana mencatat gas isi ulang dan gas beli dengan tabung baru?

Buat dua produk terpisah dengan harga modal dan harga jual masing-masing. Dengan begitu, tabung yang ikut terjual tidak tercatat sebagai isi ulang dan tidak terasa hilang.

Apakah perlu izin khusus untuk menjual elpiji bersubsidi?

Distribusi elpiji bersubsidi punya aturan sendiri yang bisa berubah. Tanyakan syarat terbaru ke pangkalan atau agen resmi dan cek informasi dari Kementerian ESDM.