Bu Rina dari ujung gang menitipkan 20 bungkus keripik setiap Senin. Hari Sabtu dia datang mengambil uang, Anda bilang terjual 14, dia yakin seharusnya 16. Tidak ada yang berniat curang, tapi tidak ada juga catatan yang bisa ditunjukkan. Lama-lama hubungan bertetangga jadi canggung, padahal barang titipan seperti ini sebenarnya menguntungkan kedua pihak.
Sistem barang titipan konsinyasi hanya berjalan adil kalau jumlah titip, jumlah terjual, dan jumlah sisa tercatat jelas dan disepakati sejak awal. Artikel ini menjelaskan cara mencatat titipan secara manual, cara membagi hasilnya, dan bagaimana aplikasi kasir bisa membantu.
Singkatnya: sepakati harga setor dan jadwal setor di depan. Catat jumlah titip setiap kali barang datang, catat terjual dan sisa setiap hari, lalu setor sesuai jadwal dengan rekap tertulis yang ditandatangani atau difoto. Uang titipan bukan uang warung sampai disetor.
Apa itu barang titipan konsinyasi
Konsinyasi artinya barang milik orang lain dijual di warung Anda. Anda tidak membeli barangnya di depan. Penitip baru menerima uang setelah barang laku, dan barang yang tidak laku dikembalikan. Contoh paling umum di warung: kue basah, gorengan, keripik, sambal botolan, telur asin, atau kerajinan tetangga.
Keuntungannya untuk warung jelas: tanpa modal, rak jadi lebih lengkap, dan pembeli punya alasan mampir. Risikonya ada di pencatatan. Karena tidak ada uang yang keluar di awal, banyak pemilik warung tidak mencatat apa pun, dan di sinilah perselisihan dimulai.
Lima hal yang disepakati sebelum menerima titipan
- Harga setor dan harga jual. Contoh: penitip minta Rp 4.000 per kue, warung menjual Rp 5.000. Atau sebaliknya, pakai persen: warung dapat 20% dari harga jual.
- Jadwal setor. Harian untuk kue basah, mingguan untuk keripik dan sambal.
- Barang sisa. Dikembalikan ke penitip di hari yang sama atau saat setor? Siapa yang menanggung barang basi?
- Barang rusak atau hilang. Kalau ada kemasan sobek karena jatuh di warung, biasanya warung yang menanggung. Kalau rusak karena produksi, penitip yang menanggung.
- Bukti. Rekap ditulis rangkap dua atau difoto dan dikirim lewat WhatsApp.
Tidak perlu surat perjanjian resmi untuk titipan antartetangga, tapi kesepakatan sederhana yang ditulis di satu lembar kertas sangat membantu saat ada perbedaan ingatan.
Cara mencatat barang titipan secara manual
Buat satu halaman per penitip. Kolomnya sederhana: tanggal, jumlah titip, jumlah terjual, jumlah sisa/kembali, dan jumlah rusak. Contoh rekap mingguan Bu Rina:
| Tanggal | Titip | Terjual | Sisa dikembalikan | Rusak |
|---|---|---|---|---|
| Senin | 20 | 5 | - | - |
| Selasa | - | 3 | - | - |
| Rabu | - | 4 | - | 1 |
| Kamis | - | 2 | - | - |
| Sabtu | - | 1 | 4 | - |
| Total | 20 | 15 | 4 | 1 |
Pemeriksaan sederhana: titip (20) = terjual (15) + sisa (4) + rusak (1). Kalau angkanya cocok, tidak ada yang perlu diperdebatkan.
Hitungan setornya, dengan harga setor Rp 4.000 dan harga jual Rp 5.000:
- Uang dari pembeli: 15 × Rp 5.000 = Rp 75.000
- Setor ke Bu Rina: 15 × Rp 4.000 = Rp 60.000
- Bagian warung: Rp 15.000
- Satu keripik rusak karena jatuh di warung: sesuai kesepakatan, warung membayar Rp 4.000, jadi setor menjadi Rp 64.000 dan bagian warung Rp 11.000.
Hal-hal seperti ini kelihatan kecil, tapi tanpa catatan, satu keripik rusak bisa berubah menjadi tuduhan. Kebiasaan mencatat barang rusak juga berguna untuk barang Anda sendiri; lihat cara mencatat barang rusak.
Pisahkan uang titipan dari uang warung
Masalah kedua yang sering muncul: uang titipan terpakai untuk kulakan, lalu saat penitip datang, uang di laci tidak cukup. Cara menghindarinya:
- Anggap uang setor sebagai utang warung kepada penitip, bukan omzet yang bebas dipakai.
- Kalau penjualan titipan cukup besar, sisihkan uang setor di amplop terpisah setiap malam.
