Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

Bahan Baku vs Barang Jadi: Mengelola Stok Usaha Makanan

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Catatan penjualan kedai Anda rapi: hari ini terjual 60 gelas kopi susu, 25 es teh, 18 roti bakar. Tapi tiba-tiba susu kental manis habis di hari Kamis, padahal Anda yakin baru belanja Senin. Ke mana larinya? Masalahnya, yang Anda catat hanya menu, bukan bahan di baliknya. Jawabannya dimulai dari satu pengertian sederhana: bahan baku adalah barang yang Anda olah, bukan yang Anda jual, dan di usaha makanan dan minuman, bahan inilah yang perlu dicatat supaya stok berhenti mengejutkan.

Singkatnya: bahan baku adalah barang yang Anda olah (kopi bubuk, susu, gula, beras, ayam), sedangkan barang jadi adalah yang Anda jual (segelas kopi susu, seporsi nasi ayam). Di usaha makanan, stok yang perlu diawasi adalah bahannya, karena menu tidak disimpan di rak. Hubungkan keduanya lewat resep: setiap menu terjual mengurangi bahan sesuai takaran.

Bahan baku adalah apa, dan apa bedanya dengan barang jadi?

Bahan baku adalah barang yang dibeli untuk diolah menjadi produk lain. Pembeli tidak membelinya langsung dari Anda dalam bentuk aslinya. Contoh di kedai kopi: biji atau bubuk kopi, susu UHT, susu kental manis, gula aren cair, es batu, cup plastik. Di warung makan: beras, ayam, cabai, minyak goreng, bumbu.

Barang jadi adalah hasil olahan yang siap dijual: kopi susu gula aren, nasi ayam geprek, es teh manis. Barang jadi di usaha kuliner biasanya dibuat saat dipesan, jadi tidak pernah "menumpuk" di rak seperti di toko kelontong.

Ada juga kelompok ketiga yang sering terlupa: barang dagang langsung, yaitu barang yang dibeli lalu dijual tanpa diolah, misalnya air mineral botol atau kerupuk bungkus di warung makan. Ini dicatat seperti stok toko biasa.

JenisContoh di kedai kopiContoh di warung makanCara mencatat stok
Bahan bakuKopi bubuk, SKM, susu UHT, gula arenBeras, ayam, cabai, minyakDalam gram, ml, atau pcs; berkurang lewat resep
Barang jadi (menu)Kopi susu, es tehNasi ayam geprek, mie gorengTidak disimpan; dihitung dari bahan
Barang dagang langsungAir mineral botolKerupuk bungkus, teh botolPer pcs, seperti toko biasa

Kenapa stok bahan yang harus diawasi

Uang Anda tertanam di bahan, bukan di menu. Kalau Anda belanja Rp 1.500.000 seminggu untuk kopi, susu, gula, dan cup, uang itu duduk di kulkas dan lemari dalam bentuk bahan. Ada tiga hal yang hanya terlihat kalau bahan dicatat:

Contoh: selisih kecil yang jadi besar

Misalkan resep kopi susu memakai 40 ml SKM. Satu kaleng SKM 490 g kira-kira setara 370 ml (angka contoh). Dalam praktik, barista menuang sekitar 50 ml.

Sesuai resep (40 ml)Kenyataan (50 ml)
Kebutuhan untuk 60 gelas/hari2.400 ml3.000 ml
Kebutuhan 30 hari72.000 ml90.000 ml
Setara kaleng (± 370 ml)± 195 kaleng± 243 kaleng
Biaya (contoh Rp 13.000/kaleng)± Rp 2.535.000± Rp 3.159.000

Selisih sekitar Rp 600.000 sebulan hanya dari 10 ml per gelas. Kalau yang dicatat cuma "60 gelas kopi susu terjual", kebocoran ini tidak akan pernah kelihatan. Untuk menghitung modal per gelas lengkap, lihat cara menghitung HPP kopi susu per gelas.

