Akhir bulan, total omzet kedai Anda hampir Rp 39 juta. Angka yang lumayan. Tapi saat ada yang bertanya "lebih banyak dari pembeli yang duduk atau dari GrabFood?", Anda hanya bisa menebak. Padahal jawabannya menentukan banyak hal: perlu tambah kursi atau tidak, promo ojol diteruskan atau dihentikan, dan apakah pesanan WhatsApp layak dibuatkan kurir sendiri.
Masalahnya sederhana: semua penjualan tercampur dalam satu catatan. Artikel ini membahas cara memberi label jenis pesanan dan sumber pesanan di setiap transaksi, lalu membaca laporan penjualan GoFood GrabFood secara terpisah dari dine-in dan take away.
Singkatnya: Bedakan dua label di setiap transaksi: jenis pesanan (makan di tempat, bawa pulang, antar) dan sumber pesanan (datang langsung, GoFood, GrabFood, ShopeeFood, WhatsApp). Setelah sebulan, bandingkan omzet, jumlah transaksi, nilai rata-rata, dan perkiraan laba per saluran setelah potongan dan kemasan. Data per saluran itulah yang menunjukkan di mana Anda sebaiknya fokus promosi.
Jenis pesanan dan sumber pesanan itu berbeda
Banyak pemilik mencampur dua hal ini. Padahal keduanya menjawab pertanyaan yang berbeda.
| Label | Pertanyaan yang dijawab | Contoh nilai |
|---|---|---|
| Jenis pesanan | Bagaimana pesanan disajikan? | Makan di tempat, bawa pulang, antar |
| Sumber pesanan | Dari mana pesanan datang? | Langsung, GoFood, GrabFood, ShopeeFood, WhatsApp |
Contoh: pembeli pesan lewat WhatsApp lalu mengambil sendiri berarti sumber WhatsApp, jenis bawa pulang. Pesanan GoFood umumnya jenis antar, tapi pesanan WhatsApp bisa antar atau ambil sendiri. Dengan dua label, Anda bisa melihat misalnya berapa banyak pesanan WhatsApp yang sebenarnya diantar oleh kurir Anda sendiri.
Cara memberi label di setiap transaksi
Cara manual
Di buku penjualan atau Excel, tambahkan dua kolom: jenis dan sumber. Pakai kode singkat agar cepat, misalnya DI (dine-in), TA (take away), AN (antar), lalu GF, GB, SF, WA, LS (langsung). Di akhir hari, jumlahkan per kode. Ini bisa dilakukan, tapi saat ramai kolom ini paling sering dikosongkan.
Dengan aplikasi kasir
Pilih jenis dan sumber pesanan sebelum menekan bayar. Laporan akan mengelompokkan otomatis. Kuncinya adalah konsistensi: kalau satu kasir lupa memilih sumber, pesanan ojol tercatat sebagai pembelian langsung dan laporan jadi bias.
- Sepakati aturannya: pembeli yang datang langsung dicatat seperti biasa, sedangkan pesanan dari tablet atau HP ojol wajib diberi sumber sebelum disimpan.
- Tempel pengingat kecil di dekat kasir: "Ojol? Ganti sumber!"
- Seminggu sekali, cocokkan jumlah pesanan per platform di laporan kasir dengan riwayat pesanan di aplikasi mitra.
Membaca laporan penjualan GoFood, GrabFood, dan saluran lain
Misalnya setelah sebulan, data kedai Anda seperti ini. Semua angka adalah contoh.
| Saluran | Transaksi | Omzet | Rata-rata per transaksi | Potongan dan kemasan | Perkiraan laba kotor |
|---|---|---|---|---|---|
| Makan di tempat | 820 | Rp 16.400.000 | Rp 20.000 | Rp 0 | Rp 7.400.000 |
| Bawa pulang langsung | 410 | Rp 6.150.000 | Rp 15.000 | Rp 820.000 | Rp 1.950.000 |
| GoFood | 300 | Rp 8.400.000 | Rp 28.000 | Rp 2.430.000 | Rp 1.800.000 |
| GrabFood | 180 | Rp 4.860.000 | Rp 27.000 | Rp 1.420.000 | Rp 1.050.000 |
| 95 | Rp 2.850.000 | Rp 30.000 | Rp 240.000 | Rp 1.150.000 |
Beberapa hal yang bisa dibaca dari tabel contoh ini:
- Omzet besar belum tentu laba besar. GoFood menyumbang omzet kedua terbesar, tapi laba kotornya lebih kecil dari makan di tempat karena komisi dan kemasan. Hitungan per menunya dibahas di harga menu GoFood dan komisi.
- WhatsApp kecil tapi efisien. Hanya 95 transaksi, tapi nilai rata-ratanya tertinggi dan hampir tanpa potongan. Ini tanda pelanggan setia yang bisa dikembangkan.
