Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

Pelanggan Mencicil Kasbon: Cara Mencatat Riwayat Pembayaran

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Pak Udin punya kasbon Rp 340.000. Senin ia bayar Rp 50.000, Kamis Rp 20.000, minggu depannya Rp 75.000, lalu belanja lagi Rp 38.000 dan bayar Rp 10.000. Sekarang coba jawab cepat: sisa utangnya berapa? Kalau Anda harus mengambil kalkulator dan membuka tiga halaman buku, Anda tidak sendirian.

Cicilan kecil-kecil adalah hal baik, karena artinya pelanggan mau membayar. Masalahnya, tanpa catatan yang rapi, cicilan utang pelanggan justru jadi sumber salah paham: Anda merasa sisanya masih banyak, pelanggan merasa hampir lunas. Artikel ini menunjukkan cara mencatat setiap cicilan supaya sisa utang selalu jelas.

Singkatnya: catat setiap cicilan sebagai baris sendiri dengan tanggal, jumlah, cara bayar, dan sisa setelah dibayar. Jangan pernah mencoret atau menimpa angka lama. Riwayat cicilan yang lengkap adalah bukti paling kuat ketika muncul sengketa "saya sudah bayar".

Kenapa cicilan kasbon mudah membingungkan

Format riwayat cicilan utang pelanggan yang tidak bisa dibantah

Gunakan prinsip buku besar sederhana: setiap kejadian ditulis di baris baru, angka lama tidak diubah. Contoh riwayat Pak Udin di atas:

TanggalKeteranganTambah utangCicilanSisa
1 NovSaldo kasbonRp 340.000-Rp 340.000
4 NovCicilan tunai-Rp 50.000Rp 290.000
7 NovCicilan tunai-Rp 20.000Rp 270.000
11 NovCicilan transfer-Rp 75.000Rp 195.000
13 NovBelanja: gula, kopiRp 38.000-Rp 233.000
13 NovCicilan tunai-Rp 10.000Rp 223.000

Jawabannya: sisa Rp 223.000. Dengan tabel seperti ini, siapa pun yang membuka catatan bisa menelusuri dari mana angka itu datang. Perhatikan bahwa belanja dan cicilan di tanggal 13 ditulis di dua baris terpisah, bukan digabung jadi "tambah Rp 28.000".

Siapa yang menerima

Kalau warung dijaga lebih dari satu orang, tambahkan kolom inisial penerima. Ini membantu melacak kalau ada pembayaran yang tidak sampai ke laci.

Aturan cicilan yang sebaiknya disepakati

Cicilan tanpa kesepakatan bisa berlangsung tanpa ujung. Sepakati hal berikut saat pelanggan minta mencicil:

  1. Nominal minimal per cicilan. Misalnya Rp 25.000 per minggu untuk utang di bawah Rp 300.000.
  2. Jadwal. Setiap Sabtu, atau setiap tanggal gajian.
  3. Belanja baru selama mencicil. Idealnya tunai. Kalau tetap boleh kasbon, batasi supaya sisa utang tidak naik.
  4. Target lunas. Dengan Rp 25.000 per minggu, utang Rp 223.000 lunas dalam sekitar sembilan minggu. Sebutkan angka itu supaya pelanggan punya gambaran.

Catatan: kalau sisa utang terus naik meski pelanggan rajin mencicil, artinya belanja barunya lebih besar daripada cicilannya. Ini tanda untuk menahan kasbon baru, bukan tanda pelanggan beritikad baik.

Memberi bukti setiap kali pelanggan mencicil

Sengketa "sudah bayar" bisa terjadi dua arah: pelanggan lupa, atau Anda yang lupa mencatat. Bukti tertulis melindungi keduanya. Pilihannya:

Pesan konfirmasi sisa setelah setiap cicilan juga berfungsi sebagai pengingat halus tanpa terkesan menagih. Kalau butuh contoh kalimat, lihat kata-kata menagih utang yang sopan.

