Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

Cara Mendapatkan Pelanggan Baru untuk Toko Offline

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Pembeli yang datang ke toko Anda itu-itu saja. Tetangga yang sama, anak kos yang sama, ibu-ibu yang sama. Sementara itu perumahan baru di ujung jalan sudah terisi, tapi penghuninya belanja ke minimarket karena tidak tahu toko Anda ada, atau tidak tahu Anda menjual barang yang mereka cari.

Panduan ini membahas cara mendapatkan pelanggan baru untuk toko offline seperti warung, toko kelontong, atau kedai kecil. Fokusnya pada promosi lokal yang gratis atau hampir gratis: Google Maps, grup WhatsApp lingkungan, rekomendasi dari mulut ke mulut, dan tampilan toko itu sendiri. Lalu cara mengukur hasilnya setiap minggu.

Singkatnya: pastikan toko mudah ditemukan (Google Maps, papan nama jelas), hadir di grup WhatsApp warga dengan cara yang sopan, dan beri pelanggan lama alasan untuk mengajak orang lain. Mulailah dari cara yang gratis, catat berapa pembeli baru yang datang tiap minggu, dan pertahankan cara yang terbukti berhasil.

Cara mendapatkan pelanggan baru: mulai dari toko yang mudah ditemukan

Pembeli baru tidak bisa datang ke toko yang tidak mereka ketahui. Ada dua "etalase" yang perlu dirapikan.

Daftarkan toko di Google Maps

Orang yang baru pindah sering mencari "warung terdekat" atau "toko sembako" di ponsel. Mendaftarkan profil bisnis di Google gratis. Isi dengan teliti:

Minta pelanggan tetap yang senang dengan toko Anda untuk memberi ulasan jujur. Jangan membeli ulasan atau menulis ulasan palsu; selain melanggar aturan, pembeli bisa merasakannya.

Rapikan tampilan depan toko

Papan nama yang pudar, etalase tertutup kardus, dan lampu redup membuat orang ragu masuk. Tulisan sederhana seperti "Sedia gas, galon, beras, telur" di depan toko memberi tahu orang yang lewat apa yang bisa mereka beli. Ide penataan lain ada di cara menata warung sembako.

Masuk ke grup WhatsApp lingkungan dengan sopan

Hampir setiap RT, perumahan, dan kos punya grup WhatsApp. Di sinilah calon pembeli Anda berkumpul. Tapi grup warga bukan tempat iklan setiap hari. Aturan yang aman:

  1. Minta izin admin atau ketua RT sebelum menawarkan dagangan.
  2. Kirim informasi yang berguna, misalnya "Gas 3 kg dan galon tersedia, bisa antar sampai jam 8 malam".
  3. Batasi frekuensi, cukup sekali seminggu atau saat ada barang yang memang dicari warga.
  4. Tawarkan layanan antar untuk tetangga dekat. Bagi penghuni baru, layanan ini sering jadi alasan pertama mencoba.

Kalau warga mulai memesan lewat chat pribadi, Anda sudah punya jalur penjualan baru. Cara mengelolanya dibahas di pesan antar warung lewat WhatsApp.

Manfaatkan rekomendasi pelanggan lama

Rekomendasi dari tetangga paling dipercaya. Anda bisa sedikit mendorongnya tanpa biaya besar:

Promo kecil untuk orang yang baru mencoba

Pembeli baru perlu alasan untuk mencoba pertama kali. Promo tidak harus besar. Contoh hitungan untuk toko kelontong:

PromoBiaya per pembeliCatatan
Gratis 1 bungkus kerupuk untuk belanja pertama Rp 30.000sekitar Rp 1.500Murah, mudah dijelaskan
Gratis antar untuk pemesanan pertamawaktu dan bensin, kira-kira Rp 2.000Cocok untuk perumahan baru
Potongan Rp 5.000 untuk belanja Rp 100.000Rp 5.000Hanya kalau margin cukup

Kalau dari 20 pembeli baru ada 5 yang jadi langganan dan masing-masing menyumbang laba kotor Rp 30.000 per bulan, total Rp 150.000 per bulan sudah menutup biaya promo Rp 30.000–100.000 dalam sebulan pertama. Ide promo yang tetap untung bisa dibaca di ide promo untuk hari sepi.

Ukur jumlah pelanggan baru setiap minggu

Banyak pemilik toko mencoba lima cara sekaligus lalu tidak tahu mana yang berhasil. Buat pencatatan sederhana:

  1. Setiap ada wajah baru, tanyakan dengan ramah, "Baru pertama ke sini ya? Tahu dari mana?"
  2. Catat jawabannya: Google Maps, grup WA, diajak teman, lewat depan toko.
  3. Akhir minggu, jumlahkan per sumber.
  4. Setelah empat minggu, hentikan cara yang tidak menghasilkan dan perkuat yang paling banyak membawa pembeli.

Contoh rekap: minggu pertama 6 pembeli baru (3 dari grup WA, 2 lewat depan, 1 dari Maps). Minggu keempat 11 pembeli baru (5 dari grup WA, 4 diajak teman, 2 dari Maps). Jelas bahwa grup WA dan rekomendasi layak diteruskan.

Mencatat pelanggan baru dengan KasirPOS

Pencatatan di buku bisa dibantu aplikasi kasir. Dengan aplikasi kasir gratis KasirPOS untuk iPhone dan iPad, Anda bisa menyimpan data pelanggan saat mereka belanja, lalu melihat laporan penjualan per pelanggan untuk mengetahui siapa yang kembali dan berapa belanjanya. Pelanggan baru yang sudah tercatat bisa langsung ikut program poin member, dan katalog harga per kategori bisa dikirim ke WhatsApp mereka sebagai teks, gambar, atau PDF.

Asal-usul pembeli (dari Maps, grup WA, atau ajakan teman) tetap paling mudah dicatat di buku kecil atau Excel, karena itu informasi yang Anda tanyakan langsung. KasirPOS tidak memasang iklan atau mempromosikan toko Anda; tugasnya mencatat penjualan, stok, dan pelanggan secara offline di perangkat Anda. Informasi selengkapnya ada di situs resmi KasirPOS, dan aplikasinya bisa Anda unduh gratis di App Store.

Setelah mereka datang, jaga agar kembali

Mendapatkan pembeli baru baru setengah pekerjaan. Kalau saat pertama datang barangnya kosong atau pelayanannya buru-buru, usaha promosi Anda terbuang. Lanjutkan dengan langkah di cara membuat pembeli datang lagi. Mulai dari cara gratis, catat hasilnya tiap minggu, dan biarkan angka yang menentukan langkah berikutnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara mendapatkan pelanggan baru untuk toko offline?

Buat toko mudah ditemukan lewat Google Maps dan papan nama yang jelas, hadir di grup WhatsApp lingkungan dengan sopan, dan dorong pelanggan lama untuk merekomendasikan toko Anda.

Apakah mendaftarkan warung di Google Maps berbayar?

Mendaftarkan profil bisnis di Google tidak dipungut biaya. Pastikan lokasi, jam buka, dan foto toko diisi dengan benar.

Bolehkah promosi warung di grup WhatsApp RT?

Boleh asalkan meminta izin admin, tidak terlalu sering, dan isinya berguna bagi warga, misalnya info stok gas atau layanan antar.

Bagaimana mengukur promosi mana yang berhasil?

Tanyakan pembeli baru tahu toko dari mana, catat per sumber, lalu rekap setiap minggu. Setelah sebulan, pertahankan cara yang paling banyak membawa pembeli.