- Makan di tempat adalah tulang punggung. Kalau kursi sering penuh di jam makan siang, menambah meja bisa lebih menguntungkan daripada promo ojol.
Menentukan fokus promosi dari data saluran
Setelah tahu kontribusi tiap saluran, keputusan promosi jadi lebih terarah:
- Kalau laba ojol tipis: hitung ulang harga menu ojol, kurangi ikut promo yang ditanggung penjual, atau tawarkan paket khusus ojol dengan margin lebih baik.
- Kalau WhatsApp tumbuh: sebarkan katalog harga, cantumkan nomor WhatsApp di struk dan kemasan, dan rapikan alur antar sendiri. Lihat jualan makanan lewat WhatsApp.
- Kalau makan di tempat turun: perhatikan kenyamanan, kecepatan layanan, dan promo jam sepi.
- Kalau bawa pulang langsung tinggi: percepat antrean dan siapkan menu yang mudah dibungkus.
Catatan: Data satu bulan bisa dipengaruhi musim, cuaca, atau libur sekolah. Bandingkan minimal dua sampai tiga bulan sebelum mengambil keputusan besar seperti berhenti dari satu platform.
Laporan per saluran di KasirPOS
Aplikasi kasir KasirPOS menyediakan pilihan jenis pesanan (makan di tempat, bawa pulang, antar) dan sumber pesanan (GoFood, GrabFood, ShopeeFood, WhatsApp) di setiap transaksi. Laporan penjualan bisa dilihat per sumber pesanan, per produk, per kategori, per metode pembayaran, dan per kasir. Laporan bisa diekspor ke Excel atau PDF A4 untuk dibandingkan antarbulan.
Perlu ditegaskan: sumber pesanan di KasirPOS adalah label yang dipilih kasir, bukan sinkronisasi otomatis. Pesanan dari aplikasi ojol tetap dimasukkan manual ke kasir, dan KasirPOS tidak mengambil data dari platform mana pun. Potongan komisi juga tidak terhitung otomatis. Anda bisa mencatatnya sebagai pengeluaran lain atau menghitungnya terpisah saat membaca laporan.
Untuk pesanan antar, alamat pelanggan bisa ikut tercetak di struk. Semua fitur ini gratis dan berjalan di iPhone atau iPad tanpa internet. Penjelasan menu laporan ada di laporan dan export di KasirPOS. Silakan unduh KasirPOS di App Store atau pelajari fitur lengkap KasirPOS.
Kesalahan umum saat membaca laporan per saluran
- Hanya melihat omzet. Saluran dengan omzet terbesar belum tentu menyumbang laba terbesar. Selalu kurangi potongan dan kemasan sebelum membandingkan.
- Lupa memisahkan menu. Kalau pesanan ojol didominasi menu bermodal besar, labanya akan lebih tipis lagi. Lihat juga penjualan per produk di setiap saluran.
- Membandingkan bulan yang tidak setara. Bulan puasa, libur sekolah, atau musim hujan bisa menggeser pola pesanan antar secara drastis.
- Mengabaikan transaksi tanpa label. Kalau ada banyak transaksi yang sumbernya kosong atau salah, perbaiki disiplin pencatatan dulu sebelum menarik kesimpulan.
Satu angka tambahan yang berguna adalah nilai rata-rata per transaksi. Kalau rata-rata pesanan WhatsApp Rp 30.000 dan makan di tempat Rp 20.000, promosi paket keluarga lewat WhatsApp mungkin lebih menjanjikan daripada diskon untuk pembeli di tempat.
Mulai bulan ini
Tidak perlu menunggu sistem sempurna. Mulai besok, setiap transaksi diberi jenis dan sumber. Di akhir bulan, buat satu tabel seperti contoh di atas. Kalau ingin menggali lebih dalam, lanjutkan dengan analisis laporan penjualan bulanan. Sekali Anda melihat angkanya, keputusan "fokus ke mana" tidak lagi berdasarkan perasaan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa bedanya jenis pesanan dan sumber pesanan?
Jenis pesanan menjelaskan cara penyajian, seperti makan di tempat, bawa pulang, atau antar. Sumber pesanan menjelaskan asal pesanan, seperti datang langsung, GoFood, GrabFood, atau WhatsApp.
Bagaimana cara memisahkan laporan penjualan GoFood dan GrabFood?
Beri label sumber pesanan di setiap transaksi saat mencatat di kasir. Setelah itu jumlahkan omzet dan transaksi per sumber di akhir bulan.
Apakah KasirPOS terhubung otomatis dengan GoFood atau GrabFood?
Tidak. Sumber pesanan di KasirPOS adalah label yang dipilih kasir, dan pesanan ojol tetap dimasukkan manual.
Berapa lama data per saluran perlu dikumpulkan sebelum mengambil keputusan?
Minimal satu bulan untuk gambaran awal, dan dua sampai tiga bulan sebelum keputusan besar seperti berhenti dari satu platform.