Cicilan lewat transfer atau QRIS

Semakin banyak pelanggan yang mencicil lewat transfer bank atau QRIS. Praktis, tetapi rawan tidak tercatat karena uangnya tidak melewati laci. Masalah yang sering muncul: ada uang masuk Rp 50.000 tanpa keterangan, dan Anda tidak tahu itu pembayaran dari siapa, atau dari penjualan biasa.

Cara mengatasinya:

Contoh: dalam sebulan, Pak Udin mencicil Rp 50.000 tunai dan Rp 75.000 transfer. Kalau keduanya dicatat dengan cara bayar masing-masing, Anda tahu bahwa Rp 75.000 di rekening adalah cicilan, bukan omzet hari itu. Tanpa keterangan, laporan Anda bisa terlihat lebih ramai dari kenyataan.

Mencatat cicilan di Buku Utang KasirPOS

Membuat tabel seperti di atas untuk belasan pelanggan memang bisa dilakukan di buku atau Excel, tetapi butuh ketelitian setiap hari. Di aplikasi kasir KasirPOS untuk iPhone dan iPad, Buku Utang dibuat untuk pola ini:

  1. Utang tercipta dari transaksi. Kalau pembeli membayar kurang di layar Bayar, kekurangannya otomatis tercatat sebagai utang pelanggan, lengkap dengan rincian barang di invoice.
  2. Saat pelanggan mencicil, cari namanya atau nomor invoice di Buku Utang, lalu catat jumlah yang dibayar.
  3. Setiap cicilan tersimpan sebagai riwayat, dan sisa utang diperbarui otomatis. Angka lama tidak tertimpa.
  4. Ketika sudah lunas, utang pindah ke kelompok lunas, jadi daftar yang belum lunas tetap bersih.

Kalau pelanggan masih ragu, Anda bisa mengirim tagihan ke WhatsApp-nya beserta rincian invoice. Aplikasinya gratis, tanpa iklan, langganan, atau batas jumlah transaksi, dan bisa Anda unduh di App Store. Pembahasan lengkap fiturnya ada di panduan Buku Utang KasirPOS, dan daftar fitur lengkap KasirPOS ada di situs resminya.

Cek ulang sebelum menyatakan lunas

Sebelum mengatakan "sudah lunas, Pak", cocokkan sekali lagi: jumlah semua utang dikurangi jumlah semua cicilan harus sama dengan nol. Kalau ada selisih Rp 5.000 yang tidak jelas, lebih baik diselesaikan sekarang daripada muncul lagi tiga bulan kemudian. Untuk mencegah selisih seperti ini sejak awal, terapkan cara mencatat utang pelanggan saat transaksi dan pastikan kekurangan bayar sekecil apa pun ikut tercatat, seperti dibahas di artikel tentang pembeli yang bayar kurang.

Riwayat cicilan yang rapi membuat Anda bisa menjawab "sisanya berapa?" dalam lima detik, dan membuat pelanggan percaya bahwa catatan warung Anda adil.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara mencatat cicilan utang pelanggan?

Tulis setiap cicilan di baris baru dengan tanggal, jumlah, cara bayar, dan sisa utang setelah dibayar. Jangan mencoret atau menimpa angka sebelumnya.

Bagaimana jika pelanggan mencicil sambil berutang lagi?

Catat belanja baru dan cicilan sebagai dua baris terpisah. Jika sisa utang terus naik, tahan kasbon baru sampai sisa turun.

Bukti apa yang perlu diberikan saat pelanggan mencicil?

Bisa tanda terima tertulis, struk, atau pesan WhatsApp yang menyebut jumlah cicilan dan sisa utang. Bukti ini melindungi warung dan pelanggan.

Berapa cicilan minimal yang wajar?

Tidak ada angka baku. Sepakati nominal dan jadwal yang membuat utang lunas dalam waktu yang masuk akal, misalnya dua sampai tiga bulan.