Blog KasirPOSkasirpos.swift.id

Hitung Mendadak Laci Kasir: Perlu atau Tidak?

Oleh Ihwan · · 5 menit baca

Anda ingin tahu apakah uang laci benar-benar sesuai catatan di tengah hari, bukan hanya saat tutup. Tapi ada rasa sungkan: kalau tiba-tiba minta laci dihitung, karyawan bisa merasa dicurigai dan tersinggung. Di sisi lain, tanpa pengecekan sama sekali, kasir yang berniat curang punya waktu seharian untuk "merapikan" laci sebelum tutup. Di sinilah cek kas mendadak, atau hitung mendadak laci kasir, berguna, asalkan dilakukan dengan cara yang adil.

Artikel ini membahas kapan hitung mendadak perlu, cara melakukannya tanpa menyinggung, dan apa yang dilakukan dengan hasilnya.

Singkatnya: hitung mendadak berguna untuk melihat kondisi laci saat tidak ada yang sempat menyiapkannya. Agar tidak terasa seperti tuduhan, jadikan prosedur tertulis yang berlaku untuk semua kasir, lakukan secara bergiliran pada waktu acak, hitung bersama kasir, dan catat hasilnya apa pun angkanya.

Perlu atau tidak hitung mendadak di toko kecil?

Kalau Anda menjaga toko sendiri, tidak perlu. Tapi begitu ada karyawan yang memegang laci tanpa Anda di sampingnya, hitung mendadak memberi beberapa manfaat:

Namun hitung mendadak bukan pengganti tutup kasir. Ia pelengkap. Dasar akuntabilitas tetap serah terima dan tutup kasir di setiap shift.

Cara melakukan cek kas mendadak yang adil

1. Tulis dulu sebagai prosedur

Sebelum melakukan hitung mendadak pertama, umumkan ke semua karyawan bahwa mulai bulan ini, laci akan dihitung sewaktu-waktu oleh pemilik, bergiliran ke semua kasir. Masukkan aturan ini ke SOP kasir toko. Dengan begitu, saat Anda melakukannya, itu adalah pelaksanaan aturan, bukan reaksi atas kecurigaan.

2. Bergiliran dan pada waktu acak

Kalau hanya satu kasir yang selalu dihitung, pesan yang sampai adalah "Anda dicurigai". Lakukan ke semua kasir dengan frekuensi yang mirip, misalnya dua kali sebulan per orang, pada jam yang berbeda-beda.

3. Hitung bersama kasir

Jangan menghitung sendiri sementara kasir disuruh menunggu di tempat lain. Hitung di depan kasir, atau minta kasir yang menghitung sementara Anda mencatat. Transparansi ini melindungi kedua pihak.

4. Pilih momen yang tidak mengganggu pembeli

Mendadak bukan berarti saat antrean panjang. Tunggu jeda sepi, lalu lakukan dalam lima menit.

5. Catat semua hasil, termasuk yang pas

Hasil "pas" juga penting dicatat. Catatan yang selalu pas adalah bukti kinerja baik kasir tersebut, dan bisa menjadi dasar pujian atau bonus.

Contoh hitungan saat hitung mendadak

Misalkan Anda datang pukul 13.15 ke kedai kopi dengan kasir bernama Fajar. Hitungan uang yang seharusnya ada di laci:

KomponenJumlah
Modal awal saat buka kasirRp 250.000
Penjualan tunai sampai 13.15Rp 684.000
Pengeluaran tunai tercatat (beli susu UHT)− Rp 72.000
Seharusnya adaRp 862.000
Hasil hitung bersamaRp 862.000
SelisihRp 0

Penjualan QRIS sebesar Rp 410.000 di jam yang sama tidak dihitung, karena uangnya langsung masuk ke rekening. Kalau ada selisih, misalnya kurang Rp 30.000, tanyakan dengan nada netral: "Ada pengeluaran yang belum dicatat? Atau ada pembeli yang bayar QRIS tapi tercatat tunai?" Sebagian besar selisih punya penjelasan sederhana. Langkah penelusuran lengkapnya ada di selisih kas kasir.

Yang sebaiknya dihindari

Setelah hitung: apa yang dilakukan dengan hasilnya

Hasil hitung mendadak paling berguna kalau dikumpulkan. Buat tabel sederhana berisi tanggal, jam, nama kasir, uang seharusnya, uang fisik, dan selisih. Setelah dua atau tiga bulan, tabel itu bercerita:

Hitung mendadak lebih cepat dengan data dari aplikasi

Bagian tersulit hitung mendadak adalah mengetahui berapa uang yang seharusnya ada, karena butuh total penjualan tunai sejak buka. Dengan buku tulis, Anda harus menjumlah ulang semua catatan pagi. Dengan aplikasi kasir KasirPOS, data yang dibutuhkan sudah tersedia di perangkat kasir:

  1. Lihat modal awal yang diisi kasir saat membuka kasir pagi itu.
  2. Buka laporan penjualan hari ini per metode pembayaran untuk melihat total penjualan tunai sejauh ini, terpisah dari QRIS dan transfer.
  3. Cek pengeluaran dan pemasukan lain yang dicatat dari laci.
  4. Hitung uang laci bersama kasir dan bandingkan.
  5. Catat hasilnya di tabel hitung mendadak Anda. Selisih resmi shift itu tetap tercatat di laporan penutupan saat kasir menutup kasir di akhir shift, sehingga keduanya bisa dibandingkan.

Karena setiap transaksi mencatat nama kasir, Anda juga bisa memastikan hitungan hanya mencakup transaksi kasir yang sedang bertugas. Semua ini berjalan tanpa internet, dan fitur buka-tutup kasir termasuk dalam fitur gratis KasirPOS tanpa langganan.

Catatan: hitung mendadak di KasirPOS dilakukan di perangkat kasir di toko. Tidak ada dashboard online untuk melihat transaksi dari jauh.

Kesimpulannya, hitung mendadak perlu, tetapi sebagai prosedur rutin untuk semua kasir, bukan sebagai tuduhan. Kalau Anda belum punya catatan transaksi yang rapi untuk dijadikan acuan, unduh KasirPOS di App Store dan mulai dari buka kasir besok pagi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah cek kas mendadak perlu dilakukan di toko kecil?

Perlu kalau laci dipegang karyawan tanpa pemilik di tempat. Hitung mendadak menunjukkan kondisi laci sebelum ada kesempatan merapikannya, dan membantu menemukan kesalahan lebih cepat.

Bagaimana agar karyawan tidak tersinggung saat kas dihitung mendadak?

Jadikan aturan tertulis yang berlaku untuk semua kasir, lakukan bergiliran pada waktu acak, dan hitung bersama kasir secara terbuka.

Seberapa sering hitung mendadak sebaiknya dilakukan?

Tidak ada aturan baku. Contohnya dua kali sebulan per kasir pada jam berbeda sudah cukup untuk memberi efek pencegahan tanpa mengganggu pekerjaan.

Apa yang dilakukan kalau hasil hitung mendadak ada selisih?

Tanyakan dengan netral soal pengeluaran yang belum dicatat atau salah metode bayar, catat hasilnya, dan perhatikan polanya dari beberapa kali hitung sebelum menyimpulkan.