Cara mencatat bahan baku dan barang jadi secara manual

Tanpa aplikasi, Anda tetap bisa memulai dengan tiga lembar catatan:

  1. Kartu resep. Tulis takaran setiap menu. Contoh Kopi Susu: 15 g kopi, 40 ml SKM, 100 ml susu UHT, es secukupnya, 1 cup 16 oz.
  2. Daftar stok bahan. Satu baris per bahan dengan satuan terkecil yang Anda pakai (gram, ml, pcs), bukan "kaleng" atau "karton", supaya mudah dikurangi.
  3. Rekap harian. Di akhir hari, kalikan jumlah menu terjual dengan takaran resep, lalu kurangkan dari stok bahan. Bandingkan dengan sisa fisik seminggu sekali.

Cara manual ini melelahkan kalau menunya banyak, tapi sangat berguna untuk 5–10 bahan termahal. Menentukan berapa bahan yang perlu selalu tersedia dibahas di par level bahan baku kafe.

Catatan: bahan seperti garam, merica, atau minyak untuk menumis sulit ditakar per porsi. Tidak apa-apa mencatatnya sebagai biaya habis pakai bulanan. Fokuskan pencatatan resep pada bahan yang mahal atau sering habis.

Menghubungkan menu dan bahan baku di KasirPOS

Di aplikasi kasir KasirPOS, Anda bisa membuat bahan baku dan resep sehingga pencatatan tadi berjalan sendiri setiap kali kasir menjual menu:

Pembelian bahan ke supplier dicatat sebagai pembelian, sehingga stok bertambah dan harga modal rata-rata ikut diperbarui. Untuk mengecek apakah takaran di dapur sesuai resep, lakukan stok opname bahan secara berkala dan bandingkan angkanya. Langkah membuat resepnya ada di panduan resep dan bahan baku KasirPOS, dan kalau ingin membandingkan pemakaian nyata dengan resep, baca food cost aktual vs ideal.

Untuk kedai yang baru mulai, template Kedai Kopi & Minuman dan Warung Makan di KasirPOS bisa jadi titik awal sebelum Anda sesuaikan dengan resep sendiri.

Perlu diingat, KasirPOS mencetak struk dapur dan label cup di printer yang sama dengan printer struk; kalau dapur Anda butuh printer khusus terpisah, aplikasi ini belum menyediakannya. Penjelasan fitur lain bisa dibaca di halaman fitur KasirPOS.

Kesimpulan: awasi bahannya, menu mengikuti

Di toko kelontong, yang ada di rak adalah barang yang dijual. Di kedai dan warung makan, yang ada di dapur adalah bahan. Mencatat penjualan menu itu perlu untuk omzet, tetapi untuk stok dan modal, bahan bakulah yang menentukan. Mulailah dari lima bahan termahal, tulis resepnya, dan biarkan setiap penjualan mengurangi bahan secara otomatis. Anda bisa unduh KasirPOS di App Store untuk iPhone atau iPad dan mencoba fitur resepnya tanpa biaya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa yang dimaksud bahan baku?

Bahan baku adalah barang yang dibeli untuk diolah menjadi produk lain, misalnya kopi bubuk, susu, beras, atau ayam di usaha makanan.

Apa perbedaan bahan baku dan barang jadi?

Bahan baku diolah lebih dulu, sedangkan barang jadi adalah hasil olahan yang siap dijual, seperti segelas kopi susu atau seporsi nasi ayam.

Mengapa usaha makanan perlu mencatat stok bahan baku?

Karena uang usaha tertanam di bahan, dan kebocoran takaran atau bahan rusak hanya terlihat jika bahan dicatat, bukan hanya jumlah menu terjual.

Bagaimana mencatat pemakaian bahan baku per menu?

Buat resep berisi takaran tiap menu, lalu kalikan dengan jumlah menu terjual untuk mengurangi stok bahan. Aplikasi kasir dengan fitur resep bisa melakukannya otomatis.