Antrean sedang panjang, pembeli menyodorkan sebungkus mi instan, Anda arahkan scanner, dan tidak ada bunyi apa-apa. Coba lagi, miringkan sedikit, tetap gagal. Barang lain lancar, hanya yang satu ini yang selalu bermasalah. Akhirnya Anda mengetik harga dari ingatan, dan sering kali di situlah selisih stok bermula.
Kasus barcode tidak terbaca hampir selalu punya penyebab yang bisa dilacak. Ada yang karena labelnya, ada yang karena cahaya atau cara memegang, ada juga yang karena kode itu memang belum tercatat di daftar produk Anda. Artikel ini membantu Anda memilah penyebabnya satu per satu.
Singkatnya: bedakan dulu dua kasus: barcode tidak terbaca sama sekali (masalah label, cahaya, jarak, atau scanner) atau terbaca tapi produk tidak ditemukan (kode belum didaftarkan, beda kemasan, atau kode buatan toko). Untuk keduanya, siapkan jalan keluar cepat: cari produk lewat nama, lalu perbaiki label atau data produknya setelah antrean reda.
Dua jenis masalah yang sering tertukar
Sebelum mengganti scanner, perhatikan apa yang sebenarnya terjadi di layar:
- Tidak ada reaksi sama sekali. Scanner tidak berbunyi atau kamera tidak mengunci kode. Artinya alat belum bisa membaca garis-garisnya. Penyebabnya fisik: label, cahaya, jarak, atau alatnya sendiri.
- Terbaca, tapi muncul "tidak ditemukan". Angka kodenya masuk, tetapi tidak ada produk dengan kode itu di aplikasi. Ini masalah data, bukan masalah alat.
Cara mengeceknya mudah: buka aplikasi catatan di HP, lalu scan barang yang sama dengan scanner Bluetooth atau USB. Kalau angka muncul di catatan, scanner Anda sehat dan masalahnya ada di data produk.
Penyebab barcode tidak terbaca secara fisik
Label rusak, kusut, atau terkena air
Plastik kemasan yang berkerut membuat garis barcode melengkung. Barang dari freezer sering berembun, dan kemasan sabun cuci yang lembap juga sulit dibaca. Label harga tempelan yang menutupi sebagian barcode adalah penyebab yang sering tidak disadari. Lap kemasan yang basah, ratakan plastiknya dengan jari, dan jangan menempel stiker harga di atas kode.
Cahaya dan pantulan
Kemasan mengilap seperti bungkus kopi sachet atau kaleng susu memantulkan lampu. Kamera HP paling sering gagal di sini. Miringkan barang sekitar 15 derajat supaya pantulan lampu tidak jatuh tepat di garis. Kalau meja kasir terlalu gelap di malam hari, tambahkan lampu meja kecil yang menyorot dari samping, bukan dari atas.
Jarak dan ukuran kode
Barcode kecil di botol obat tetes atau permen satuan perlu didekatkan, sedangkan kode besar di karung beras justru perlu dijauhkan sedikit agar seluruh garis masuk ke bidang baca. Kamera HP juga butuh waktu sepersekian detik untuk fokus, jadi tahan barang diam sejenak.
Scanner atau kamera bermasalah
Lensa kamera yang berminyak karena sering dipegang membuat gambar buram. Lap dengan kain halus. Untuk scanner Bluetooth, baterai lemah sering membuat bacaan putus-putus. Panduan menyambungkan alatnya ada di artikel scanner barcode untuk iPhone dan iPad dan scanner barcode USB di iPad.
Terbaca tapi produk tidak ditemukan
Ini kasus yang paling sering terjadi setelah toko mulai memakai aplikasi kasir. Beberapa penyebab umumnya:
- Barang baru belum didaftarkan. Sales mengantar varian rasa baru dengan kode berbeda dari varian lama.
- Kemasan ganti desain. Pabrik kadang mengubah kode saat ukuran atau isi berubah, misalnya minyak goreng 1 liter menjadi 900 ml.
- Kode dus berbeda dengan kode satuan. Satu karton mi instan punya barcode sendiri, berbeda dengan barcode per bungkus. Kalau yang terdaftar hanya kode satuan, scan karton akan gagal.
- Kode buatan toko lain. Barang curah dari agen kadang sudah ditempeli label barcode milik agen tersebut. Kode seperti ini hanya berlaku di sistem mereka.
- Angka nol di depan hilang. Saat produk diimpor dari Excel, kolom barcode yang diformat sebagai angka bisa membuang nol di depan, sehingga kode tidak cocok lagi. Format kolom barcode sebagai teks sebelum mengisi.