- Jangan menunda setor melewati jadwal. Penitip kecil biasanya butuh uang itu untuk belanja bahan esok hari.
Pola pikirnya sama dengan utang ke supplier biasa. Kalau Anda punya beberapa penitip dengan jadwal berbeda, prinsip di mengatur utang ke supplier yang jatuh tempo bisa langsung dipakai.
Mencatat titipan dengan aplikasi kasir
Kalau warung Anda memakai iPhone atau iPad, aplikasi kasir KasirPOS bisa dipakai untuk barang titipan tanpa fitur khusus konsinyasi. Caranya:
- Tambahkan penitip sebagai supplier, misalnya "Bu Rina (titipan)".
- Buat produk titipan dengan harga modal sama dengan harga setor (Rp 4.000) dan harga jual Rp 5.000. Beri kategori "Titipan" agar mudah dilihat di laporan.
- Saat barang datang, catat sebagai pembelian dari supplier tersebut dengan status belum dibayar. Stok bertambah 20 dan utang ke penitip tercatat.
- Jual seperti biasa di kasir. Laporan penjualan per produk menunjukkan berapa yang terjual.
- Saat barang sisa dikembalikan, sesuaikan stoknya lewat stok opname supaya jumlah di aplikasi sama dengan yang ada di rak.
- Saat setor, tandai pembelian dari penitip sebagai sudah dibayar, sehingga tidak lagi tampil sebagai utang ke supplier.
Catatan: KasirPOS tidak punya fitur khusus konsinyasi, jadi cara ini hanya pendekatan. Pembelian tercatat untuk seluruh 20 barang (Rp 80.000), padahal yang Anda setor hanya untuk barang terjual dan rusak (Rp 64.000). Jadikan rekap titip-terjual-sisa sebagai dasar setor, bukan angka pembelian di aplikasi. Kalau ingin angka pembelian sama dengan uang setor, cara lainnya adalah mencatat pembelian sejumlah barang yang terjual saja saat setor. Pilih satu cara dan pakai terus agar laporan tetap konsisten.
Keuntungan memakai aplikasi: setiap penjualan tercatat dengan jam dan nama kasir, jadi kalau ada yang bertanya "kok cuma 14?", Anda bisa menunjukkan daftar transaksinya. Laporan bisa diekspor ke PDF atau dibagikan sebagai gambar lewat WhatsApp, sehingga penitip menerima rekap yang sama dengan yang Anda lihat. Margin per produk juga terlihat, jadi Anda tahu apakah titipan keripik Rp 1.000 per bungkus layak dipertahankan dibanding barang Anda sendiri. Pertimbangan harga ini nyambung dengan cara menentukan harga jual barang.
Kalau tetap terjadi selisih
Kadang barang memang hilang: diambil anak kecil, terselip di bawah rak, atau dibawa pembeli tanpa bayar. Jangan langsung menyalahkan siapa pun. Langkah yang lebih aman:
- Hitung ulang stok di depan penitip.
- Cocokkan dengan catatan penjualan hari per hari.
- Kalau tetap selisih dan barang ada di tanggung jawab warung, bayar sesuai harga setor. Satu atau dua bungkus tidak sebanding dengan kehilangan penitip yang jujur.
- Kalau selisih terjadi berulang, cari penyebabnya; bisa jadi ada masalah lain di warung. Baca penyebab barang hilang di toko.
Kesimpulan
Barang titipan bisa menjadi tambahan untung tanpa modal sekaligus cara menjaga hubungan baik dengan tetangga, asalkan pencatatannya rapi. Catat jumlah titip dan terjual setiap hari, simpan uang setor terpisah, dan setor tepat jadwal. Bila ingin pencatatan yang lebih rapi di iPhone atau iPad, coba aplikasi kasir gratis untuk iPhone dan iPad ini; Anda bisa unduh KasirPOS di App Store tanpa biaya langganan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu sistem konsinyasi di warung?
Konsinyasi adalah titip jual: barang milik orang lain dijual di warung, penitip dibayar setelah barang laku, dan barang yang tidak laku dikembalikan. Warung tidak perlu modal di depan.
Berapa bagi hasil yang wajar untuk barang titipan?
Tidak ada angka baku. Biasanya disepakati sebagai selisih harga setor dan harga jual, atau persentase dari harga jual. Yang penting disepakati sebelum barang dititipkan.
Siapa yang menanggung barang titipan yang rusak atau basi?
Tergantung kesepakatan awal. Umumnya barang rusak karena kelalaian di warung ditanggung warung, sedangkan basi atau cacat produksi ditanggung penitip.
Bagaimana menghindari ribut saat setoran barang titipan?
Catat jumlah titip, terjual, sisa, dan rusak setiap hari, lalu tunjukkan atau kirim rekapnya saat setor. Pastikan titip sama dengan terjual ditambah sisa dan rusak.