Contoh kecil, kerugian yang nyata
Misalkan barcode kopi sachet renceng di toko Anda sering gagal, dan kasir yang terburu-buru memilih "kopi sachet" yang lain dengan harga serupa. Berikut contoh hitungan selama sebulan:
| Keterangan | Angka contoh |
|---|---|
| Renceng terjual dengan produk yang salah | 40 renceng |
| Selisih harga jual per renceng | Rp 1.500 |
| Uang yang kurang tertagih | Rp 60.000 |
| Stok produk A tercatat lebih, produk B tercatat kurang | masing-masing 40 renceng |
Rp 60.000 mungkin terasa kecil, tetapi selisih stok 40 renceng di dua produk membuat Anda bingung saat stock opname dan bisa salah memesan ke sales. Satu barcode bermasalah merusak dua data sekaligus.
Cara mengatasi barcode yang bermasalah
- Saat antrean: jangan memaksa scan lebih dari dua kali. Cari produk lewat nama di kolom pencarian. Biasakan memberi nama produk yang mudah dicari, misalnya "Kopi Sachet Susu Renceng", bukan singkatan yang hanya Anda pahami.
- Catat barang yang gagal. Taruh buku kecil atau kertas di samping kasir. Tulis nama barangnya setiap kali gagal scan.
- Setelah toko sepi: cek satu per satu. Kalau kodenya belum terdaftar, tambahkan ke produk yang benar. Kalau labelnya rusak, siapkan label pengganti.
- Cetak ulang label untuk barang tanpa barcode atau labelnya rusak. Buat kode sendiri dan tempel di rak atau di kemasan. Caranya dijelaskan di cara membuat barcode sendiri untuk toko.
- Buat lembar barcode cadangan. Untuk barang curah atau barang yang labelnya sering rusak (telur, sayur, gula kiloan), cetak kodenya di satu lembar kertas yang dilaminasi dan taruh di meja kasir. Kasir tinggal scan dari lembar itu.
Catatan: kode buatan sendiri sebaiknya punya pola yang tidak bentrok dengan kode pabrik, misalnya diawali angka yang sama untuk semua barang buatan toko. Penjelasan beda kode produk internal dan barcode ada di artikel SKU dan barcode.
Mengatasi barcode tidak terbaca di KasirPOS
Di aplikasi kasir KasirPOS, ada beberapa jalan untuk membaca barcode, sehingga kalau satu cara gagal Anda masih punya cadangan:
- Kamera iPhone atau iPad. Mode scan tetap aktif sampai Anda menutupnya, jadi Anda bisa scan beberapa barang berturut-turut tanpa membuka ulang.
- Scanner Bluetooth atau USB. Scanner bekerja seperti keyboard yang mengetik angka ke kolom pencarian. Karena itu, kalau scan gagal, Anda bisa langsung mengetik nama produk di kolom yang sama.
- Buat barcode dari aplikasi. Untuk barang yang tidak punya kode, Anda bisa membuat barcode untuk produk tersebut.
- Kode untuk satuan lain. Satuan tambahan seperti dus atau pak bisa punya harga dan barcode sendiri, sehingga scan karton tidak lagi berakhir "tidak ditemukan".
Bagi yang memakai iPad dengan keyboard, pintasan Cmd+B membuka scan dan Cmd+F langsung ke pencarian, jadi berpindah dari scan ke cari manual hanya butuh satu tombol. Detail fitur lain bisa dilihat di fitur lengkap KasirPOS, dan aplikasinya bisa Anda unduh KasirPOS di App Store secara gratis.
Apa pun alat yang Anda pakai, kuncinya sama: jangan biarkan kasir menebak produk saat scan gagal. Cari berdasarkan nama, catat barangnya, lalu perbaiki label atau datanya hari itu juga. Kebiasaan kecil ini menjaga stok tetap cocok dengan barang di rak.
Pertanyaan yang sering diajukan
Kenapa barcode tidak bisa di-scan padahal scanner menyala?
Biasanya karena label kusut atau basah, pantulan lampu pada kemasan mengilap, atau jarak scan yang tidak pas. Coba miringkan barang, lap kemasannya, dan atur jaraknya.
Barcode terbaca tapi produk tidak ditemukan, apa sebabnya?
Kode tersebut belum terdaftar di data produk Anda. Penyebab umumnya barang varian baru, kemasan berganti kode, atau barcode dus berbeda dengan barcode satuan.
Bagaimana cara mengecek apakah scanner barcode rusak?
Buka aplikasi catatan lalu scan sebuah barang. Jika angka kodenya muncul, scanner berfungsi dan masalahnya ada pada data produk di aplikasi kasir.
Apa yang harus dilakukan kasir saat barcode gagal di-scan?
Jangan menebak produk. Cari produk lewat nama, catat barang yang gagal, lalu perbaiki label atau data produknya setelah antrean sepi.